Alasan Mengapa Anda Tak Boleh Terlalu Lelah Saat Program Bayi Tabung (IVF)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kesehatan ibu adalah faktor penting dalam keberhasilan program bayi tabung. Maka dari itu, saat menjalani program bayi tabung, sang ibu disarankan untuk menjaga kebugaran tubuhnya dan mengurangi aktivitas yang berakibat kelelahan.

Meski begitu, hal ini sebenarnya tidak menjadi penghalang bagi Anda untuk aktif bergerak. Akan tetapi, Anda harus cermat dalam menentukan jenis aktivitas yang hendak dilakukan. Jenis aktivitas tentu perlu disesuaikan dengan setiap tahapan program bayi tabung.

Mengapa ibu tidak boleh kelelahan saat program bayi tabung?

Ada dua alasan mengapa ibu yang menjalani program bayi tabung perlu menjaga energi tubuhnya dan tidak boleh kelelahan. Berikut ulasannya:

1. Aktivitas fisik berkaitan dengan kesuburan

Aktivitas fisik membuat tubuh Anda tetap kuat, bugar, dan penuh energi untuk menjalani masa kehamilan. Namun, aktivitas fisik berlebihan dapat menghambat pelepasan sel telur dan mengubah siklus menstruasi secara keseluruhan.

Beberapa jenis aktivitas fisik juga dapat memengaruhi perkembangan dinding rahim. Pada masa awal kehamilan, dinding rahim seharusnya menebal agar embrio dapat menempel dan berkembang.

Apabila Anda melakukan olahraga berat secara terus-menerus, aliran darah yang seharusnya terfokus untuk menebalkan dinding rahim justru teralihkan ke organ lain. Kondisi ini menyebabkan penebalan rahim menjadi tidak optimal.

Itu sebabnya, melakukan olahraga berat hingga kelelahan saat menjalani program bayi tabung bisa memengaruhi perkembangan dinding rahim sehingga berpengaruh pula pada hasil bayi tabung secara keseluruhan.

2. Obat dalam program bayi tabung membuat ibu merasa lelah

Program bayi tabung menggunakan obat-obatan khusus yang dapat menunjang kesuburan. Obat-obatan ini bekerja dengan meningkatkan jumlah hormon tertentu yang membantu pematangan dan pelepasan sel telur (ovulasi).

Apa pun yang memengaruhi hormon Anda akan menimbulkan efek samping, termasuk obat kesuburan. Efek samping yang sering muncul di antaranya perut kembung, mual, payudara sensitif, sakit kepala, perubahan mood, dan perubahan nafsu makan.

Proses merangsang ovulasi juga dapat membuat tubuh terasa lesu dan lelah. Itu sebabnya para ibu disarankan untuk mengurangi aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan saat program bayi tabung. 

Aktivitas fisik untuk wanita yang menjalani program bayi tabung

Walaupun Anda perlu membatasi beberapa aktivitas fisik saat menjalani program bayi tabung, tidak berarti Anda hanya bisa berbaring di rumah. Aktivitas fisik yang diselingi istirahat adalah kombinasi penting untuk tubuh yang bugar.

Dr. Aimee Eyvazzadeh, seorang dokter ahli endokrinologi reproduksi, menyarankan para ibu untuk tetap melakukan aktivitas fisik dengan intensitas ringan. Aktivitas seperti ini bermanfaat untuk menjaga berat badan, mengelola stres, dan menyeimbangkan hormon.

Saat menjalani program bayi tabung, agar para ibu tak kelelahan dan tetap dapat bergerak aktif, ada beberapa aktivitas fisik yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Olahraga aerobik seperti berjalan kaki, bersepeda, jogging, dan berenang selama 30 menit. Lakukan sebanyak 5 kali dalam seminggu.
  • Olahraga ringan untuk menguatkan otot seperti latihan dumbbell. Lakukan sebanyak 2 hari dalam seminggu.
  • Gerakan untuk menguatkan otot panggul, misalnya squat.
  • Yoga dan meditasi.
  • Pekerjaan rumah sehari-hari.

Meski aktivitas di atas tergolong aman, sangat dianjurkan bagi Anda untuk konsultasi bersama dokter terlebih dulu. Konsultasi bermanfaat agar sang calon ibu mengetahui dengan pasti apakah aktivitas tersebut berpotensi menyebabkan kelelahan dan aman dilakukan saat menjalani program bayi tabung atau tidak.

Ibu juga perlu memahami bahwa menjaga energi tubuh tidak hanya dilakukan dengan menghindari aktivitas berat. Asupan makanan kaya karbohidrat, gizi, dan lemak turut memiliki peran penting sebagai penyumbang energi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 19, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca