Alasan Mengapa Anda Tak Boleh Terlalu Lelah Saat Program Bayi Tabung (IVF)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kesehatan ibu adalah faktor penting dalam keberhasilan program bayi tabung. Maka dari itu, saat menjalani program bayi tabung, sang ibu disarankan untuk menjaga kebugaran tubuhnya dan mengurangi aktivitas yang berakibat kelelahan.

Meski begitu, hal ini sebenarnya tidak menjadi penghalang bagi Anda untuk aktif bergerak. Akan tetapi, Anda harus cermat dalam menentukan jenis aktivitas yang hendak dilakukan. Jenis aktivitas tentu perlu disesuaikan dengan setiap tahapan program bayi tabung.

Mengapa ibu tidak boleh kelelahan saat program bayi tabung?

Ada dua alasan mengapa ibu yang menjalani program bayi tabung perlu menjaga energi tubuhnya dan tidak boleh kelelahan. Berikut ulasannya:

1. Aktivitas fisik berkaitan dengan kesuburan

Aktivitas fisik membuat tubuh Anda tetap kuat, bugar, dan penuh energi untuk menjalani masa kehamilan. Namun, aktivitas fisik berlebihan dapat menghambat pelepasan sel telur dan mengubah siklus menstruasi secara keseluruhan.

Beberapa jenis aktivitas fisik juga dapat memengaruhi perkembangan dinding rahim. Pada masa awal kehamilan, dinding rahim seharusnya menebal agar embrio dapat menempel dan berkembang.

Apabila Anda melakukan olahraga berat secara terus-menerus, aliran darah yang seharusnya terfokus untuk menebalkan dinding rahim justru teralihkan ke organ lain. Kondisi ini menyebabkan penebalan rahim menjadi tidak optimal.

Itu sebabnya, melakukan olahraga berat hingga kelelahan saat menjalani program bayi tabung bisa memengaruhi perkembangan dinding rahim sehingga berpengaruh pula pada hasil bayi tabung secara keseluruhan.

2. Obat dalam program bayi tabung membuat ibu merasa lelah

Program bayi tabung menggunakan obat-obatan khusus yang dapat menunjang kesuburan. Obat-obatan ini bekerja dengan meningkatkan jumlah hormon tertentu yang membantu pematangan dan pelepasan sel telur (ovulasi).

Apa pun yang memengaruhi hormon Anda akan menimbulkan efek samping, termasuk obat kesuburan. Efek samping yang sering muncul di antaranya perut kembung, mual, payudara sensitif, sakit kepala, perubahan mood, dan perubahan nafsu makan.

Proses merangsang ovulasi juga dapat membuat tubuh terasa lesu dan lelah. Itu sebabnya para ibu disarankan untuk mengurangi aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan saat program bayi tabung. 

Aktivitas fisik untuk wanita yang menjalani program bayi tabung

Walaupun Anda perlu membatasi beberapa aktivitas fisik saat menjalani program bayi tabung, tidak berarti Anda hanya bisa berbaring di rumah. Aktivitas fisik yang diselingi istirahat adalah kombinasi penting untuk tubuh yang bugar.

Dr. Aimee Eyvazzadeh, seorang dokter ahli endokrinologi reproduksi, menyarankan para ibu untuk tetap melakukan aktivitas fisik dengan intensitas ringan. Aktivitas seperti ini bermanfaat untuk menjaga berat badan, mengelola stres, dan menyeimbangkan hormon.

Saat menjalani program bayi tabung, agar para ibu tak kelelahan dan tetap dapat bergerak aktif, ada beberapa aktivitas fisik yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Olahraga aerobik seperti berjalan kaki, bersepeda, jogging, dan berenang selama 30 menit. Lakukan sebanyak 5 kali dalam seminggu.
  • Olahraga ringan untuk menguatkan otot seperti latihan dumbbell. Lakukan sebanyak 2 hari dalam seminggu.
  • Gerakan untuk menguatkan otot panggul, misalnya squat.
  • Yoga dan meditasi.
  • Pekerjaan rumah sehari-hari.

Meski aktivitas di atas tergolong aman, sangat dianjurkan bagi Anda untuk konsultasi bersama dokter terlebih dulu. Konsultasi bermanfaat agar sang calon ibu mengetahui dengan pasti apakah aktivitas tersebut berpotensi menyebabkan kelelahan dan aman dilakukan saat menjalani program bayi tabung atau tidak.

Ibu juga perlu memahami bahwa menjaga energi tubuh tidak hanya dilakukan dengan menghindari aktivitas berat. Asupan makanan kaya karbohidrat, gizi, dan lemak turut memiliki peran penting sebagai penyumbang energi.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Melahirkan Sudah Hamil Lagi, Ini 4 Kiat Menjaga Kehamilan yang Jaraknya Terlalu Dekat

Ada beragam risiko yang mungkin mengintai akibat jarak kehamilan kali ini terlalu dekat dengan sebelumnya. Jangan khawatir, jajal berbagai tipsnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 24 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Saat Sulit Punya Anak, Pilih Inseminasi Ataukah Bayi Tabung?

Inseminasi dan bayi tabung sering dikaitkan, tapi keduanya sebenarnya berbeda. Lalu, haruskah Anda melakukan salah satunya bila kesulitan untuk hamil?

Ditinjau oleh: Nimas Mita Etika M
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 29 April 2019 . Waktu baca 6 menit

Bayi Tabung Atau Inseminasi Buatan, Program Hamil Mana yang Cocok untuk Saya?

Bayi tabung dan inseminasi buatan adalah dua program hamil yang banyak dipilih oleh pasangan yang divonis tidak subur. Namun, mana yang cocok untuk Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 7 September 2018 . Waktu baca 4 menit

5 Tips untuk Pasutri Agar Sukses Ikut Program Bayi Tabung Sampai Hamil

Jika ingin program bayi tabung berhasil, Anda dan pasangan harus mulai ubah gaya hidup berdua jadi lebih sehat bahkan dari jauh-jauh hari sebelum mendaftar.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 30 Agustus 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
Ibu hamil tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi calon buah hatinya bahkan sejak masih di dalam kandungan. Salah satu upaya terpenting untuk meraih tujuan tersebut adalah dengan menjaga pilihan makanan untuk ibu hamil setiap harinya. Asupan nutrisi yang baik akan membantu si kecil tumbuh sehat dan cerdas sejak dalam kandungan. Akan tetapi, di sisi lain, ada sejumlah makanan dan minuman yang ternyata dilarang untuk ibu saat hamil. Penasaran apa saja daftar pantangan makanan yang tidak boleh dimakan ibu saat hamil? Daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil Berbagai makanan yang akan disebutkan di bawah ini dilarang untuk ibu saat hamil karena diduga dapat menimbulkan efek berbahaya bagi janin di dalam kandungan. Bahkan, dari beberapa pantangan makanan ini dapat menyebabkan keracunan pada ibu hamil. Berikut berbagai pantangan makanan yang sebaiknya dihindari atau tidak boleh dimakan saat ibu sedang hamil: 1. Ikan yang tinggi merkuri Ikan dan hewan perairan (seafood) lainnya adalah sumber protein dan kaya asam lemak omega-3. Kedua nutrisi ini baik untuk perkembangan bayi. Namun, FDA selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat menggolongkan beberapa jenis seafood sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena mengandung merkuri.  Sebetulnya, hampir semua ikan dan hewan air mengandung merkuri. Ini karena senyawa kimia ini adalah limbah yang paling banyak mencemari perairan dan menjadi pantangan makanan untuk ibu hamil. Hanya saja, ada beberapa jenis ikan yang paling tinggi kandungan merkurinya sehingga tergolong sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Jenis ikan tinggi merkuri yang termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil adalah ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna bigeye, ikan todak atau pedang, dan ikan tuna sirip kuning. Ikan-ikan ini mungkin jarang diperjualbelikan di Indonesia, tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui jenis-jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Beberapa jenis seafood lain yang lebih umum di Indonesia juga dilaporkan memiliki kadar merkuri cukup tinggi (tidak setinggi ikan-ikan yang telah disebutkan di atas) dan termasuk pantangan makanan ibu hamil. Jenis-jenis ikan yang termasuk ke dalamnya adalah udang, salmon, tuna, sarden, lele, ikan bilis, ikan nila (tilapia), dan ikan trout.  Semakin besar ukuran ikan, semakin banyak juga merkuri yang dikandungnya. Ikan dengan kandungan merkuri termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak bayi. Jadi, sebaiknya konsumsi ikan-ikan tersebut maksimal hanya 2 kali per minggu. Tidak heran kalau jenis makanan tersebut termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil.  2. Sushi Bagi Anda penggemar sushi dan sashimi, sebaiknya setop dulu makan makanan khas Jepang ini selama kehamilan. Sushi dan sashimi termasuk dalam daftar pantangan makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil. Seafood mentah atau yang dimasak setengah matang dapat membahayakan janin karena terkadang masih terdapat cacing parasit dalam dagingnya. Bahkan, seafood mentah atau setengah matang bisa semakin berbahaya jika tempat dan proses persiapannya tidak steril. Oleh karena itu, sebaiknya hindari ikan dan kerang mentah seperti yang biasanya ada di sushi dan sashimi. Ini yang menjadikan sushi sebagai makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Sebaiknya, masak ikan, udang, lobster, dan kerang sampai hingga matang sempurna. 3. Steak setengah matang Steak sebenarnya tidak masalah dimakan oleh ibu hamil. Akan tetapi, steak bisa menjadi salah satu jenis makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil bila dagingnya tidak matang dengan sempurna. Selera orang saat menikmati steak bisa berbeda-beda. Ada yang terbiasa dengan tingkat kematangan rare (mentah), medium rare (setengah matang), medium well (agak matang), dan well done (matang sempurna). Dari segi kuliner itu sendiri, daging steak yang lezat adalah yang dimasak medium rare. Namun, daging steak dengan tingkat kematangan medium rare alias setengah matang merupakan pantangan makanan bagi ibu hamil. Daging yang dimasak tidak matang sepenuhnya kemungkinan besar masih mengandung parasit toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin. Bukan cuma daging sapi, daging ayam, burung, kalkun, hingga bebek yang dimasak setengah matang juga termasuk makanan dilarang untuk ibu hamil. Usahakan untuk masak daging sampai matang sempurna alias well done sampai kering dan tidak ada cairan merahnya. Jika perlu, gunakan termometer masak untuk memastikan tingkat kematangan daging. 4. Telur setengah matang Telur rebus dan telur mata sapi ½ atau ¾ matang termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Ini karena telur yang belum matang tersebut umumnya masih mengandung bakteri Salmonella aktif yang dapat menginfeksi Anda dan janin di dalam kandungan. Alasan lain yang membuat telur rebus setengah matang menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil yaitu berisiko membawa infeksi Salmonella. Infeksi Salmonella nantinya dapat menyebabkan muntaber (muntah dan diare). Dalam kasus yang jarang, bakteri Salmonella dapat menyebabkan infeksi cairan ketuban. Meski jarang sekali terjadi, infeksi ini bisa menyebabkan keguguran. Bagi janin, infeksi Salmonella juga sama membahayakannya. Salmonella dapat menembus plasenta dan menginfeksi janin, tetapi kasus ini juga sangat jarang. Inilah alasan mengapa telur setengah matang termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Agar aman, hindarilah makan telur setengah matang maupun makan makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang. Masaklah telur sampai matang sehingga tampilan kuning dan putih telurnya padat.  5. Susu mentah Susu juga termasuk ke dalam daftar makanan dan minuman yang menjadi pantangan bagi ibu hamil. Itulah mengapa ada susu ibu hamil untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi ibu hamil.  Akan tetapi, ibu hamil tidak boleh minum sembarang susu. Susu hewani yang masih mentah dan belum dipasteurisasi termasuk dalam minuman dan makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan selama beberapa detik untuk membunuh bakteri di dalam susu. Susu mentah tersebut dapat menyebabkan keracunan karena kemungkinan masih terdapat bakteri di dalamnya. Hindari minum susu murni mentah yang belum dipasteurisasi, baik itu susu sapi, susu kambing, atau binatang perah lainnya mentah karena berbahaya untuk tubuh ibu hamil. Bakteri yang terdapat di dalam susu yang belum dipasteurisasi bisa membahayakan janin di dalam kandungan.  Susu yang tidak termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil adalah susu yang sudah melalui proses pasteurisasi sebelumnya sehingga aman diminum. 6. Terlalu banyak jeroan Ibu hamil sebenarnya boleh makan jeroan seperti hati ayam, hati sapi, ampela ayam, jantung ayam, dan lainnya.  Hanya saja, melansir dari Pregnancy Birth and Baby, jeroan bisa menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil bila dimakan terlalu banyak dan sering. Hal ini dikarenakan jeroan mengandung banyak vitamin A. Vitamin A memang baik, tapi konsumsi vitamin A berlebihan dapat membahayakan janin. 7. Terlalu banyak kafein Kafein merupakan salah satu daftar pantangan minuman untuk ibu hamil, apalagi jika konsumsinya berlebihan. Ini karena kafein dapat menembus plasenta dan mengakibatkan gangguan pada detak jantung bayi. Sebaiknya batasi konsumsi minuman dan makanan yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman berenergi semasa hamil. Anda juga bisa mengganti pantangan makanan untuk ibu hamil yang satu ini dengan sesuatu yang lebih sehat, seperti buah dan sayur. 8. Alkohol Meski bukan termasuk makanan, alkohol tergolong minuman yang dilarang untuk ibu hamil. Ibu hamil yang minum alkohol berisiko keguguran dan bayi lahir mati (stillbirth) yang lebih tinggi. Minum sedikit alkohol saja bahkan dapat berdampak pada terganggunya perkembangan otak bayi. Alkohol dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome. Fetal alcohol syndrome adalah sindrom yang dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan keterbelakangan mental anak sejak dalam kandungan. 9. Herbal Makanan dilarang untuk ibu hamil berikutnya adalah sesuatu yang berbau herbal. Sebaiknya hentikan dulu minum teh herbal, jamu, dan ramuan pengobatan alternatif lainnya selama kehamilan bila tidak disarankan oleh dokter. Sebenarnya tidak semua herbal dilarang selama kehamilan. Menurut American Pregnancy Association, herbal yang jadi pantangan makanan untuk ibu hamil adalah ephedra atau efedrina, dong quai, rosemary, dan chamomile. Beberapa jenis ini dapat berdampak buruk jika dikonsumsi layaknya obat-obatan atau dalam jumlah yang banyak. Dong quai, misalnya, bisa menimbulkan efek stimulan rahim yang dapat menimbulkan kontraksi. Disarankan untuk minum teh dari daun teh biasa dahulu daripada harus mengonsumsi teh herbal. Ibu hamil juga harus berkonsultasi ke dokter saat akan menggunakan herbal jenis apapun. Ini untuk menyamakan pendapat tentang pantangan makanan ibu hamil antara dokter dan pasien. 10. Makanan cepat saji Suka atau tidak, makanan cepat saji (fast food) seperti burger, kentang goreng, dan ayam goreng tepung (fried chicken) juga termasuk makanan yang tidak boleh dimakan terlalu sering saat hamil. Ini karena makanan cepat saji mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, ukuran janin terlalu besar (makrosomia). 11. Mayones Mungkin Anda pernah mendengar atau sedang bertanya-tanya mengapa mayones termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Mayones yang dijual di luaran kadang mengandung telur sebagai bahan dasar pembuatannya. Telur yang dijadikan bahan dasar pembuatan mayones tersebut kebanyakan masih mentah sehingga tidak boleh dimakan oleh ibu hamil.  Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, telur mentah merupakan tempat hidup bakteri, seperti Salmonella. Saat hamil, daya tahan tubuh tengah berada pada posisi rendah sehingga rentan untuk terpapar infeksi. Itu sebabnya, makan telur mentah dalam bentu apa pun bisa sangat berbahaya baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.

11 Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
jari tangan bengkak saat hamil

4 Tips Mengatasi Jari Tangan yang Bengkak Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
jarak kehamilan terlalu dekat

Beragam Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Jika Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

Ditinjau oleh: Nimas Mita Etika M
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2019 . Waktu baca 6 menit
ibu hamil menghirup belerang

Bolehkah Ibu Hamil Pakai Produk dari Belerang (Sulfur)?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit