home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Perubahan Perilaku Suami Selama Istri Sedang Hamil (Apakah Suami Anda Juga?)

3 Perubahan Perilaku Suami Selama Istri Sedang Hamil (Apakah Suami Anda Juga?)

Saat hamil, ternyata perubahan perilaku tidak hanya dialami oleh kaum ibu saja. Nyatanya perubahan perilaku tersebut juga dirasakan oleh sang suami. Nah, apa saja perubahan perilaku suami selama kehamilan yang paling umum terjadi? Dan kenapa sih umumnya calon ayah akan bertindak aneh selama kehamilan Anda? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini.

Perubahan perilaku suami selama kehamilan

Tidak dipungkiri, kehamilan secara tidak langsung memberikan perubahan yang signifikan pada kehidupan Anda dan suami. Pasalnya, kehamilan membawa kabar kegembiraan bagi kehidupan suami-istri karena mampu menyempurnakan statusnya sebagai seorang wanita dan pria yang akan segera menjadi seorang ibu dan ayah.

Umumnya, saat sedang hamil, beragam perubahan fisik dan psikologis terjadi, tidak hanya bagi istri, suami pun juga ikut mengalami sindrom kehamilan sebagai bentuk rasa senang menyambut anggota baru dalam keluarga. Berikut adalah beberapa perubahan perilaku suami selama kehamilan Anda.

1. Jadi sering mengobrol

Jika sebelum masa kehamilan biasanya suami akan tidur pulas seperti batu, namun nyatanya belakangan ini ia jadi sering mengobrol sebelum tidur dengan si jabang bayi dan tampak seperti kurang tidur. Hal tersebut adalah wajar. Pasalnya, kehamilan ini tidak hanya untuk Anda saja, melainkan kehamilannya juga.

Selain itu, Anda harus ingat, tidak mudah tidur dengan wanita hamil. Pasalnya, selama kehamilan umumnya wanita akan lebih sering bangun di tengah malam untuk buang air kecil yang secara tidak langsung mengganggu kemampuannya untuk bisa tidur nyenyak sepanjang malam.

Meski begitu, sangat penting bagi Anda dan pasangan untuk tetap tidur bersama satu ranjang agar hubungan selama kehamilan terjalain semakin dekat. Jangan sungkan untuk merespon pasangan Anda jika ia sedang mengajak si jabang bayi ngobrol. Hal ini untuk meningkatkan kepekaan dan ikatan batin yang kuat, tidak hanya untuk si jabang bayi, namun juga Anda dan pasangan.

2. Overprotektif

Banyak wanita yang mengaku jika selama kehamilan suami jadi lebih overprotektif. Misalnya, suami mencoba untuk membatasi semua kegiatan yang Anda lakukan, menentukan apa yang harus dimakan dan diminum, selalu menemani beraktivitas, bahkan mengurungkan untuk berhubungan seks karena menyakini nantinya akan melanggar privasi bayi di dalam rahim. Betapapun anehnya perilaku tersebut, harus diketahui pada dasarnya niat seorang calon ayah adalah untuk membantu ibu, melindungi kehamilannya, dan mempersiapkan diri untuk mengasuh anak.

Mekipun terkadang hal tersebut menyebalkan dan membuat Anda merasa tertekan, namun satu hal yang pasti suami Anda hanya ingin memastikan segalanya baik-baik saja untuk keselamatan Anda dan si jabang bayi. Anda harus mengajak suami berbicara dengan dokter atau bidan untuk menentukan perilaku yang benar-benar berisiko dan yang tidak perlu dikhawatirkan. Mendengar langsung dari seorang ahli mungkin akan membuat pasangan Anda lebih merasa percaya jika Anda masih bisa beraktifitas seperti biasa.

3. Respon yang berbeda di kehamilan kedua

Umumnya suami akan bertindak lebih santai dan percaya diri untuk menghadapi kehamilan kedua Anda. Meski begitu, kadang hal ini membuat Anda merasakan respon yang berbeda dibandingkan saat kehamilan pertama dulu. Padahal, di dalam lubuk hati terdalam, Anda masih memiliki kecemasan dan membutuhkan dukungan sama seperti saat suami memperlakukan Anda di kehamilan pertama.

Hal ini bisa terjadi karena pasangan Anda masih terbiasa dengan keberadaan anak pertama sehingga harus menyesuaikan diri jika akan ada anggota baru lagi di dalam hidupnya. Selain itu, pasangan Anda mungkin tidak menyadari betapa pentingnya keterlibatan, perhatian, dan sentuhannya kepada Anda. Nah itu sebabnya, Anda perlu berkomunikasi dengan pasangan Anda.

Katakan padanya dengan lembut dan penuh perhatian, “Saya tahu betapa kamu mencintai anak pertama kita, namun si kecil ini juga membutuhkan begitu banyak cinta dan perhatian kamu.” Lalu ambil tangannya dan letakkan di perut Anda, dan biarkan suami Anda merasakan keterikatan dengan si jabang bayi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Was He Thingking? Bizarre dad-to-be behavior explained – https://www.babycenter.com/0_what-was-he-thinking-bizarre-dad-to-be-behavior-explained_1461096.bc diakses pada 14 Juni 2017

Tips For Husbands Of Pregnant Women –  http://www.healthguidance.org/entry/15448/1/Tips-for-Husbands-of-Pregnant-Women.html diakses pada 14 Juni 2017

What to Expect From Him While You’re Expecting – https://www.babble.com/pregnancy/male-brain-expecting-father-pregnancy-couples-relationship/ diakses pada 14 Juni 2017

Pregnancy, Birth, and Beyond For Dads and Partner – http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/dad-to-be-pregnant-partner.aspx diakses pada 14 Juni 2017

 


Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari pada 24/06/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x