Jangan Panik! Ini 7 Efek Samping Saat Hamil yang Sering Terjadi

    Jangan Panik! Ini 7 Efek Samping Saat Hamil yang Sering Terjadi

    Setiap pasangan pasti mengidamkan kehamilan untuk segera memiliki buah hati. Selama masa kehamilan, perubahan hormon dalam tubuh juga menimbulkan efek tertentu tubuh wanita. Lalu, apa saja efek samping hamil yang sebaiknya Anda perhatikan?

    Beragam efek samping kehamilan yang perlu diketahui

    Perubahan hormon sebagai tanda-tanda kehamilan juga bisa menyebabkan efek yang terasa mengganggu. Hal ini bisa saja mengejutkan, terlebih bila Anda tidak siap menghadapinya.

    Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, baik pada kehamilan anak pertama, kedua, dan seterusnya.

    Supaya Anda tidak kaget ketika merasakannya, berikut ini beberapa efek samping kehamilan yang penting untuk ibu hamil ketahui.

    1. Mual dan muntah

    hiperemesis gravidarium

    Rasa mual dan muntah yang muncul pada wanita hamil disebut sebagai morning sickness. Tak hanya pada pagi hari, kondisi ini bisa Anda rasakan sepanjang hari.

    Kebanyakan wanita merasakan sering mual dan muntah pada awal trimester pertama. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan bisa berlanjut sampai masa persalinan.

    Belum diketahui dengan jelas apa penyebab morning sickness. Namun, ini diduga disebabkan perubahan hormon yang membuat indra penciuman dan perut ibu hamil lebih sensitif.

    2. Kencing lebih sering

    Sebuah studi dalam jurnal Circulation (2014) menyebutkan volume darah wanita meningkat 20–100% saat hamil. Kenaikan jumlah darah ini memicu banyak cairan menuju ginjal.

    Kelebihan cairan tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk urine. Akibatnya, sering buang air kecil bisa dirasakan sebagai salah satu efek saat hamil.

    Perkembangan janin yang makin besar dalam rahim juga bisa menekan kandung kemih. Hal ini membuat volume urine yang bisa ditampung makin berkurang.

    Ibu hamil akan merasa ingin buang air kecil meski kandung kemih terisi sedikit. Kondisi ini juga bisa memicu inkontinensia urine, kondisi saat urine keluar tiba-tiba tanpa diinginkan.

    3. Keputihan vagina

    Jangan kaget bila keputihan atau cairan dari vagina Anda akan keluar lebih banyak saat hamil.

    Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon estrogen yang diproduksi oleh tubuh dan peredaran darah yang berada dalam vagina.

    Salah satu efek samping kehamilan ini normal terjadi dalam tubuh wanita. Kondisi ini ditandai dengan cairan bertekstur tipis, berwarna bening atau putih susu, dan aromanya ringan.

    Keputihan tidak selalu jadi tanda masalah kehamilan. Akan tetapi, selalu lihat ada tidaknya perubahan warna atau bau yang biasanya menandakan infeksi.

    4. Perut kembung dan bergas

    perut kembung saat hamil

    Hal ini tentu sangat tidak nyaman dan terkadang memalukan, terutama ketika Anda sendawa atau buang angin pada waktu yang tidak tepat.

    Efek hamil ini disebabkan oleh hormon progesteron. Hormon ini membuat jaringan otot polos di dalam saluran pencernaan tubuh Anda menjadi lebih lemas dan rileks.

    Rileksnya otot polos membuat saluran pencernaan berjalan lebih lambat. Hal ini normal, sebab memungkinkan lebih banyak zat gizi yang terserap dan masuk ke dalam janin Anda.

    Meski begitu, kondisi ini juga menghasilkan banyak gas. Perut kembung, sering sendawa, dan kentut menjadi efek samping kehamilan yang wanita akan sering rasakan.

    5. Perut gatal

    Perut gatal saat hamil cukup umum dialami oleh ibu hamil. Masalah pada kulit ini disebabkan oleh peregangan pada kulit perut yang terjadi selama kehamilan.

    Namun, banyak ahli juga yang mengatakan hormon berperan membuat perut Anda menjadi gatal. Meski ini tidak berbahaya, tetapi gatal akan cukup mengganggu aktivitas Anda.

    Untuk mengatasi gatal sehari-hari, dokter umumnya merekomendasikan ibu hamil untuk menghindari panas dan mengolesi kulit yang gatal dengan pelembab.

    6. Kulit berjerawat

    obat jerawat untuk ibu hamil

    Lebih dari 40% wanita mengalami jerawat saat hamil. Hal ini terjadi akibat perubahan hormon mendorong tubuh memproduksi lebih banyak sebum atau minyak pada kulit.

    Kelebihan sebum yang dikombinasikan dengan kotoran dan sel-sel kulit yang melapisi folikel rambut serta pori-pori inilah yang menyebabkan kulit berjerawat.

    Menjaga kebersihan kulit menjadi cara ampuh untuk mengurangi efek hamil ini. Anda cukup mencuci kulit dengan pembersih yang lembut dan jangan memencet jerawat.

    7. Bentuk kaki berubah

    Sebuah studi dalam American Journal of Physical Medicine & Rehabilitation (2013) menemukan 60–70% wanita mengalami perubahan pada kaki mereka selama kehamilan.

    Kondisi ini mendasari timbulnya keluhan kaki sakit saat hamil akibat menahan bobot tubuh yang makin bertambah. Rasa sakit pada kaki kerap muncul pada trimester dua dan tiga.

    Selain bobot yang bertambah, perubahan hormon juga membuat ligamen kaki mengendur dan membuat telapak kaki rata. Bahkan, panjang kaki bisa bertambah 2–10 mm saat hamil.

    Kesimpulan

    Efek samping hamil akan wanita alami selama masa kehamilan. Jika dampak yang dirasakan cukup mengganggu, ada baiknya segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Pregnancy side-effects. (2022). BabyCentre UK. Retrieved November 28, 2022, from https://www.babycentre.co.uk/c529/pregnancy-side-effects

    Unpleasant side effects of pregnancy. (2021). BabyCenter. Retrieved November 28, 2022, from https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/12-icky-pregnancy-side-effects_10312447

    Symptoms of pregnancy: What happens first. (2021). Mayo Clinic. Retrieved November 28, 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/symptoms-of-pregnancy/art-20043853

    Pregnancy acne: What’s the best treatment? (2022). Mayo Clinic. Retrieved November 28, 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/pregnancy-acne/faq-20058045

    Pregnancy & bladder control: Causes, diagnosis & treatment. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved November 28, 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/16094-pregnancy-and-bladder-control

    Sanghavi, M., & Rutherford, J. D. (2014). Cardiovascular physiology of pregnancy. Circulation, 130(12), 1003–1008. https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.114.009029

    Dréno, B., Blouin, E., Moyse, D., Bodokh, I., Knol, A. C., & Khammari, A. (2014). Acne in pregnant women: a French survey. Acta dermato-venereologica, 94(1), 82–83. https://doi.org/10.2340/00015555-1594

    Segal, N. A., Boyer, E. R., Teran-Yengle, P., Glass, N. A., Hillstrom, H. J., & Yack, H. J. (2013). Pregnancy leads to lasting changes in foot structure. American journal of physical medicine & rehabilitation, 92(3), 232–240. https://doi.org/10.1097/PHM.0b013e31827443a9

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 4 days ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa