backup og meta
Kategori

5

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Seperti Apa Sperma yang Tidak Sehat? Ini 5 Cirinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 28/08/2023

Seperti Apa Sperma yang Tidak Sehat? Ini 5 Cirinya

Sperma yang sehat alias subur merupakan salah satu faktor yang membuat pasangan lebih cepat hamil. Jika Anda memiliki beberapa ciri sperma tidak sehat seperti berikut ini, mungkin inilah yang menjadi penghambat keberhasilan program hamil Anda hingga saat ini.

Beragam ciri sperma tidak sehat

Tanda utama pria yang tidak subur adalah ketika sel sperma yang diproduksinya kesulitan untuk membuahi sel telur pada rahim wanita. Hal inilah yang membuat wanita susah hamil.

Untuk mengetahui ciri sperma pria yang tidak subur, Anda perlu menjalani prosedur yang disebut analisis semen (semen analysis). 

Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi kesehatan sperma dan air mani pria. Beberapa faktor yang menjadi tanda dari sperma yang tidak sehat adalah sebagai berikut.

1. Jumlah sel sperma sedikit

bentuk sperma

Pada keadaan normal, seorang pria dapat mengeluarkan semen (air mani) yang mengandung lebih dari 15 juta sel sperma per mililiternya.

Jika jumlahnya kurang dari angka tersebut, hal ini bisa menjadi ciri bahwa sperma Anda tidak sehat.

Beberapa pria bahkan dapat mengalami azoospermia, yakni suatu keadaan ketika semen tidak mengandung sel sperma sama sekali.

Gangguan pada sistem reproduksi pria ini dapat menurunkan peluang untuk memiliki anak karena tidak banyak sperma yang bersaing untuk menuju sel telur.

Secara kasat mata atau makroskopis, semen dengan jumlah sel sperma yang sedikit biasanya tampak lebih encer dan tidak terlalu lengket seperti pada umumnya.

2. Kelainan bentuk sel sperma

Sel sperma normal punya bagian kepala berbentuk lonjong dan ekor yang panjang. Di sisi lain, sel sperma yang tidak sehat memiliki kelainan pada kepala, ekor, atau bagian lainnya.

Setiap pria sebenarnya akan menghasilkan sperma dengan bentuk yang tidak normal. Jumlah sperma yang tidak normal bahkan bisa menyamai jumlah sperma yang normal.

Hal ini wajar selama sel sperma yang sehat bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Sayangnya, bentuk sel sperma tidak bisa dideteksi dengan mata telanjang.

Diperlukan pemeriksaan mikroskopis atau di bawah mikroskop untuk mengetahui persentase sel sperma normal dibandingkan sel sperma abnormal.

Dikutip dari Mayo Clinic, kehamilan biasanya lebih lama terjadi bila jumlah sel sperma dengan bentuk atau morfologi normal kurang dari 4 persen.

Tips Meningkatkan Kesuburan Suami dan Istri

Sedang program hamil untuk memiliki momongan? Beragam tips ini bisa membantu mempercepat kehamilan Anda.

3. Pergerakan sperma tidak cukup lincah

Sel sperma harus mampu berenang maju dengan lincah menyusuri mulut rahim hingga ke tuba falopi untuk dapat membuahi sel telur.

Tidak adanya kemampuan yang disebut motilitas ini menjadi ciri lain dari sel sperma yang tidak sehat. Berkurangnya kelincahan sperma dapat disebabkan berbagai macam faktor.

Beberapa faktor tersebut mulai dari gangguan organ reproduksi yang dibawa sejak lahir hingga infeksi, cedera, operasi, dan bahkan kelainan pada testis.

Hasil analisis semen akan menggambarkan persentase sel sperma yang dapat bergerak maju.

Secara umum, ciri sel sperma pria yang tidak subur yaitu bila kurang dari 40% keseluruhan sel sperma dalam air mani memiliki motilitas yang baik.

4. pH air mani terlalu asam

Perlu diketahui bahwa air mani dan sperma berbeda. Air mani merupakan cairan berwarna putih yang keluar saat ejakulasi, sedangkan sperma adalah sel reproduksi pria yang ada dalam air mani.

Air mani membantu melindungi sel sperma. Secara umum, air mani yang sehat memiliki tingkat keasaman atau pH yang basa, yakni sekitar 7,2–8,2.

Sebuah studi yang diterbitkan pada jurnal PLoS One (2015) menguji pengaruh pH air mani terhadap kemampuan untuk bergerak maju atau motilitas progresif pada sel sperma.

Diketahui, sampel sperma di dalam air mani dengan pH 7,2–8,2 memiliki motilitas progresif maju yang lebih baik dibandingkan dengan sampel sperma di dalam air mani dengan pH 5,2–6,2 yang cenderung asam.

pH air mani yang terlalu asam bisa menjadi salah satu ciri sperma tidak sehat, yang berpotensi menjadi penyebab pasangan lebih sulit hamil.

5. Warna air mani tidak normal

tinta rahasia dari sperma

Air mani yang sehat berwarna putih pekat atau kelabu. Apabila Anda mendapati warnanya lebih pudar dan tembus pandang, ini bisa menandakan jumlah sperma yang sedikit.

Ciri sperma yang tidak sehat juga dapat Anda lihat dengan adanya perubahan warna air mani.

Adanya bercak merah atau kecokelatan umumnya menandakan perdarahan pada prostat atau kelenjar vesikula seminalis yang memproduksi air mani.

Sementara itu, air mani yang berwarna kekuningan dapat menandakan infeksi prostat, penyakit kuning (jaundice), atau air mani yang bercampur urine.

Memang sulit untuk mengenali sendiri ciri sperma yang tidak sehat. Anda tentu tidak dapat melihat jumlah, bentuk, dan kemampuan gerak sel sperma dengan mata telanjang.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan tes kesuburan pria, terlebih bila Anda dan pasangan tidak mendapatkan momongan setelah satu tahun mencoba untuk hamil.

Selain analisis semen, prosedur ini juga melibatkan tes hormon, tes genetik, serta wawancara dengan dokter untuk mengetahui masalah yang mendasarinya.

Kemudian, dokter juga akan menyarankan perawatan yang tepat, baik itu dengan perubahan gaya hidup, terapi hormon, atau teknologi reproduksi berbantu, seperti bayi tabung (IVF).

Jika Anda dan pasangan memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikanlah dengan dokter untuk mengetahui langkah tepat yang perlu dilakukan.

Kesimpulan

  • Sperma yang sehat dan subur adalah faktor penting untuk keberhasilan program hamil.
  • Beberapa ciri sperma tidak sehat meliputi jumlah sperma yang sedikit, kelainan bentuk sperma, dan pergerakan sperma yang kurang lincah.
  • Analisis semen diperlukan untuk mengevaluasi kesehatan sel sperma dan menentukan perawatan yang tepat untuk mengatasi gangguan kesuburan pria.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 28/08/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan