Benarkah Wanita yang Terlalu Kurus Sulit Hamil?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Apakah Anda sedang mencoba hamil? Persiapan dan usaha apa yang sudah Anda lakukan untuk mencapai kehamilan? Salah satu hal yang harus Anda persiapkan sebelum hamil adalah berat badan Anda. Mungkin hal ini tidak terpikirkan oleh Anda sebelumnya. Tapi, tahukah Anda bahwa berat badan turut mempengaruhi kesempatan Anda untuk hamil? Berat badan yang terlalu kurus atau terlalu gemuk, mungkin menjadi alasan mengapa Anda sulit hamil sampai saat ini.

Bagaimana berat badan kurang dapat mempengaruhi kehamilan?

Ternyata, jumlah lemak tubuh Anda mempengaruhi kesuburan Anda. Lemak dibutuhkan dalam produksi hormon estrogen yang kemudian hormon ini diperlukan untuk terjadinya menstruasi. Jika terlalu sedikit hormon estrogen dalam tubuh Anda, maka siklus menstruasi dan ovulasi dapat berkurang. Selain itu, lemak tubuh yang sangat sedikit juga akan mengganggu aliran hormon dari otak Anda menuju kelenjar hipofisis. Artinya, sinyal dari kelenjar hipofisis untuk memberi tahu ovarium untuk melepaskan sel telur (ovulasi) tidak akan terjadi.

Jika Anda melewatkan periode Anda, artinya tubuh Anda tidak akan melepaskan sel telur selama tiap siklusnya. Jika Anda tidak melepaskan sel telur, walaupun Anda memiliki banyak sel telur yang sehat, sel telur ini akan tetap berada di ovarium. Jadi, Anda akan lebih berisiko untuk mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur jika Anda mempunyai berat badan kurang dari normal (underweight). Siklus menstruasi yang tidak teratur ini akan menyulitkan Anda untuk hamil.

Bagaimana cara menghitung lemak tubuh?

Anda memerlukan lemak tubuh minimal sebesar 22% untuk berovulasi dan memiliki siklus menstruasi yang normal. Tentu sulit untuk mengukur berapa persen lemak tubuh yang Anda punya jika ingin memiliki periode menstruasi yang normal. Persentase lemak tubuh bisa diukur dengan alat khusus yang biayanya pun agak mahal.

Cara paling mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui tubuh Anda memiliki cukup lemak untuk terjadinya menstruasi normal adalah dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT). Jika IMT Anda menunjukkan bahwa Anda memiliki berat badan normal, artinya Anda memiliki cukup lemak dalam tubuh untuk terjadinya menstruasi.

Sangat mudah untuk mengukur IMT Anda, Anda perlu mengetahui berat badan dan tinggi badan yang Anda punya terlebih dahulu. Kemudian bagi berat badan Anda dalam kilogram dengan tinggi badan Anda dalam meter kuadrat (BB kg/ TB m²).

Jika hasilnya berada di antara angka 18,5-25 artinya Anda memiliki berat badan yang normal dan jika menunjukkan hasil di bawah 18,5 artinya Anda kekurangan berat badan (kurus). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan IMT antara 20-25 mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk hamil daripada wanita yang memiliki IMT lebih rendah.

Siapa yang paling berisiko untuk sulit hamil?

Lemak tubuh penting untuk menjaga siklus menstruasi Anda. Hal ini mengapa individu yang sangat kurus atau memiliki IMT di bawah 18,5 mungkin sulit hamil. Individu yang melakukan banyak aktivitas fisik dan melakukan diet ketat dapat memiliki IMT sangat rendah, sehingga siklus menstruasinya tidak teratur dan kemudian menjadi sulit hamil.

Hal ini biasanya terjadi pada atlit perempuan profesional yang sangat menjaga berat badannya atau balerina. Selain itu, juga banyak wanita yang sangat menekan dirinya agar tetap langsing dengan melakukan diet ketat, dan menjaga berat badannya di ambang batas normal.  Atau bisa juga terjadi pada individu yang menderita anoreksia nervosa yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan mengalami amenore.

Lalu, apa yang harus saya lakukan jika berat saya kurang?

Jika Anda underweight dan memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau bahkan siklus menstruasi Anda berhenti, sebaiknya periksakan ke dokter Anda agar masalah Anda dapat segera diatasi. Jika Anda hanya butuh untuk menaikkan berat badan Anda beberapa kilogram, sebaiknya Anda naikkan berat badan Anda secara bertahap dengan cara makan makanan yang bergizi seimbang.

Mencapai berat badan normal sebelum Anda hamil juga merupakan sebuah upaya untuk mendapatkan bayi yang sehat. Jika Anda hamil dengan kondisi berat badan kurang, maka Anda akan meningkatkan risiko bayi Anda lahir dengan berat badan rendah atau bayi lahir prematur.

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: Agustus 30, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 6, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca