Apakah Wanita Dengan PCOS Bisa Hamil?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

PCOS atau sindrom ovarium polikistik merupakan gangguan hormon pada wanita yang bisa membuat pengidapnya sulit hamil. Biasanya kondisi ini ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur. Sayangnya, kondisi ini sering menyerang wanita pada usia suburnya. Karena itulah banyak timbul pertanyaan, apakah wanita yang memiliki PCOS bisa hamil? Untuk menjawab pertanyaan tersebut berikut ulasannya.

Apakah wanita dengan PCOS bisa hamil?

apa itu pcos polycystic ovary syndrome

Jika Anda memiliki PCOS dan bertanya-tanya di dalam hati apakah Anda tetap bisa hamil saat didiagnosis memiliki PCOS? Jawabannya bisa. Wanita yang memiliki PCOS bisa hamil sehingga Anda tetap memiliki harapan untuk dapat memiliki anak lewat rahim Anda sendiri.

Namun, tentu saja peluangnya memang lebih kecil dan usaha yang dibutuhkan lebih besar dibandingkan dengan wanita pada umumnya.

Pasalnya, ketika seseorang memiliki PCOS, ukuran indung telur (ovarium) Anda lebih besar dari biasanya. Indung telur yang lebih besar ini di dalamnya bisa berisikan banyak kista kecil yang mengandung telur yang belum matang. Maka, telur tersebut sulit untuk dikeluarkan, apalagi dibuahi. Selain itu, wanita dengan PCOS memiliki kadar hormon androgen yang cukup tinggi dan bisa menghambat proses ovulasi, yaitu pelepasan telur sehat untuk dibuahi sperma.

Namun, jangan khawatir dulu. Saat ini sudah banyak berbagai perawatan PCOS yang bisa Anda coba. Mulai dari yang alami dengan mengubah gaya hidup hingga menjalani berbagai prosedur medis yang tepat untuk kondisi Anda.

Apa yang perlu dilakukan supaya bisa hamil?

Untuk bisa hamil, wanita dengan PCOS bisa melakukan berbagai hal yang umumnya disarankan dokter seperti:

Menerapkan gaya hidup sehat

hidup sehat

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, menerapkan gaya hidup sehat adalah langkah utama untuk mengatasi masalah kesuburan akibat PCOS.

Usahakan untuk memperbaiki pola makan dan kebiasaan olahraga Anda selama tiga bulan sebelum mencoba untuk hamil. Perubahan ini nantinya dapat membantu meningkatkan kualitas sel telur dan ovulasi Anda. Selain itu, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan zat gizi di dalam tubuh sebelum masa kehamilan dimulai.

Selain menerapkan gaya hidup sehat dengan makanan bergizi serta olahraga rutin, Anda juga perlu menjaga berat badan tetap ideal. Pasalnya, berdasar analisis yang dilakukan oleh National Institutes of Health, obesitas dapat meningkatkan risiko Anda untuk sulit hamil.

Oleh karena itu, usahakan untuk menurunkan atau menambah berat badan Anda sebelum memulai program hamil untuk meningkatkan insulin dan menyeimbangkan hormon di tubuh Anda. Kadar insulin yang seimbang dapat membantu mengurangi kadar androgen dan mengembalikan proses ovulasi sebagaimana mestinya.

Minta bantuan dokter untuk meningkatkan kesuburan

gejala pcos

Karena PCOS dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda, terkadang obat-obatan tertentu diperlukan untuk membantu memperlancar ovulasi. Pasalnya, ovulasi yang teratur menjadi salah satu kunci penting untuk membantu Anda hamil. Dengan mengetahui kapan tubuh akan berovulasi, Anda pun bisa menghitung masa subur.

Clomid atau clomiphene citrate adalah jenis obat yang biasanya diresepkan dokter untuk membantu ovulasi. Clomid bekerja dengan membantu indung telur untuk mengambil telur yang akhirnya akan tumbuh, matang, dan dilepaskan. Obat lainnya yang juga memiliki fungsi yang sama yaitu Letrozole.

Namun, jika obat-obatan yang diminum ini tidak efektif, obat suntik juga akan diresepkan untuk merangsang ovulasi. Obat-obatan ini biasanya berbentuk hormon FSH, yakni hormon utama yang diproduksi oleh tubuh untuk merangsang pertumbuhan folikel telur setiap bulannya.

icsi program bayi tabung untuk pria

Selain obat, dokter juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan in vitro fertilization (IVF) atau yang dikenal dengan bayi tabung. Selama proses ini, dokter akan memberikan obat untuk merangsang indung telur agar banyak telur yang tumbuh dan matang.

Telur-telur yang telah matang ini nantinya akan diangkat melalui pembedahan dan dan digabungkan dengan sperma untuk dapat dibuahi di tabung yang akan ditempatkan di laboratorium khusus. Setelah embrio tumbuh, nantinya ia akan ditempatkan kembali ke rahim dengan harapan dapat tertanam dengan baik dan berkembang menjadi janin yang utuh.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca