Benarkah Tanam Satu Embrio untuk Bayi Tabung Lebih Efektif Daripada Dua Embrio?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bila Anda dan pasangan akhirnya memilih jalan bayi tabung untuk mengusahakan keturunan, Anda tentu ingin peluang keberhasilan sebesar mungkin. Ini sangat wajar, apalagi karena proses bayi tabung tidak mudah. Maka, Anda mungkin bimbang saat harus menanam telur yang telah dibuahi (disebut sebagai embrio) ke rahim. Pasalnya, Anda dihadapkan dengan sebuah pilihan: tanam satu embrio saja atau dua embrio sekaligus? Simak ulasan berikut untuk membantu Anda menentukan langkah terbaik.

Bagaimana proses bayi tabung?

Sebelum mengambil keputusan, Anda perlu memahami bagaimana bayi tabung dilakukan. Secara sederhana, bayi tabung dilakukan dengan cara menggabungkan sel telur ibu dan sel sperma ayah dengan alat khusus di laboratorium. Proses yang disebut sebagai pembuahan ini menghasilkan embrio. Setelah pembuahan berhasil dilakukan, dokter dan tenaga ahli di laboratorium pun akan menyuntikkan kembali embrio ke dalam rahim ibu supaya bisa berkembang jadi janin kemudian bayi.

Jumlah embrio yang dipindahkan ke dalam rahim ibu bisa berbeda-beda, tergantung dari anjuran dokter serta keinginan pasangan sendiri. Anda bisa menanam satu sampai lima embrio sekaligus ke dalam rahim.

Tanam satu embrio meningkatkan peluang keberhasilan bayi tabung

Selama ini banyak orang percaya semakin banyak embrio yang ditanam, semakin besar pula peluang kehamilannya. Akan tetapi, sebuah penelitian terbaru di Inggris menunjukkan bahwa tanam satu embrio saja malah lebih aman daripada tanam dua embrio atau lebih sekaligus. Menurut penelitian yang berlangsung dari tahun 2009 hingga 2013 tersebut, peluang keberhasilan tanam dua embrio justru 27% lebih kecil dibandingkan satu embrio.

Hasil studi ini membuktikan bahwa kualitas embrio jauh lebih penting daripada kuantitasnya. Kepala peneliti sekaligus pimpinan klinik bayi tabung Nurture Fertility, dr. Nicholas Raine-Fenning menjelaskan bahwa rahim wanita cenderung memusatkan perhatian pada embrio yang lemah. Ini berarti jika Anda tanam dua embrio sekaligus dan salah satunya lebih lemah, rahim pun akan disibukkan dengan embrio yang lemah. Akibatnya, perkembangan embrio yang lebih kuat jadi terabaikan. Padahal, embrio yang lemah justru peluang keselamatannya minim. Akhirnya, dua embrio ini jadi sia-sia karena tubuh tidak mampu mempertahankan keduanya sekaligus. Sedangkan kalau Anda tanam embrio tunggal, rahim dan tubuh bisa menunjang pertumbuhannya secara lebih intensif.

Inilah mengapa mulai saat ini pemerintah di Inggris mengimbau tenaga medis dan calon orangtua bayi tabung untuk transfer embrio satu-satu saja, tidak langsung banyak.

Keuntungan tanam satu embrio

Calon ibu yang mencoba hamil di atas usia 35 tahun atau yang dikhawatirkan mengalami kehamilan bermasalah sebaiknya mempertimbangkan pilihan embrio tunggal. Pasalnya, tanam banyak embrio mungkin mengakibatkan kehamilan bayi kembar. Hamil bayi kembar tentu risikonya lebih besar dibandingkan hamil seorang bayi saja. Anda yang sudah pernah ikut program bayi tabung sebelumnya namun gagal juga sebaiknya memprioritaskan tanam embrio tunggal. Pilihan ini bisa membantu tubuh Anda untuk fokus pada kesempatan terbesar yang ditawarkan.

Haruskah saya tanam embrio tunggal?

Tingkat keberhasilan bayi tabung tidak hanya ditentukan oleh jumlah embrio yang ditransfer. Masih ada faktor lain yaitu kualitas sel sperma dan sel telur, kondisi kesehatan calon ibu, serta kegagalan saat proses transfer embrio. Maka, hasil penelitian di Inggris tersebut belum tentu berlaku bagi setiap wanita yang mencoba program bayi tabung.

Pada akhirnya pilihan jatuh di tangan Anda. Selain berkonsultasi dengan dokter, bidan, keluarga, dan pasangan, cobalah untuk mendengarkan intuisi atau kata hati Anda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Menopause

Pada akhirnya setiap wanita akan mengalami menopause. Untuk itu, cari tahu informasi lengkap seputar menopause di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Wanita, Menopause 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan penyubur sperma

10 Makanan Penyubur Sperma agar Pasangan Cepat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Kapan kehamilan bisa terdeteksi

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
pertumbuhan bayi

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit
cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit