Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Bu, Coba Cara Mengajak Janin Bicara Ini agar Ia Cepat Lahir

    Bu, Coba Cara Mengajak Janin Bicara Ini agar Ia Cepat Lahir

    Bayi sudah bisa mendengar dan membedakan suara yang ada di sekitarnya sejak masih dalam kandungan. Suara-suara tersebut dapat memengaruhi proses tumbuh kembang janin sampai ia sudah lahir nanti. Itu sebabnya, ibu hamil dan calon ayah perlu mengetahui dan menerapkan berbagai cara untuk mengajak janin bicara agar ia cepat lahir.

    Lalu, apa saja caranya? Simak pembahasan di bawah ini untuk tahu bagaimana cara mengajak janin atau bayi bicara dalam kandungan agar cepat lahir dan contoh bentuk komunikasi yang bisa dilakukan.

    Kapan janin sudah bisa diajak bicara?

    Menurut Pregnancy Birth & Baby, pada sekitar minggu ke-18 kehamilan, janin akan mulai mendengar suara tubuh Anda, seperti detak jantung dan suara di perut.

    Sementara itu, janin sudah dapat mendengar suara dari lingkungan luar saat usianya menginjak minggu ke-19 sampai 21 kehamilan.

    Namun, beberapa janin baru akan bisa menanggapi suara yang ia dengar pada awal minggu ke-24, sedangkan yang lainnya mulai antara usia 26 – 30 minggu.

    Sebuah penelitian yang menarik tentang bayi prematur menunjukkan bahwa mereka lebih fokus terhadap suara bernada rendah yang dimiliki oleh ayah daripada suara bernada tinggi khas suara ibu.

    Pentingnya mengajak janin bicara sejak di dalam kandungan

    pergerakan janin

    Para ahli kesehatan dari seluruh dunia menekankan pentingnya bagi para calon orangtua agar terus proaktif untuk ikut menjaga tumbuh kembang bayi selama dalam kandungan.

    Semakin banyak penelitian yang membuktikan bahwa peran orangtua mengajak bicara bayi ternyata memiliki pengaruh yang jauh lebih besar untuk perkembangan calon buah hatinya.

    Berikut adalah beberapa alasan pentingnya berkomunikasi dengan janin yang perlu Anda ketahui.

    1. Membantu menstimulus pendengaran

    Berbicara dengan janin mampu membantu stimulasi pendengaran dan membangun sinapsis atau koneksi neuron di otak yang bertanggung jawab untuk pendengaran.

    2. Membantu dalam perkembangan berbicara

    Berbicara dengan janin di dalam kandungan akan membantu bayi Anda untuk menguasai kata-kata dan bahasa lebih cepat sekaligus membantu dalam pengembangan keterampilan sosial.

    Selain itu, mengajak bicara janin akan meningkatkan kemampuan otak bayi Anda untuk mengingat saat ia lahir.

    3. Membangun rasa aman

    Pastikan untuk mengajak janin bicara sesering mungkin untuk membangun rasa aman sekaligus menjadi salah satu cara agar bayi cepat lahir.

    Studi menunjukkan bahwa suara Anda yang ia dengar akan terasa menenangkan, baik semenjak masih dalam rahim dan ketika Anda akhirnya bisa bertemu mereka sebagai bayi yang baru lahir.

    4. Membantu dalam stimulasi otak

    Bukan hanya ibu, ayah juga perlu memberi perhatian pada anak yang belum lahir. Berkomunikasi dengan janin bisa membantu bayi Anda untuk membedakan suara orang lain dengan suara orangtuanya.

    Biasanya, ayah akan memiliki nada atau intonasi yang tinggi, sedangkan ibu nada rendah.

    Jika bayi Anda mendengar kedua intonasi ini, itu membantu perkembangan otak dan lima indera penting lainnya.

    Mungkin pertama kali akan terasa seperti Anda sedang ngobrol sendiri, tetapi berbicara dengan calon bayi saat mereka masih di dalam kandungan membantu membangun ikatan yang langgeng.

    Terlebih lagi, sering-sering mengajak bayi bicara dapat membantu ia belajar.

    Percakapan yang Anda lakukan dengan si jabang bayi pada trimester ketiga berguna sebagai fondasi kuat bagi perkembangan sosial dan emosional mereka.

    Dengan kata lain, suara Anda bisa menjadi cara mendidik anak sejak dalam kandungan.

    Bagaimana cara mengajak janin bicara di dalam kandungan?

    tumbuh kembang janin

    Ada beragam cara dan contoh yang bisa Anda lakukan untuk mengajak janin bicara dan komunikasi di dalam kandungan agar cepat lahir.

    1. Memijat perut

    Cara menjalin ikatan kuat dengan bayi yang belum lahir adalah dengan memijat perut Anda dengan lembut. Hal ini aman dilakukan setelah tiga bulan pertama kehamilan.

    Anda bisa melakukan pijat sambil bersantai dan berbicara kepada bayi Anda. Ajak juga pasangan Anda untuk membantu memijat perut Anda.

    2. Menyanyikan lagu

    Mendengar suara Anda saat janin masih dalam kandungan akan membantu menciptakan keterikatan yang kuat dengan Anda.

    National Association for Music Education menyarankan para calon orangtua untuk memilih dan menyetel musik yang tepat.

    Sebab, mendengarkan musik saat hamil dapat membantu membentuk kemampuan penguasaan bahasa setelah si Kecil dilahirkan nanti.

    Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan keterampilan motorik halus dan kasar bayi pada masa perkembangannya.

    3. Berjalan-jalan

    Salah satu contoh komunikasi dengan bayi dalam kandungan, yakni dengan berjalan kaki. Cobalah luangkan waktu untuk menjalin ikatan dengan bayi Anda dengan berjalan-jalan.

    Rutinitas berjalan kaki saat hamil dapat memberi Anda ruang untuk memikirkan bayi Anda yang sedang tumbuh tanpa terlalu banyak gangguan atau interupsi.

    Anda bahkan dapat berkomunikasi diam-diam dengan janin yang ada di dalam kandungan sekaligus sebagai cara untuk merangsang bayi agar cepat lahir.

    4. Merespons tendangan bayi

    Ajaklah calon bayi Anda berkomunikasi sesering mungkin. Tanpa Anda sadari, si Kecil akan memberikan respons tertentu terhadap suara yang Anda berikan.

    Respons tersebut biasanya berupa pergerakan kecil, tendangan bayi yang halus, dan sebagainya.

    Semakin sering Anda mengajak bayi bicara, maka ia akan lebih mudah mengenali suara Anda saat ia lahir, lho!

    Gosok baby bump atau tonjolan perut Anda ketika janin bergerak dan menendang kembali ke arah Anda.

    Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada merasakan bayi Anda yang sedang tumbuh merespons sentuhan Anda untuk pertama kalinya.

    5. Memanggil namanya

    Panggil bayi Anda dengan nama atau nama panggilannya. Masukkan namanya ke dalam sebuah lagu atau sesuatu.

    Bayi mungkin akan merespons suara Anda lebih cepat dari yang Anda kira. Anda juga dapat mencobanya ketika melakukan USG saat hamil.

    Nyanyikan lagu yang biasa Anda nyanyikan atau ucapkan namanya dan lihat bagaimana bayi Anda merespons.

    Setelah si Kecil lahir, kebiasaan berkomunikasi ini perlu terus dilanjutkan. Ini dapat membuatnya merasa lebih diperhatikan, sehingga perkembangan motoriknya pun bisa lebih cepat.

    Yuk, ajak si Kecil berbicara dan selalu berikan jaminan bahwa Anda akan selalu menjaganya di mana pun ia berada.

    health-tool-icon

    Penambahan Berat Badan Kehamilan

    Perhitungan ini dapat digunakan untuk perempuan yang ingin melihat kisaran kenaikan berat badan yang sehat selama kehamilan berdasarkan berat badan mereka sebelum hamil.

    28

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    10 ways to bond with your baby bump. (2011, October 4). BabyCentre UK. Retrieved 19 July 2022, from https://www.babycentre.co.uk/a1049630/10-ways-to-bond-with-your-baby-bump

    Help me grow MN. (n.d.). Refer a Child – Help Me Grow MN. Retrieved 19 July 2022, from https://helpmegrowmn.org/HMG/HelpfulRes/Articles/TalkBaby/index.html

    Bonding with your baby during pregnancy. (2022, July 15). Pregnancy, Birth and Baby | Pregnancy Birth and Baby. Retrieved 19 July 2022, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/bonding-with-your-baby-during-pregnancy

    16 ways to bond with your baby while pregnant. (2021, December 9). American Pregnancy Association. Retrieved 19 July 2022, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/while-pregnant/16-ways-to-bond-with-your-baby-while-pregnant/

    (n.d.). Wye Valley NHS Trust. Retrieved 19 July 2022, from https://www.wyevalley.nhs.uk/media/187230/SALT-LEAFLET-talking-to-your-baby-BUMP-Job-No1238.pdf

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui Aug 24
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
    Next article: