backup og meta
Kategori

5

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

8 Tanda Ovulasi Berhasil Dibuahi, Ternyata Mirip dengan Haid

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 05/03/2023

8 Tanda Ovulasi Berhasil Dibuahi, Ternyata Mirip dengan Haid

Ketika sperma dan sel telur berhasil bertemu, keduanya akan membentuk embrio dan menempel ke dinding rahim. Proses yang disebut implantasi tersebut adalah tanda bahwa sel telur yang lepas dari ovarium saat ovulasi telah berhasil dibuahi.

Namun, beberapa wanita mungkin tidak menyadarinya karena gejala implantasi seperti kram perut dan perdarahan dari vagina kerap diartikan sebagai menstruasi.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda implantasi lainnya supaya Anda tidak terlambat mengetahui kehamilan.

Tanda sel telur dari ovulasi berhasil dibuahi

Pelepasan sel telur dari ovarium, atau ovulasi, umumnya terjadi sekitar dua minggu sebelum hari pertama menstruasi bulan berikutnya.

Sementara itu, proses pembuahan terjadi sejak hari ketika hubungan intim terjadi hingga beberapa hari setelahnya.

Proses pembuahan setiap orang memakan waktu yang berbeda. Ini bisa berlangsung selama 10–14 hari.

Jika pembuahan berhasil, sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada dinding rahim. Kondisi itulah yang disebut dengan implantasi.

Ketika implantasi, wanita akan menunjukkan beberapa tanda seperti berikut.

1. Keluar darah dari vagina

air rebusan pembalut

Meski sama-sama mengeluarkan darah dari vagina, cairan yang keluar saat implantasi dan menstruasi cukup berbeda.

Berikut merupakan kondisi perdarahan yang menjadi tanda pembuahan telah berhasil.

  • Berwarna merah muda atau kecokelatan.
  • Anda tidak membutuhkan pembalut untuk menampungnya.
  • Berlangsung kurang dari tiga hari.
  • Disertai kram ringan.

Tidak semua implantasi ditandai dengan perdarahan. Untuk membedakan haid dan perdarahan implantasi, Anda perlu melakukan tes kehamilan dan memerhatikan gejala lainnya.

2. Kram perut

Perdarahan dan kram perut setelah pembuahan umumnya terjadi pada waktu yang sama.

Rasa sakit pada perut karena kram saat implantasi tidak akan separah seperti ketika menstruasi.

Kram dan perdarahan karena implantasi kerap diartikan sebagai tanda menstruasi karena keduanya terjadi pada waktu yang berdekatan. Namun, perdarahan karena pembuahan akan lebih cepat hilang.

Selain itu, jika kram menstruasi diikuti dengan keluarnya darah selama beberapa hari berikutnya, kram perut karena implantasi justru diikuti dengan munculnya tanda-tanda kehamilan.

3. Vagina berlendir

Selama ovulasi atau masa subur, Miss V akan mengeluarkan cairan berwarna bening, encer, dan terasa licin.

Saat masa subur telah selesai, lendir akan mengering atau berubah warna menjadi lebih pucat.

Namun, jika lendir ovulasi Anda tiba-tiba keluar dengan disertai semburat warna kecoklatan atau merah muda, ini bisa menjadi pertanda bahwa pembuahan berhasil terjadi.

Kondisi ini juga terjadi karena adanya peningkatan hormon progesteron dan estrogen yang meningkatkan aliran darah ke vagina.

4. Perubahan pada payudara

Setelah 1–3 minggu usai pembuahan, biasanya payudara terasa nyeri dan lebih lembut saat disentuh.

Kondisi tersebut juga kerap disertai dengan ukuran payudara yang membesar serta puting yang menonjol dan lebih gelap.

Peningkatan hormon progesteron pada awal kehamilan akan mendorong pertumbuhan kelenjar susu. Kondisi inilah yang menyebabkan perubahan bentuk payudara Anda.

5. Sering buang air kecil

Selama kehamilan, ibu memang akan lebih sering buang air kecil. Kondisi ini umumnya terjadi karena ukuran janin yang membesar dan menekan organ di sekitarnya.

Sementara itu, keinginan buang air kecil yang tidak tertahankan saat implantasi merupakan tanda peningkatan aliran darah di dalam tubuh.

Saat ada lebih banyak darah yang mengalir, ginjal akan memproses cairan ekstra yang terkandung di dalamnya dan membuangnya dalam bentuk urine.

Perubahan hormon pada awal kehamilan juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya frekuensi buang air kecil.

6. Mual

Implantasi sebagai salah satu tahapan awal kehamilan hampir selalu disertai dengan rasa mual.

Wanita sering mengalami mual setelah 4–6 minggu usai ovulasi berhasil dibuahi. Kondisi inilah yang disebut dengan morning sickness.

Melansir dari laman Mayo Clinic, rasa mual dan muntah sebagai tanda pembuahan disebabkan oleh peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang diproduksi oleh plasenta.

7. Badan lebih hangat

Melansir dari laman Planned Parenthood, saat terjadi ovulasi, suhu tubuh basal (suhu tubuh saat istirahat) biasanya meningkat sebesar 0,5–1°C.

Oleh karena itu, banyak wanita melakukan pencatatan suhu tubuh basal untuk mengetahui masa subur dan menentukan kapan terjadinya pembuahan.

Jika suhu tubuh basal tetap tinggi melebihi biasanya, ini bisa menjadi tanda bahwa pembuahan berhasil terjadi. 

Namun, tentu saja kondisi ini tidak bisa dijadikan satu-satunya tanda implantasi. Pasalnya, suhu tubuh seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi sekitar.

Tips melakukan pengukuran suhu tubuh basal

Jika ingin mengukur suhu tubuh basal, lakukan setiap bangun tidur pada waktu yang sama setiap harinya. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko kesalahan pengukuran suhu karena berbagai faktor, khususnya aktivitas fisik.

8. Tanda-tanda lainnya

hasil tes ovulasi positif

Pembuahan yang berhasil umumnya akan disertai dengan tanda awal kehamilan seperti berikut.

  • Siklus menstruasi berhenti.
  • Suasana hati mudah berubah.
  • Hidung lebih sensitif terhadap bau.
  • Sakit kepala.
  • Keinginan akan makanan tertentu atau ngidam.

Setiap orang mungkin menunjukkan tanda yang berbeda-beda. Oleh karena itu, cara paling tepat untuk memastikan berhasil atau tidaknya pembuahan adalah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan menggunakan test pack.

Jika test pack menunjukkan hasil positif, segeralah periksa ke dokter untuk mengetahui usia kehamilan dan menentukan perawatan yang dibutuhkan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 05/03/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan