Daftar Skrining yang Harus Dilakukan Saat Hamil, dari Trimester 1 Sampai 3

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Prenatal screening test atau tes skrining saat hamil adalah seperangkat prosedur yang dilakukan selama kehamilan untuk menentukan apakah bayi cenderung memiliki kelainan atau cacat lahir tertentu. Sebagian besar tes ini tidak invasif. Tes-tes ini biasanya dilakukan selama trimester pertama dan kedua, tapi beberapa juga dilakukan pada trimester ketiga.

Tes skrining saat hamil hanya bisa memberi tahu risiko atau kemungkinan adanya kondisi tertentu pada janin. Bila hasil tes skrining positif, maka diperlukan lagi tes diagnosis untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Berikut beberapa skrining tes yang menjadi prosedur rutin untuk ibu hamil.

Tes skrining saat hamil trimester 1

Tes skrining trimester pertama bisa dimulai sejak kehamilan 10 minggu, yang merupakan kombinasi antara ultrasonografi (USG) janin dan tes darah ibu.

1. USG

Tes ini dilakukan untuk menentukan ukuran dan posisi bayi. Selain itu juga membantu menentukan adanya risiko janin mengalami cacat lahir, dengan mengamati struktur tulang dan organ bayi.

USG nuchal translucency (NT) adalah pengukuran peningkatan atau ketebalan cairan di bagian belakang leher janin pada usia kehamilan 11-14 minggu dengan USG. Bila ada cairan lebih banyak dari biasanya, berarti ada risiko Down syndrome pada bayi yang lebih tinggi.

2. Tes darah

Selama trimester pertama, dilakukan dua jenis tes serum darah ibu, yaitu Pregnancy-associated plasma protein (PAPP-A) dan hormon hCG (Human chorionic gonadotropin). Ini merupakan protein dan hormon yang diproduksi oleh plasenta pada awal kehamilan. Jika hasilnya tidak normal, berarti ada peningkatan risiko kelainan kromosom.

Tes darah juga dilakukan untuk mengetahui adanya penyakit menular pada bayi, atau disebut dengan tes TORCH. Tes ini merupakan akronim dari lima jenis infeksi menular yaitu toksoplasmosis, penyakit lain (termasuk HIV, sifilis, dan campak), rubella (campak Jerman), sitomegalovirus, dan herpes simplex.

Selain itu, tes darah juga akan digunakan untuk menentukan golongan darah dan Rh (rhesus) Anda, yang menentukan hubungan Rh Anda dengan janin yang sedang tumbuh.

3. Chorionic villus sampling

Chorionic villus sampling adalah tes skrining invasif yang dilakukan dengan mengambil potongan kecil dari plasenta. Tes ini biasanya dilakukan antara minggu ke 10 dan 12 kehamilan.

Tes ini biasanya merupakan tes lanjutan dari USG NT dan tes darah yang tidak normal. Tes ini dilakukan untuk lebih memastikan adanya kelainan genetik pada janin seperti Down syndrome.

Tes skrining saat hamil trimester 2

1. Tes darah

Tes darah saat hamil trimester kedua mencakup beberapa tes darah yang disebut multiple markers. Tes ini dilakukan untuk mengetahui adanya risiko cacat lahir atau kelainan genetik pada bayi. Tes ini sebaiknya dilakukan pada minggu ke 16 sampai 18 kehamilan.

Tes darah tersebut meliputi:

  • Kadar alpha-fetoprotein (AFP). Ini adalah protein yang biasanya diproduksi oleh hati janin dan terdapat dalam cairan yang mengelilingi janin (cairan amnion atau ketuban), dan menyilang plasenta ke dalam darah ibu. Tingkat AFP yang tidak normal mungkin meningkatkan risiko seperti spina bifida, sindrom Down atau kelainan kromosom lainnya, cacat di perut janin, dan kembar.
  • Kadar hormon yang diproduksi plasenta, antara lain hCG, estriol, dan inhibun.

2. Tes gula darah

Tes gula darah digunakan untuk mendiagnosis diabetes gestasional. Ini merupakan kondisi yang bisa berkembang selama kehamilan. Kondisi ini dapat meningkatkan kelahiran secara caesar karena bayi dari ibu dengan diabetes gestasional biasanya memiliki ukuran yang lebih besar.

Tes ini juga bisa dilakukan setelah hamil jika wanita memiliki kadar gula darah tinggi selama kehamilan. Atau jika Anda memiliki kadar gula darah rendah setelah melahirkan.

Ini merupakan serangkaian tes yang dilakukan setelah Anda minum cairan manis yang mengandung gula. Jika Anda positif memiliki diabetes gestasional, Anda memiliki risiko diabetes yang lebih tinggi dalam 10 tahun berikutnya, dan Anda harus mendapatkan tes lagi setelah kehamilan.

3. Amniocentesis

Selama amniosentesis, cairan ketuban dikeluarkan dari rahim untuk diuji. Ini berisi sel janin dengan susunan genetik yang sama seperti bayi, serta berbagai bahan kimia yang diproduksi oleh tubuh bayi. Ada beberapa jenis amniosentesis.

Tes amniosentesis genetik untuk kelainan genetik, misalnya spina bifida. Tes ini biasanya dilakukan setelah minggu ke 15 kehamilan. Tes ini dianjurkan jika:

  • Skrining tes saat hamil menunjukkan hasil yang tidak normal.
  • Memiliki kelainan kromosom selama kehamilan sebelumnya.
  • Ibu hamil berusia 35 tahun atau lebih.
  • Memiliki riwayat jeluarga dengan kelainan genetik tertentu.

Tes skrining saat hamil trimester 3

Skrining Strepococcus Group B

Strepococcus Group B (GBS) adalah kelompok bakteri yang dapat menyebabkan infeksi serius pada ibu hamil dan bayi yang baru lahir. GBS pada wanita sehat sering ditemukan di daerah mulut, tenggorokan, saluran pencernaan, dan vagina.

GBS di vagina umumnya tidak berbahaya bagi wanita terlepas dari sedang hamil atau tidaknya. Namun, bisa sangat berbahaya bagi bayi yang baru lahir yang belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. GBS dapat menyebabkan infeksi serius pada bayi yang terinfeksi saat lahir. Tes ini dilakukan dengan mengusap vagina dan rektum ibu hamil pada usia kehamilan ke 35 sampai 37 minggu.

Jika hasil skrining GBS positif, Anda akan diberikan antibiotik saat dalam proses persalinan untuk mengurangi risiko bayi terkena infeksi GBS.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Apa Artinya Jika Hasil Tes Laju Endap Darah Saya Tinggi?

Tes laju endap darah adalah tes yang bertujuan memprediksi adanya penyakit peradangan dalam tubuh. Siapa saja yang butuh tes ini?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Obat sembelit cukup ampuh mengatasi susah BAB. Apa saja obat pencahar yang aman diminum ibu hamil untuk mengatasi sembelit?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
proses terjadinya kehamilan atau pembuahan

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit