Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bolehkah Berhubungan Intim Saat Janin Sudah Masuk Panggul?

Bolehkah Berhubungan Intim Saat Janin Sudah Masuk Panggul?

Berhubungan intim saat janin sudah masuk panggul seringkali menjadi hal yang dikhawatirkan oleh pasangan suami istri. Apakah hal tersebut berbahaya atau tidak? Yuk simak penjelasan berikut ya.

Amankah berhubungan intim saat janin sudah masuk panggul?

Pada dasarnya, berhubungan seks saat kehamilan tua atau saat janin sudah masuk panggul tidak berbahaya kok, Bu.

Selama kehamilan ibu sehat dan tidak ada larangan dari dokter, sebenarnya aman-aman saja untuk melakukan hal tersebut. Ada baiknya untuk memahami hal-hal berikut ini saat hendak berhubungan.

1. Penetrasi penis tidak akan mengganggu bayi

Bayi yang berada dalam kandungan terlindungi dengan baik oleh kantung ketuban. Oleh karena itu, Anda tidak perlu kuatir terhadap penetrasi penis.

2. Berhubungan intim saat janin sudah masuk panggul tidak menyebabkan keguguran

Dilansir oleh Jurnal CMAJ, seks saat hamil tidakmenyebabkan keguguran. Meski demikian, jika ibu memiliki riwayat keguguran, sebaiknya menghindari seks saat hamil.

3. Kegiatan ini tidak menyebabkan bayi lahir prematur

Selama kehamilan ibu dalam kondisi sehat dan tidak ada larangan khusus dari dokter, maka tidak masalah untuk berhubungan seks meskipun janin sudah masuk panggul.

4. Carilah posisi yang nyaman jika berhubungan saat janin sudah masuk panggul

Posisi yang disarankan saat berhubungan seks di masa kehamilan yang sudah tua adalah woman on top, doggy style, posisi duduk, atau menggunakan bantal.

Selain itu, hindari melakukan seks oral pada ibu hamil. Menurut Jurnal Ugeskr Laeger, seks oral berisiko menyebabkan emboli air ketuban. Yaitu kondisi air ketuban masuk ke aliran darah ibu.

Berhubungan intim saat janin sudah masuk panggul apakah bermanfaat?

seks anal

Selain aman untuk dilakukan, sebenarnya berhubungan intim saat kehamilan tua dapat memberikan sejumlah manfaat lho, antara lain sebagai berikut.

1. Membantu melancarkan peredaran darah

Aleece Fosnight, konsultan urologi dan seks, mengatakan bahwa orgasme saat hamil dapat menenangkan hormon dan membantu melancarkan peredaran darah, sehingga bermanfaat untuk kesehatan janin.

Seks saat hamil tua juga dapat membuat ibu merasa rileks. Sehingga menjadi lebih tenang selama menunggu hari persalinan tiba.

2. Seks saat hamil tua terasa lebih nikmat

Stephanie Buehler dalam bukunya yang berjudul “Counseling Couples Before, During, and After Pregnancy: Sexuality and Intimacy Issues” mengatakan bahwa melakukan seks saat hamil tua terasa lebih nikmat.

Hal ini karena kondisi hormonal wanita menyebabkan tubuhnya lebih sensitif terhadap sentuhan, lebih mudah terangsang dan orgasme pun akan lebih mudah dan lebih nikmat. daripada hari-hari biasanya.

3. Membantu mempercepat proses persalinan

Birth Issue in Perinatal Care melansir hasil penelitian yang dilakukan terhadap 201 responden ibu hamil, 50,7% di antaranya melakukan upaya alami untuk mempercepat persalinan, seperti berjalan kaki, berhubungan seks, mengonsumsi makanan pedas, dan stimulasi puting.

Meski demikian, menurut penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Obstetrics and Gynecology, dari 93 responden ibu hamil, tidak ditemukan perbedaan yang nyata antara mereka yang melakukan seks dengan yang tidak terhadap cepat atau lambatnya proses persalinan.

Hindari berhubungan saat janin sudah masuk panggul jika mengalami kondisi berikut

seks memperlambat menopause

Meskipun memiliki berbagai manfaat dan cenderung aman untuk dilakukan. Namun, ibu hamil yang mengalami kondisi berikut ini sebaiknya menghindari berhubungan intim saat janin sudah masuk panggul.

1. Mengalami nyeri pada panggul atau perut

Sebaiknya hindari seks jika ibu hamil merasakan nyeri pada perut atau tekanan berlebihan pada panggul. Melansir Jonathan Schaffir dalam Jurnal Obstetrics and Gynecology menyebutkan bahwa kondisi tersebut berisiko menyebabkan persalinan dini.

2. Jika mengalami plasenta previa

Plasenta previa adalah kondisi di mana plasenta menutupi jalan lahir. Sebaiknya hindari berhubungan seks jika ibu mengalami kondisi ini agar tidak membuatnya semakin parah.

3. Ketuban pecah dini

Pada kondisi ketuban pecah dini, terdapat lendir yang keluar sebelum bayi lahir. Jika hal ini terjadi maka berhubungan badan dapat berisiko membuat kandungan terinfeksi.

4. Memiliki riwayat keguguran

Jika memiliki riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya, maka sebaiknya menghindari berhubungan badan saat hamil. Dikhawatirkan, ibu rentan terhadap tekanan dan hormon yang meningkat saat berhubungan intim.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


5. Memiliki riwayat persalinan prematur

Ibu dengan riwayat persalinan prematur sebaiknya tidak berhubungan intim terutama saat bayi sudah masuk ke panggul. Jangan sampai kondisi lahir prematur kembali terulang.

6. Kehamilan kembar

Kehamilan kembar lebih rentan untuk lahir prematur daripada kehamilan biasa. Oleh sebab itu, Anda dan pasangan sebaiknya tidak berhubungan seks untuk menghindari berbagai risiko yang mungkin terjadi.

Berkonsultasilah ke dokter sebelum berhubungan saat janin sudah masuk panggul

Saat kehamilan sudah semakin tua dan janin sudah masuk panggul sebaiknya ibu lebih rutin berkonsultasi ke dokter. Tanyakanlah pada dokter apakah ibu aman untuk berhubungan intim atau tidak.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chaudhry, Z., Fischer, J., & Schaffir, J. (2011). Women’s Use of Nonprescribed Methods to Induce Labor: A Brief Report. Birth, 38(2), 168-171. doi: 10.1111/j.1523-536x.2010.00465.x

Jones, C., Chan, C., & Farine, D. (2011). Sex in pregnancy. Canadian Medical Association Journal, 183(7), 815-818. doi: 10.1503/cmaj.091580

GÖKYILDIZ, Ş., & BEJI, N. (2005). The Effects of Pregnancy on Sexual Life. Journal Of Sex & Marital Therapy, 31(3), 201-215. doi: 10.1080/00926230590513410

Aleece Fosnight. Retrieved 23 March 2021, from https://www.aleecefosnight.com/

Schaffir, J. (2006). Sexual Intercourse at Term and Onset of Labor. Obstetrics & Gynecology, 107(6), 1310-1314. doi: 10.1097/01.aog.0000220507.91904.4a

lyager, a. (2013). Sex-induced air embolism in women. Ugesk Laeger  PMID: 24629465

Tan, P., Andi, A., Azmi, N., & Noraihan, M. (2006). Effect of Coitus at Term on Length of Gestation, Induction of Labor, and Mode of Delivery. Obstetrics & Gynecology, 108(1), 134-140. doi: 10.1097/01.aog.0000223229.83920.af

Stephanie Buehler, P. (2018). Counseling Couples Before, During, and After Pregnancy: Sexuality and Intimacy Issues. Springer Publishing Company.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita