Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ibu hamil rentan mengalami sembelit. Selain menyebabkan susah BAB, sembelit juga menimbulkan gejala mengganggu, seperti perut mulas dan kembung. Bila cukup parah, perawatan alami saja mungkin tidak cukup untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil sehingga perlu pakai obat. Lantas, apa saja obat susah BAB atau sembelit (pencahar) yang aman untuk ibu hamil? Lihat rekomendasi obatnya berikut ini.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Amankah bila ibu hamil minum obat sembelit?

obat-obatan saat haji

Penyebab susah BAB saat hamil bisa jadi kombinasi antara perubahan hormonal, membesarnya rahim, serta gaya hidup yang kurang sehat.

Jika sembelit yang Anda alami selama kehamilan tidak kunjung sembuh padahal sudah banyak makan serat dan minum air, minum obat pencahar mungkin bisa jadi solusi.

Itu artinya, obat pencahar boleh diminum ibu hamil ketika cara alami mengatasi sembelit tidak cukup efektif.

Ada berbagai jenis obat pencahar yang tersedia dengan cara kerja yang berbeda-beda. Namun, tidak semua obat pencahar ini aman digunakan oleh ibu hamil.

Obat susah BAB atau sembelit dianggap aman untuk ibu hamil bila tidak menimbulkan efek samping, baik pada ibu maupun janin yang ada di dalam kandungan.

Supaya aman, pastikan ibu hamil melakukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk minum obat pencahar.

Pasalnya, ada obat yang tidak direkomendasikan untuk diminum saat hamil, seperti Pepto Bismol.

Obat yang dikenal juga dengan sebutan bismuth subsalicylate ini efeknya sama dengan aspirin karena mengandung salisilat.

Zat tersebut dapat mengalir ke dalam darah dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pada trimester ketiga atau gangguan perkembangan jantung janin.

Kandungan di dalam obat ini juga dikhawatirkan akan bercampur dengan ASI sehingga menyebabkan masalah pada si kecil selama masa menyusui.

Pilihan obat susah BAB (sembelit) untuk ibu hamil

obat maag kronis

Obat pencahar tersedia dalam berbagai jenis dan memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Berikut ini pilihan obat sembelit yang aman untuk ibu hamil:

1. Obat pencahar pelunak tinja (bulk laxative)

Jenis obat susah BAB atau sembelit ini aman digunakan untuk ibu hamil. Cara kerja obat ini yakni dengan menyerap air sehingga membuat feses lebih bervolume dan lunak.

Tentunya, hal ini bisa mempermudah Anda mendorong feses keluar dari anus.

Sama seperti obat pada umumnya, bulk laxative juga menimbulkan efek samping, yaitu perut kembung, kram, dan bergas.

Contoh obat susah BAB atau sembelit jenis ini yang aman untuk ibu hamil adalah metilselulosa, sekam isphagula, metamucil, dan sterculia.

Saat minum obat ini, pastikan Anda minum banyak air dan tidak mengonsumsinya sebelum tidur. Obat ini memerlukan waktu 2-3 hari untuk bekerja.

2. Obat pencahar osmotik

Laktulosa dan polietilen glikol adalah contoh dari obat pencahar osmotik.

Kedua obat ini tidak dapat dicerna usus sehingga membantu menarik air ke usus untuk melunakkan feses dalam waktu 2-3 hari. Obat pencahar ini aman untuk ibu hamil.

Menurut King Edward Memorial Hospital Adult Medication Monograph, obat pencahar osmotik aman diminum bagi ibu hamil trimester pertama, trimester kedua, hingga trimester ketiga.

Meski jarang terjadi, tetap ada kemungkinan terjadinya efek samping setelah minum obat susah BAB atau sembelit untuk ibu hamil ini, seperti perut kembung dan sering kentut.

Jika digunakan dalam jangka waktu lama, obat ini mungkin akan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang bisa berujung pada dehidrasi.

Sama seperti obat pencahar lain, Anda butuh minum lebih banyak air saat minum obat pencahar osmotik.

3. Obat pencahar stimulan

Contoh obat pencahar jenis ini yang aman untuk atasi sembelit pada ibu hamil adalah Bisacodyl.

Obat ini bekerja dengan cara merangsang pergerakan usus dan meningkatkan kadar air dalam feses.

Penggunaan obat pencahar untuk ibu hamil ini juga dapat menimbulkan efek samping seperti kram perut.

Jika digunakan dalam waktu lama dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

4. Obat pencahar dengan kandungan natrium (docusate sodium)

Docusate sodium (Dioctyl®, Docusol®) bekerja dengan cara merangsang kerja usus agar feses bisa bergerak dengan lebih mudah.

Melansir dari Bumps, obat pencahar docusate sodium dinilai aman diminum ibu hamil. Obat ini tidak berisiko menyebabkan bayi lahir cacat dan tetap bisa berkembang sebagaimana mestinya.

Tips aman minum obat susah BAB (sembelit) untuk ibu hamil

makanan untuk yang punya endometriosis

Meskipun aman, penggunaan obat pencahar tetap memiliki efek samping. Oleh karena itu, ibu hamil tetap harus minum obat dengan hati-hati.

Perhatikan hal-hal penting berikut ini supaya penggunaaan obat pencahar tidak menimbulkan masalah pada ibu hamil:

Hindari minum obat sembelit untuk ibu hamil jangka panjang

Beberapa obat pencahar mengandung gula atau natrium dalam jumlah tinggi. Hal ini tidak baik karena dapat memicu peningkatan tekanan darah atau penumpukan air dalam tubuh.

Sebaiknya hindari obat pencahar saline (larutan garam) yang mengandung magnesium, fosfat, atau kalium, jika Anda memiliki masalah ginjal.

Selain itu, obat pencahar dalam bentuk minyak mineral sebaiknya dihindari.

Ini karena obat pencahar tersebut dapat mengganggu penyerapan vitamin larut lemak dalam tubuh, kecuali jika dokter memberi lampu hijau.

Obat susah BAB tidak boleh digunakan ibu hamil untuk jangka panjang. Terlalu lama atau sering mengonsumsi obat pencahar dapat menyebabkan Anda mengalami diare.

Akibatnya, Anda bisa mengalami dehidrasi dan mengganggu keseimbangan kadar mineral dan garam karena terlalu banyak kehilangan cairan tubuh.

Selalu konsultasi ke dokter

Kehamilan membuat Anda jadi sensitif dengan kandungan obat-obatan tertentu.

Oleh sebab itu, American Pregnancy Association menyarankan ibu hamil lebih dahulu memilih obat pencahar yang ringan.

Bila obat tersebut tidak juga efektif, Anda bisa mencoba obat lain yang lebih kuat dosisnya. Namun, pastikan Anda menggunakan obat tersebut di bawah pengawasan dokter.

Minum obat susah BAB atau sembelit untuk ibu hamil lebih dengan dosis lebih banyak dari rekomendasi dokter berisiko membuat makanan lebih cepat masuk ke usus.

Hal ini tentu dapat mengurangi jumlah nutrisi ibu hamil yang berhasil diserap oleh tubuh.

Alhasil, bukan hanya itu tubuh ibu kekurangan nutrisi, tetapi juga bayi di dalam kandungan.

Imbangi dengan gaya hidup sehat

Obat pencahar memang cukup ampuh untuk mengatasi gejala sembelit pada ibu hamil. Namun, bukan berarti Anda bisa mengesampingkan perawatan alami.

Anda tetap harus mengimbangi pengobatan dengan meningkatkan asupan makanan berserat, perbanyak minum air putih, aktif bergerak, dan tidak lagi menahan BAB.

Jika muncul desakan untuk BAB, segera pergi ke toilet.

Asupan makanan berserat untuk memperlancar BAB bisa ibu hamil dapatkan dari sayuran hijau, buah apel dan pir, dan kacang polong.

Hindari atau batasi makanan cepat saji yang sulit dicerna dan tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil.

Makanan untuk ibu hamil bisa menjadi pilihan yang tepat tetapi tetap disesuaikan dengan kondisi Anda. Pastikan Anda juga cukup minum yakni sekitar 8-12 gelas per hari.

Pilih olahraga yang aman dilakukan ibu hamil saat sembelit, contohnya gerakan-gerakan yoga.

Jika Anda minum suplemen zat besi, sebaiknya kurangi konsumsinya karena suplemen zat besi menjadi salah satu penyebab sembelit saat hamil.

Bicarakan dengan dokter Anda mengenai bagaimana mengatur asupan zat besi ibu hamil dari suplemen dan makanan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Ciri-Ciri pada Tubuh yang Menandakan Anda Kurang Asupan Makanan

Makan kurang dapat membuat berat badan Anda turun. Namun tak hanya itu, kurang asupan makanan juga dapat menunjukkan tanda-tanda lain.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Sembelit Bisa Muncul Padahal Diare Baru Saja Sembuh?

Sembelit dan diare adalah dua kondisi berbeda. Namun, tidak menutup kemungkinan sembelit setelah diare bisa terjadi. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pencernaan, Konstipasi 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
proses terjadinya kehamilan atau pembuahan

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit