Apa itu Masa Subur dan Bagaimana Ciri-cirinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Mengetahui masa subur serta ovulasi merupakan hal yang perlu diketahui saat merencanakan kehamilan. Ketika mengetahui masa subur, maka Anda pun dapat memprediksi kapan saat tepat untuk berhubungan intim. Apakah yang sebenarnya dimaksud masa subur pada pria dan wanita? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Masa subur pada wanita

masa subur pria wanita

Masa subur merupakan rentang waktu yang bisa Anda pergunakan agar cepat hamil.

Hal yang paling umum terjadi, masa subur wanita dimulai ketika siklus menstruasi telah selesai.

Pada waktu subur ini juga terdapat jendela subur yang tergantung pada lamanya siklus menstruasi, sehingga setiap wanita mempunyai waktu berbeda-beda.

Dikutip dari Your Fertility, jendela subur merupakan hari ketika sel telur dilepaskan dari ovarium atau biasa disebut sebagai ovulasi.

Maka dari itu, Anda perlu mengetahui bagaimana cara menghitung masa subur.

Rata-rata wanita dengan siklus menstruasi normal yaitu 28 hari mengalami masa subur antara hari ke 10 sampai hari ke 17 setelah hari pertama menstruasi terakhir.

Apabila Anda perlu membuat kalender masa subur, salah satu cara mempermudahnya adalah dengan bantuan kalkulator masa subur agar perhitungan lebih tepat.

kalkulator masa subur

Pentingnya berhubungan intim di masa subur

Jika sedang melakukan program hamil, Anda mungkin berpikir untuk melakukan hubungan seks setiap hari dan saat ovulasi. Padahal, tidak mesti seperti itu.

Sperma dapat hidup di saluran reproduksi wanita hingga tiga hari setelah berhubungan seks. Hal yang terpenting adalah mengetahui kapan masa subur Anda.

Masa paling subur wanita adalah lima hari sebelum serta saat ovulasi (pelepasan sel telur).

Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan hubungan seks dua hari sebelum ovulasi agar cepat hamil.

Tanda-tanda wanita sedang dalam masa subur

Dikutip dari American Pregnancy Association, tanda-tanda masa subur setiap wanita bervariasi.

Bahkan, ada pula kemungkinan tidak mengalami tanda atau ciri apapun.

Untuk mengetahui kapan Anda sedang dalam waktu subur, perhatikan tanda-tanda atau ciri-cirinya berikut yang umum terjadi:

1. Alat tes masa subur menunjukkan hasil positif

Salah satu tanda atau ciri dari masa subur adalah alat tes yang Anda gunakan untuk menghitung masa subur menunjukkan hasil positif.

Maka ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan demi mendapatkan momongan.

Namun, jika Anda mempunyai kondisi polycystic ovarian syndrome (PCOS), hasil dari alat tes kesuburan cenderung kurang efektif.

2. Lendir serviks seperti putih telur

Tanda-tanda atau ciri-ciri lainnya yang mungkin muncul saat Anda berada pada masa subur adalah kualitas lendir serviks.

Lendir serviks adalah cairan yang keluar dari serviks mendekati masa ovulasi.

Lendir serviks juga biasa disebut dengan nama keputihan.

Biasanya, ciri keputihan masa subur yaitu memiliki tekstur dan warna yang serupa dengan putih telur.

Artinya, cairan vagina ini berwarna bening dan transparan, lalu basah, licin, dan juga melar jika dipegang.

Lendir serviks ini akan membantu sperma untuk lebih mudah berenang ke dalam rahim dan bertemu dengan sel telur sehingga mempermudah proses pembuahan.

Selain itu, lendir serviks juga membuat penetrasi saat berhubungan intim menjadi lebih mudah dan tidak sakit.

Berikut ini merupakan ciri keputihan masa subur:

  • Mendekati masa ovulasi: lendir lebih lengket, lebih banyak dikeluarkan, berwarna keruh, seperti keputihan
  • Selama masa ovulasi: lendir basah, licin, elastis, dan transparan, seperti putih telur.
  • Setelah ovulasi: lendir lebih kering dan lebih sedikit keluar.

3. Gairah seks meningkat

Tentu Anda menyadari bahwa pada saat-saat tertentu, gairah seks yang tadinya biasa saja jadi cukup meningkat.

Ya, gairah seks yang lebih tinggi dari biasa bisa saja merupakan tanda atau ciri dari masa subur.

Meski mungkin bukan ciri yang akurat, hasrat seks yang lebih besar ini adalah tanda alami dari tubuh Anda.

Artinya, tubuh Anda sebenarnya mengerti kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks.

Pada dasarnya, gairah seks seorang wanita akan meningkat menjelang ovulasi. Tidak hanya itu, wanita juga akan terlihat lebih menarik pada saat itu.

4. Perubahan suhu basal tubuh

Perubahan pada suhu basal tubuh juga bisa menjadi tanda atau ciri yang bisa Anda perhatikan ketika memasuki masa subur.

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh ketika beristirahat atau tidur. Rata-rata suhu tubuh basal berkisar antara 35,5 – 36,6°C.

Umumnya, suhu tubuh ditentukan berdasarkan kegiatan yang dilakukan, makanan yang dikonsumsi, hormon di dalam tubuh, kebiasaan tidur, dan masih banyak lagi.

Pada saat berovulasi, kadar hormon progesteron di dalam tubuh meningkat.

Kadar hormon progesteron yang tinggi menyebabkan temperatur tubuh Anda mengalami peningkatan.

Jika suhu tubuh naik sekitar 0,4-0,8°C dari suhu biasanya, mungkin tubuh sudah melakukan ovulasi dalam 12 sampai 24 jam terakhir.

Saat itu, suhu tubuh Anda membuat rahim siap melepaskan telur yang sudah matang dan siap dibuahi.

Maka, setelah masa subur berlalu, suhu tubuh akan lebih rendah.

Tanda-tanda atau ciri masa subur ini mungkin tidak akan terlalu efektif jika Anda terbiasa bekerja pada malam hari atau memiliki jam tidur yang tak menentu.

5. Perubahan posisi leher rahim

Serviks atau leher rahim akan mengalami perubahan saat Anda melalui siklus menstruasi.

Perubahan ini menjadi salah satu tanda atau ciri dari masa subur yang Anda alami.

Mengapa? Tepat sebelum terjadinya ovulasi, serviks Anda akan berubah posisi menjadi lebih tinggi.

Hal ini membuat Anda merasa kesulitan untuk menggapainya. Bahkan, saat disentuh, serviks menjadi lebih lembut dan akan sedikit lebih terbuka.

Sebaliknya, saat tidak dalam masa subur, serviks atau leher rahim terletak lebih rendah dan lebih keras apabila disentuh. Di samping itu, serviks akan lebih tertutup.

Apabila belum terbiasa memeriksa serviks, Anda bisa memeriksakan kondisi serviks ke dokter kandungan.

Anda mungkin bisa bertanya kepada dokter bagaimana cara memeriksa kondisi serviks secara mandiri di rumah.

6. Payudara terasa nyeri

Rasa nyeri pada payudara juga bisa menjadi tanda-tanda atau ciri-ciri lain bahwa Anda sedang berada dalam masa subur.

Kondisi ini biasanya disebabkan perubahan hormon yang terjadi saat ovulasi.

Sama dengan ciri lainnya yang bisa menjadi penanda dalam masa subur, kondisi ini tidak bisa menunjukkan secara jelas kapan Anda akan mengalami ovulasi.

7. Sakit ovulasi

Pernahkah Anda mendengar sakit ovulasi atau mittelschmerz? Sakit ini biasanya ditandai dengan rasa sakit yang amat kuat seperti ditusuk pada bagian bawah perut Anda.

Biasanya tanda atau ciri masa subur ini muncul tanpa sebab dan secara tiba-tiba.

Jika rasa sakit itu muncul di tengah siklus, maka itulah yang disebut dengan mittelschmerz atau sakit ovulasi.

Ini adalah salah satu tanda-tanda atau ciri terakhir yang mungkin bisa diidentifikasi saat memasuki waktu subur.

Rasa sakit ovulasi ini bisa saja dialami setiap bulan, tetapi tidak pada semua wanita.

Apa itu ovulasi?

Bisa dikatakan masa subur wanita berhubungan erat dengan ovulasi. Namun, yang membedakan adalah masa subur sudah terjadi 5 hingga 7 hari sebelum ovulasi dimulai.

Melansir dari American Pregnancy, ovulasi adalah proses ketika sel telur yang sudah matang dilepaskan dari ovarium atau indung telur.

Kemudian pelepasan didorong menuju tuba falopi. Pada saat ini, sel telur sudah siap untuk dibuahi.

Setiap bulan akan ada sel telur matang di dalam salah satu ovarium Anda.

Saat sudah matang, sel telur dilepaskan oleh ovarium kemudian masuk tuba falopi dan menunggu sperma.

Waktu subur atau ovulasi merupakan proses alamiah yang akan terjadi pada setiap wanita yang sehat, tanpa ada gangguan kesehatan reproduksi.

Proses ini diatur oleh bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. Dalam proses ovulasi terdapat beberapa tahap, yaitu:

1. Periovulatori (tahap folikular)

Fase folikuler adalah ketika hari pertama menstruasi terakhir dan berlanjut sampai fase ovulasi.

Tahapan folikuler bekerja ketika lapisan sel-sel telur mulai dilapisi dengan lendir dan bersiap untuk bergerak keluar menuju rahim.

Pada saat itu, rahim sudah mulai siap untuk menerima telur, sehingga dinding-dinding rahim menebal.

2. Ovulasi

Pada tahap ovulasi di periode subur, terdapat enzim khusus yang dimiliki tubuh yang bertugas untuk membentuk lubang.

Ini memudahkan sel telur bergerak melalui tuba falopi, yaitu saluran yang menghubungkan indung telur ke rahim.

Kemudian, telur yang matang akan masuk ke dalam saluran dan melewatinya hingga mencapai rahim.

Dalam tahap ini, biasanya terjadi pembuahan. Pembuahan terjadi di tuba falopi dan berlangsung sekitar 24 hingga 48 jam.

Ovulasi biasanya terjadi pada 14 hari sebelum siklus menstruasi selanjutnya berlangsung.

Ketika mendekati masa ovulasi, produksi lendir serviks akan meningkat.

Lendir serviks ini juga berperan membantu sperma berenang menuju sistem reproduksi wanita.

3. Postovulatori (tahap luteal)

Jika telur sudah berhasil dibuahi oleh sperma, telur tersebut akan langsung ditanam tubuh di dinding-dinding rahim dengan bantuan hormon LH.

Fase luteal memiliki garis waktu yang tepat dan biasanya berlangsung 12 hingga 16 hari dari hari ovulasi.

Namun, apabila tidak terjadi pembuahan sama sekali ketika telur berada di tuba falopi, dinding rahim yang sudah menebal akan meluruh.

Proses inilah yang menyebabkan terjadinya menstruasi.

Normalnya, siklus haid wanita berlangsung sekitar 28 hingga 32 hari. Awal siklus dapat dihitung dari hari pertama haid.

Sementara itu, tahapan ovulasi sendiri terjadi ketika hari ke 10 hingga 19 dari siklus haid.

Masalah seputar masa subur

kesuburan wanita atau ovulasi

Ada beberapa alasan yang membuat wanita mengalami masalah pada masa ovulasi atau masa subur, yaitu:

1. Masalah berat badan

American Society for Reproductive Medicine menjelaskan bahwa wanita yang memiliki berat badan rendah cenderung memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

Begitu pula dengan wanita dengan berat badan berlebih yang dapat menyebabkan letidakseimbangan hormonal pada tubuh.

2. Polycystic Ovarian Syndrome

Polycystic Ovarian Syndrome atau PCOS merupakan penyebab utama ketidaksuburan pada wanita. PCOS adalah kondisi pembesaran ovarium yang disertai kista kecil berisi cairan.

Kondisi ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan mengganggu kesuburan.

Gejala lain dari PCOS ini adalah resistensi insulin, obesitas, pertumbuhan rambut yang tidak normal, juga jerawat.

3. Disfungsi hipotalamus

Kondisi ini terjadi ketika adanya hormon yang merangsang gangguan masa subur juga ovulasi.

Penyebab disfungsi hipotalamus adalah stres fisik atau emosional berlebihan, berat badan sangat rendah atau justru tinggi.

Tidak hanya itu saja, olahraga terlalu berlebihan juga bisa merangsang disfungsi hipotalamus.

4. Insufisiensi ovarium prematur

Ini terjadi ketika produksi sel telur berhenti sebelum waktunya karena penurunan hormon estrogen.

Masalah kesuburan ini bisa disebabkan oleh penyakit autoimun, kelainan genetik, atau racun lingkungan. Biasanya, ini terjadi pada wanita sebelum usia 40 tahun.

5. Kelebihan prolaktin atau hiperprolaktinemia

Kondisi ini dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan atau kelainan kelenjar hipofisis.

Kelenjar yang berperan sebagai produsen hormon tertentu dan bertindak sebagai pengendali berbagai aspek tubuh manusia.

Hal ini pula yang membuat jumlah prolaktin wanita berlebihan sehingga memengaruhi waktu subur yang seharusnya.

Kelebihan prolaktin ini bisa menurunkan hormon estrogen. Meski begitu, kasus ini sangat jarang terjadi dan terbilang kasus langka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Penyubur Sperma agar Pasangan Cepat Hamil

Penelitian membuktikan, bahkan pria berumur 80 tahun pun masih mungkin memiliki kualitas sperma yang baik jika mengonsumis makanan penyubur sperma berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)?

Premarital check up adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan yang penting dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Makan Taoge Bikin Pria Lebih Subur, Fakta atau Mitos?

Ingin lebih subur? Taoge banyak dipercaya mampu meningkatkan kesuburan pria. Apakah benar taoge bisa bikin lebih subur, atau hanya mitos?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesuburan, Kehamilan 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 11 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidur larut malam rusak kualitas sperma

Awas! Kebiasaan Tidur Larut Malam Bisa Membuat Kualitas Sperma Menurun

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
mood swing saat menstruasi

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
susah hamil lagi

3 Hal yang Membuat Anda Susah Hamil Anak Kedua

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 4 menit