Serba-serbi Kehamilan Lewat Program Bayi Tabung (IVF)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Program bayi tabung, alias fertilisasi in vitro (IVF), adalah salah satu dari sekian banyak teknik yang tersedia guna membantu orang-orang dengan masalah dengan kesuburan untuk bisa memiliki bayi.

Sejak pertama kali diperkenalkan di tahun 1970-an, program bayi tabung dan metode pembantu reproduksi lainnya telah melahirkan lebih dari 5 juta bayi di seluruh dunia.

Mengutip dari Liputan6.com, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008, jumlah pasangan yang mengalami gangguan kesuburan mencapai 10 persen dari seluruh pasangan di Indonesia, atau mencapai 4 juta jiwa. Kurang lebih lima persennya (sekitar 200.000 pasangan) harus dibantu dengan program bayi tabung.

Jumlah klinik bayi tabung di Indonesia sampai saat ini ada 27 klinik di 11 kota besar, termasuk Jakarta, Medan, Padang, dan Denpasar.

Bagaimana prosedur bayi tabung (IVF)?

Sebelum memulai IVF, dokter dapat memberikan Anda sejumlah resep obat kesuburan. Obat kesuburan ini berfungsi untuk merangsang indung telur Anda memproduksi banyak sel telur dalam satu waktu. Jumlah sel telur yang banyak membantu meningkatkan kesempatan Anda sukses hamil dengan program bayi tabung.

Selama Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut, dokter akan terus mengawasi indung telur, tingkat hormon dalam tubuh, dan memastikan bahwa sel telur Anda berada dalam tahap proses pematangan di folikel indung telur.

Saat sel telur matang, dokter akan menggunakan jarum suntik tipis untuk mengangkat sel telur tersebut untuk kemudian disatukan dengan sperma, yang sudah terlebih dulu diangkat dari pasangan Anda atau donor, di dalam kaca petri. Di sinilah proses pembuahan in vitro dimulai.

Sel telur yang sudah dibuahi, kini disebut embrio, kemudian diinkubasi selama beberapa hari. Selama masa inkubasi, embro Anda akan terus diawasi dan diperiksa untuk tumbuh kembangnya. Setelah itu, embrio yang paling sehat akan dimasukkan kembali ke dalam rahim Anda menggunakan selang tipis fleksibel (kateter) untuk melanjutkan tumbuh kembangnya di dalam tubuh Anda.

Kemudian, dokter akan meresepkan suplemen progesteron untuk meningkatkan peluang Anda memiliki kehamilan yang normal dan sehat.

Beberapa dokter mungkin memilih untuk memindahkan lebih dari satu embrio, sementara yang lainnya berpendapat cukup satu embrio yang harus dipindahkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kesehatan terkait dengan kehamilan ganda. Satu embrio sebenarnya cukup untuk membuat kehamilan terjadi jika Anda berusia kurang dari 35 tahun.

Program bayi tabung dapat dilakukan menggunakan sel telur Anda dan sperma pasangan Anda, atau kedua sel telur dan/atau sperma berasal dari donor.

Siapa saja yang bisa menjalankan program bayi tabung (IFV)?

Program bayi tabung bukanlah rekomendasi utama untuk penanganan infertilitas. Sebaliknya, program bayi tabung (IVF) akan disarankan jika metode lain, seperti obat-obatan kesuburan, operasi, dan inseminasi buatan, tidak berjalan baik.

Program bayi tabung mungkin menjadi jalan keluar terbaik, jika Anda atau pasangan didiagnosis dengan:

  • Endometriosis
  • Jumlah sperma sedikit
  • Gangguan rahim atau tuba fallopi
  • Masalah ovulasi
  • Masalah antibodi yang mengancam hidup sperma atau sel telur
  • Ketidakmampuan sperma untuk memasuki atau bertahan di dalam mukus leher rahim
  • Masalah ketidaksuburan yang tidak bisa dijelaskan

Wanita yang memiliki masalah dengan tuba fallopi akan mendapatkan manfaat besar dari program bayi tabung ini. Prosedur IVF tidak melibatkan tuba fallopian, maka dari itu wanita yang jalur tuba fallopinya terblokir, atau justru tidak memiliki tuba fallopi sama sekali, akan dimudahkan untuk merencanakan kehamilan dengan program bayi tabung.

Wanita pengidap endometriosis dan polycystic ovary syndrome (PCOS) juga akan sangat terbantu oleh program ini, karena IVF bisa membantu mereka menanggulangi tanda dan gejala ketidaksuburan, dan memudahkan mereka untuk bisa hamil.

Wanita yang memiliki siklus ovulasi tidak teratur juga bisa menjalankan kehamilan idaman dengan bantuan program bayi tabung, karena obat kesuburan bisa digunakan untuk mendorong ovulasi dan produksi sel telur sehat.

Bagi pria yang memiliki masalah jumlah sperma minim, program bayi tabung akan didukung oleh intracytoplasmic sperm injection (ICSI). ICSI bisa membantu pasangan Anda untuk bisa hamil, karena injeksi ini hanya membutuhkan satu sperma sehat untuk membuahkan sel telur selama IVF.

Seberapa baik peluang saya sukses hamil dengan program bayi tabung (IFV)?

Dikutip dari webmd.com, tingkat kesuksesan IVF akan bergantung dengan sejumlah faktor, termasuk penyebab ketidaksuburan Anda, di mana Anda menjalankan prosedur tersebut, dan usia Anda.

Jika Anda tidak mau menggunakan sel telur donor untuk prosedur IVF Anda, padahal sel telur yang Anda produksi tidak sehat, peluang Anda mendapatkan kehamilan sukses akan menurun.

Jika Anda berusia 30 tahun-an, menggunakan sel telur donor bisa meningkatkan peluang Anda untuk bisa hamil dengan IVF. Walaupun begitu, meski wanita berusia lanjut berhasil hamil dengan program bayi tabung, mereka yang berusia 40 tahun ke atas masih bisa berisiko besar mengalami keguguran.

Yang perlu Anda pahami, program bayi tabung di Indonesia tidak memperbolehkan keterlibatan donor (sel telur dan sperma), maupun ibu pengganti (surrogate mother).

Kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menghambat kesuksesan program bayi tabung Anda, termasuk tumor fibroid, disfungsi indung telur, tingkat hormon abnormal, dan kelainan rahim. Wanita yang memiliki kondisi ini memiliki peluang rendah untuk bisa sukses hamil dengan program bayi tabung.

Apa efek samping dan risiko dari program bayi tabung (IVF)?

Setelah usai menjalankan IVF, Anda bisa kembali melanjutkan rutinitas harian Anda. Namun, indung telur Anda masih mungkin untuk membengkak. Sebaiknya hindari aktivitas berat yang bisa menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman.

Efek samping yang umum, termasuk:

  • Keputihan — cairan transparan keluar dari dalam vagina segera setelah prosedur, diakibatkan oleh proses seka (swabbing) dinding leher rahim sebelum transfer embrio
  • Payudara melunak akibat tingginya level estrogen
  • Rasa begah ringan
  • Kram ringan
  • Sembelit

Selain itu, fertilisasi in vitro (IVF) meningkatkan risiko sindroma overstimulasi indung telur dan kehamilan ganda. Risiko overstimulasi bisa dengan mudah ditanggulangi jika dokter terus mengawasi dengan ketat indung telur dan kadar hormon Anda selama terapi obat-obatan kesuburan.

Risiko kehamilan ganda berkaitan langsung dengan jumlah embrio yang dimasukkan ke dalam rahim, terutama jika Anda berusia lebih dari 35 tahun. Kehamilan ganda adalah kondisi yang berisiko tinggi tidak hanya bagi kesehatan Anda, namun juga janin Anda.

Ada kemungkinan tinggi terhadap cacat lahir bagi bayi yang dikandung melalui proses IVF. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Jika Anda atau dokter Anda mengkhawatirkan tentang menurunkan gangguan genetik kepada janin Anda, klinik kesuburan program bayi tabung menyediakan layanan uji diagnosis genetik preimplantasi. Beberapa gangguan genetik bisa diidentifikasi dengan uji khusus sebelum embrio dimasukkan kembali ke dalam rahim, memastikan Anda memiliki peluang yang besar untuk memiliki janin sehat.

BACA JUGA:

Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca