Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Tanam Satu Embrio untuk Bayi Tabung Lebih Efektif Daripada Dua Embrio?

Benarkah Tanam Satu Embrio untuk Bayi Tabung Lebih Efektif Daripada Dua Embrio?

Bila Anda dan pasangan akhirnya memilih jalan bayi tabung untuk mengusahakan keturunan, Anda tentu ingin peluang keberhasilan sebesar mungkin. Ini sangat wajar, apalagi karena proses bayi tabung tidak mudah. Maka, Anda mungkin bimbang saat harus menanam telur yang telah dibuahi (disebut sebagai embrio) ke rahim. Pasalnya, Anda dihadapkan dengan sebuah pilihan: tanam satu embrio saja atau dua embrio sekaligus? Simak ulasan berikut untuk membantu Anda menentukan langkah terbaik.

Bagaimana proses bayi tabung?

Sebelum mengambil keputusan, Anda perlu memahami bagaimana bayi tabung dilakukan. Secara sederhana, bayi tabung dilakukan dengan cara menggabungkan sel telur ibu dan sel sperma ayah dengan alat khusus di laboratorium. Proses yang disebut sebagai pembuahan ini menghasilkan embrio. Setelah pembuahan berhasil dilakukan, dokter dan tenaga ahli di laboratorium pun akan menyuntikkan kembali embrio ke dalam rahim ibu supaya bisa berkembang jadi janin kemudian bayi.

Jumlah embrio yang dipindahkan ke dalam rahim ibu bisa berbeda-beda, tergantung dari anjuran dokter serta keinginan pasangan sendiri. Anda bisa menanam satu sampai lima embrio sekaligus ke dalam rahim.

Tanam satu embrio meningkatkan peluang keberhasilan bayi tabung

Selama ini banyak orang percaya semakin banyak embrio yang ditanam, semakin besar pula peluang kehamilannya. Akan tetapi, sebuah penelitian terbaru di Inggris menunjukkan bahwa tanam satu embrio saja malah lebih aman daripada tanam dua embrio atau lebih sekaligus. Menurut penelitian yang berlangsung dari tahun 2009 hingga 2013 tersebut, peluang keberhasilan tanam dua embrio justru 27% lebih kecil dibandingkan satu embrio.

Hasil studi ini membuktikan bahwa kualitas embrio jauh lebih penting daripada kuantitasnya. Kepala peneliti sekaligus pimpinan klinik bayi tabung Nurture Fertility, dr. Nicholas Raine-Fenning menjelaskan bahwa rahim wanita cenderung memusatkan perhatian pada embrio yang lemah. Ini berarti jika Anda tanam dua embrio sekaligus dan salah satunya lebih lemah, rahim pun akan disibukkan dengan embrio yang lemah. Akibatnya, perkembangan embrio yang lebih kuat jadi terabaikan. Padahal, embrio yang lemah justru peluang keselamatannya minim. Akhirnya, dua embrio ini jadi sia-sia karena tubuh tidak mampu mempertahankan keduanya sekaligus. Sedangkan kalau Anda tanam embrio tunggal, rahim dan tubuh bisa menunjang pertumbuhannya secara lebih intensif.

Inilah mengapa mulai saat ini pemerintah di Inggris mengimbau tenaga medis dan calon orangtua bayi tabung untuk transfer embrio satu-satu saja, tidak langsung banyak.

Keuntungan tanam satu embrio

Calon ibu yang mencoba hamil di atas usia 35 tahun atau yang dikhawatirkan mengalami kehamilan bermasalah sebaiknya mempertimbangkan pilihan embrio tunggal. Pasalnya, tanam banyak embrio mungkin mengakibatkan kehamilan bayi kembar. Hamil bayi kembar tentu risikonya lebih besar dibandingkan hamil seorang bayi saja. Anda yang sudah pernah ikut program bayi tabung sebelumnya namun gagal juga sebaiknya memprioritaskan tanam embrio tunggal. Pilihan ini bisa membantu tubuh Anda untuk fokus pada kesempatan terbesar yang ditawarkan.

Haruskah saya tanam embrio tunggal?

Tingkat keberhasilan bayi tabung tidak hanya ditentukan oleh jumlah embrio yang ditransfer. Masih ada faktor lain yaitu kualitas sel sperma dan sel telur, kondisi kesehatan calon ibu, serta kegagalan saat proses transfer embrio. Maka, hasil penelitian di Inggris tersebut belum tentu berlaku bagi setiap wanita yang mencoba program bayi tabung.

Pada akhirnya pilihan jatuh di tangan Anda. Selain berkonsultasi dengan dokter, bidan, keluarga, dan pasangan, cobalah untuk mendengarkan intuisi atau kata hati Anda.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

IVF pregnancy less successful with two embryos, study says. https://www.theguardian.com/science/2017/jan/05/ivf-pregnancy-less-successful-with-two-embryos-study-finds Diakses pada 22 Maret 2017.

Single embryo transfer. https://www.cdc.gov/art/patientresources/transfer.html Diakses pada 22 Maret 2017.

What to Expect Along the Path to Conceiving with IVF. https://www.verywell.com/understanding-ivf-treatment-step-by-step-1960200 Diakses pada 22 Maret 2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x