backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Segudang Manfaat Makan Jagung untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 18/06/2023

    Segudang Manfaat Makan Jagung untuk Ibu Hamil

    Selama kehamilan, penting bagi ibu untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan gizi saat hamil yang kian meningkat, ibu bisa mengonsumsi jagung yang kaya akan manfaat.

    Bukan hanya karena rasanya yang nikmat dan proses mengolahnya yang mudah, jagung juga mengandung berbagai zat gizi. Beberapa di antaranya yaitu karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, dan asam folat.

    Manfaat jagung untuk ibu hamil

    kalori jagung rebus

    Dengan kandungan gizi yang dimilikinya, berikut adalah berbagai manfaat jagung buat ibu hamil.

    1. Mencukupi kebutuhan energi

    Selama kehamilan, ibu memerlukan asupan energi yang lebih banyak dari biasanya. Sebagai solusinya, ibu bisa membuat camilan hamil sehat dari bahan jagung.

    Jagung merupakan sumber karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga ibu bisa menyimpan lebih banyak energi.

    Tidak perlalu selalu dalam bentuk jagung rebus utuh, ibu juga bisa mengonsumsinya dalam bentuk lain, contohnya tepung jagung.

    2. Membantu mengatasi sembelit

    Mengutip dari laman Kementerian Pertanian, setidaknya terdapat 2,7 gram kandungan serat dalam 100 gram jagung manis.

    Dengan kandungan serat itulah jagung bisa memberikan manfaat untuk mengatasi masalah pencernaan, seperti sembelit pada ibu hamil.

    Perubahan hormon selama kehamilan memang membuat ibu hamil kerap susah buang air besar. Itulah mengapa ibu membutuhkan setidaknya 25–30 gram serat setiap harinya.

    Selain dari mengonsumsi makanan sumber serat, sembelit saat hamil juga perlu diatasi dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    Penting untuk diketahui!

    Sembelit merupakan hal yang wajar terjadi saat hamil karena perubahan hormon. Namun, jangan pernah minum obat sembelit terutama pencahar tanpa sepengetahuan dokter kandungan.

    3. Memenuhi kebutuhan asam folat

    Asam folat (vitamin B9) memiliki peranan penting selama kehamilan karena vitamin ini akan membantu pembentukan sel-sel dan sistem organ pada janin.

    Sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan asam folat saat hamil, ibu bisa mendapatkannya dari jagung.

    Tidak tanggung-tanggung, pada 100 gram jagung setidaknya terdapat 23 µg kandungan asam folat.

    Mengutip dari laman Food and Drugs Administration, kandungan asam folat pada tepung jagung bahkan terbukti mampu membantu melawan risiko neural tube defect (NTD) atau kegagalan penutupan lempeng saraf pada janin.

    4. Menjaga kesehatan mata

    Manfaat jagung untuk ibu hamil selanjutnya adalah menjaga kesehatan mata dengan kandungan antioksidannya. Beberapa jenis antioksidan yang ditemukan dalam jagung adalah lutein dan zeaxanthin.

    Bukan hanya buat ibu hamil, manfaat jagung untuk menjaga kesehatan mata ini juga akan dirasakan oleh janin. Kandungan kedua antioksidan pada jagung bahkan termasuk paling tinggi di antara biji-bijian lainnya.

    5. Membantu mengatasi kram

    Salah satu penyebab kaki kram saat hamil adalah kurangnya asupan kalium. Sebelum hal itu terjadi, ibu bisa mencegahnya dengan mencukupi kebutuhan kalium lewat makan jagung rebus saat hamil.

    Tidak hanya mengatasi kram, asupan kalium selama kehamilan juga akan memberi manfaat lain seperti menjaga kontraksi otot, menjaga kestabilan tekanan darah, hingga menjaga kesehatan plasenta.

    6. Mencegah anemia

    Dengan kandungan asam folat dan zat besi yang dimilikinya, konsumsi jagung dapat membantu menjaga produksi sel darah merah selama kehamilan.

    Sel darah merah memiliki peranan penting dalam membawa oksigen yang mendukung perkembangan janin.

    Selain itu, jika produksi sel darah merah terpenuhi, ibu akan terhindar dari anemia. Anemia pada ibu hamil ditandai dengan rasa lelah, mudah pusing, jantung berdebar, hingga hilangnya kesadaran.

    7. Menjaga perkembangan otak janin

    Jagung merupakan salah satu sumber tiamin (vitamin B1) yang cukup tinggi. Asupan vitamin B1 dari jagung yang ibu makan saat hamil bermanfaat untuk menjaga perkembangan otak janin.

    Tiamin akan membantu pembentukan sel-sel otak janin sehingga secara tidak langsung, vitamin ini juga akan mendukung perkembangan kognitif saat bayi lahir.

    Selain itu, tiamin juga dapat melindungi otak dan meningkatkan daya ingat ibu hamil. Dengan begitu, hal ini dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer di kemudian hari.

    8. Mendukung tumbuh kembang janin

    Bukan hanya asam folat, kandungan protein pada jagung juga akan menjaga perkembangan sel-sel dan jaringan tubuh pada janin.

    Ketika janin memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, risiko bayi lahir cacat akan ikut berkurang.

    Kombinasi asupan protein dan asam folat juga akan membantu menurunkan risiko bibir sumbing hingga kelainan jantung pada bayi. Maka dari itu, tidak heran jika jagung rebus termasuk makanan sehat bagi ibu hamil.

    9. Menjaga kepadatan tulang

    Selain kalsium, fosfor juga berfungsi untuk menguatkan jaringan tulang dan gigi pada ibu hamil. Terlebih, selama kehamilan zat gizi tersebut juga akan terserap oleh janin.

    Jika asupan fosfor dan kalsium tidak terpenuhi, ibu akan rentan mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis.

    Nah, salah satu cara mengurangi risiko osteoporosis adalah dengan makan jagung. Diketahui, dalam 100 gram jagung manis terdapat 256 mg fosfor dan 10 mg kalsium.

    Kandungan fosfor pada jagung juga dapat membantu ibu hamil yang memiliki intoleransi terhadap laktosa.

    Meski begitu, ibu sebaiknya tidak menjadikan jagung sebagai satu-satunya sumber dari berbagai zat gizi yang dibutuhkan selama kehamilan.

    Selalu konsultasikan dengan dokter terkait jenis zat gizi yang Anda butuhkan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 18/06/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan