Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi orangtua yang sedang dipenuhi kebahagian menanti-nanti kelahiran anak yang sedang dikandung, kesehatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama. Harapannya adalah masa kehamilan sampai proses persalinan akan berjalan dengan lancar. Namun, banyak hal yang bisa terjadi pada ibu dan bayi di masa kehamilan. Salah satu kemungkinannya adalah muncul kista di indung telur (kista ovarium) ibu hamil. Hal ini tentu membuat calon orangtua merasa gugup dan khawatir. Agar Anda bisa memahami lebih jauh apa itu kista yang muncul pada ibu hamil dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kehamilan, simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal kista pada indung telur

Kista ovarium adalah sejenis tumor jinak. Jarang sekali kista di indung telur bersifat ganas. Kista pada rahim berupa kantong yang terisi cairan atau zat yang agak padat. Biasanya kista ini muncul di indung telur yang terletak di sisi kanan dan kiri rahim ibu hamil.

Muncul kista adalah hal yang umum terjadi, bahkan pada ibu hamil. Biasanya kista sudah terbentuk sebelum terjadinya pembuahan. Akan tetapi, kista tersebut belum terdeteksi sampai ibu hamil melakukan tes ultrasound untuk memeriksakan kehamilan. Pada beberapa kasus, bahkan kemunculan kista tidak disadari dan akan hilang dengan sendirinya.

Ada dua jenis kista yang muncul di indung telur ibu hamil. Yang paling sering ditemukan adalah kista ovarium fungsional dan sifatnya tidak berbahaya atau mengancam. Jenis yang lain adalah kista ovarium patologis. Jenis kista ini adalah tumor yang bisa bersifat jinak maupun ganas. Seiring berjalannya waktu, kista ovarium patologis akan terus bertambah besar jika tidak terdeteksi dan tidak diberi penanganan yang tepat.

Gejala kista saat hamil

Apabila pada indung telur Anda muncul kista, gejala yang harus Anda perhatikan adalah rasa sakit di abdomen (bagian perut) dan panggul. Namun, jika kista ovarium semakin membesar, Anda perlu mewaspadai tanda-tanda yang lebih serius seperti nyeri pada tulang ekor, sangat cepat kenyang, rasa kembung, sering buang air kecil, dan rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual. Hati-hati karena tanda-tanda ini sangat mirip dengan kondisi ibu hamil pada umumnya, sehingga banyak ibu hamil mengabaikan gejala muncul kista ovarium. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda merasa ada perubahan yang tidak wajar pada masa kehamilan.

Pengaruh kista ovarium pada kehamilan

Setelah mendeteksi kemunculan kista di indung telur Anda, biasanya dokter akan memantau dulu perkembangan kista tersebut untuk menentukan tindakan yang diperlukan. Pasalnya, kista saat hamil tak tentu menyebabkan masalah atau komplikasi pada kehamilan. Jika ukuran kista ovarium pada ibu hamil kecil dan tak berbahaya, Anda hanya akan diminta rutin periksa ke dokter kandungan dan menjalani tes ultrasound untuk melihat apakah kista sudah makin mengecil atau hilang seluruhnya.

Kista di indung telur Anda bisa hilang sendiri karena pecah. Biasanya pecahnya kista yang berukuran kecil tidak akan menunjukkan gejala atau tanda-tanda apa pun pada ibu hamil. Namun, jika kista ovarium yang pecah atau terpuntir berukuran cukup besar (di atas 8 sentimeter), ibu hamil akan tiba-tiba merasakan sakit yang cukup parah. Pada beberapa kasus, pecahnya kista ovarium bisa menyebabkan perdarahan dalam yang sering disalahpahami sebagai keguguran. Pada kenyataannya, janin dalam kandungan tidak akan terganggu saat kista di indung telur Anda pecah atau terpuntir.

Apakah kista saat hamil perlu dioperasi?

Kalau kista ovarium yang dideteksi tidak akan membahayakan kandungan atau menghalangi jalan keluarnya bayi saat persalinan, operasi pengangkatan kista ovarium yang tak kunjung mengecil atau hilang bisa dilakukan kira-kira tiga bulan setelah melahirkan.

Ibu hamil perlu berhati-hati jika dokter mendiagnosis kista ovarium Anda berisiko pada kehamilan. Kista yang sudah terlalu besar bisa menekan rongga perut dan menyebabkan sesak napas. Ada juga kasus di mana kista yang tumbuh berisiko menghalangi jalan keluarnya bayi dari kandungan saat persalinan. Biasanya operasi ini akan dilakukan setelah usia kehamilan sudah sekitar 5 bulan untuk menghindari risiko keguguran. Kalau usia kehamilan sudah cukup dewasa dan dokter melihat bahwa perkembangan bayi sudah sempurna, biasanya Anda akan disarankan untuk menjalani operasi caesar.

Selain itu, jika kista yang ditemukan di indung telur Anda telah berkembang menjadi tumor ganas dan berpotensi menjadi kanker ovarium, dokter Anda mungkin menyarankan pengangkatan kista lewat bedah laparoskopi pada usia kehamilan berapa pun. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi. Kemungkinannya sangat kecil, yaitu 1 kasus di antara 32.000 kehamilan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pengganti Nasi yang Lebih Sehat untuk Ibu Hamil

Meskipun nasi boleh dimakan saat hamil, namun ada alternatif makanan pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat yang jauh lebih sehat untuk ibu hamil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Nutrisi, Hidup Sehat 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bayi baru lahir

Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit