Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ibu hamil rentan mengalami sembelit. Penyebab susah BAB selama kehamilan bisa jadi kombinasi antara perubahan hormonal, membesarnya rahim, serta gaya hidup yang kurang sehat. Selain menyebabkan susah BAB, sembelit juga menimbulkan gejala mengganggu, seperti perut mulas dan kembung. Bila cukup parah, perawatan alami saja mungkin tidak cukup untuk mengatasi sembelit sehingga perlu pakai obat. Lantas apa saja obat sembelit (pencahar) yang aman untuk ibu hamil? Lihat rekomendasi obatnya berikut ini.

Ibu hamil boleh minum obat pencahar

obat-obatan saat haji

Jika sembelit yang dialami ibu hamil tidak sembuh-sembuh padahal ibu sudah banyak makan serat dan minum air, minum obat pencahar mungkin menjadi solusi. Itu artinya, obat pencahar boleh diminum ibu hamil ketika perawatan alami tidak cukup efektif mengatasi sembelit.

Ada berbagai jenis obat pencahar yang tersedia dengan cara kerja yang berbeda-beda. Namun, tidak semua obat pencahar ini aman digunakan oleh ibu hamil. Obat sembelit dianggap aman untuk ibu hamil bila tidak menimbulkan efek samping, baik pada ibu maupun janin yang ada di dalam kandungan.

Supaya aman, pastikan ibu hamil melakukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk minum obat pereda sembelit. Pasalnya, ada obat yang tidak semua direkomendasikan untuk diminum, seperti Pepto Bismol.

Obat yang dikenal juga dengan sebutan bismuth subsalicylate ini efeknya sama dengan aspirin karena mengandung salisilat. Zat tersebut dapat mengalir ke dalam darah, dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pada trimester ketiga atau gangguan perkembangan jantung janin.

Zat obat ini juga dikhawatirkan akan bercampur dengan ASI dan menyebabkan masalah pada si kecil selama masa menyusui.

Pilihan obat sembelit untuk ibu hamil

obat maag kronis

Obat pencahar tersedia dalam berbagai jenis dan memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Berikut ini obat pencahar yang aman untuk ibu hamil, antara lain:

Obat pencahar pelunak tinja (bulk laxative)

Jenis obat pencahar ini aman digunakan selama kehamilan. Cara kerjanya adalah menyerap air sehingga membuat feses lebih bervolume dan lunak. Tentunya, hal ini bisa mempermudah Anda mendorong feses keluar dari anus.

Sama seperti obat pada umumnya, bulk laxative juga menimbulkan efek samping, yaitu perut kembung, kram, dan bergas. Contoh obat sembelit jenis ini yang aman untuk ibu hamil adalah metilselulosa, sekam isphagula, metamucil, dan sterculia.

Saat Anda menggunakan obat ini, pastikan Anda minum banyak air dan tidak mengonsumsinya sebelum tidur. Obat ini memerlukan waktu 2-3 hari untuk bekerja

Obat pencahar osmotik

Laktulosa dan polietilen glikol adalah contoh dari obat pencahar osmotik. Kedua obat ini tidak dapat dicerna usus, sehingga membantu menarik air ke usus untuk melunakkan feses dalam waktu 2-3 hari.

Obat pencahar ini aman untuk ibu hamil. Meski jarang terjadi, tetap ada kemungkinan terjadinya efek samping, seperti perut kembung dan sering kentut.

Jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, obat ini mungkin akan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Sama seperti obat pencahar lain, Anda butuh untuk minum banyak air saat menggunakan obat pencahar osmotik.

Obat pencahar stimulan

Contoh obat pencahar jenis ini yang aman untuk atasi sembelit pada ibu hamil adalah Bisacodyl dan Senna. Ketiga obat ini bekerja dengan cara merangsang pergerakan usus dan meningkatkan kadar air dalam feses.

Namun, para ahli menyarankan agar tidak menggunakan Senna selama trimester ketiga karena dapat merangsang kontraksi rahim. Penggunaan obat pencahar untuk ibu hamil ini juga dapat menimbulkan efek samping seperti kram perut, dan jika digunakan dalam waktu lama dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Tips aman minum obat sembelit untuk ibu hamil

makanan untuk yang punya endometriosis

Meskipun aman, penggunaan obat pencahar tetap memiliki risiko efek samping. Oleh karena itu, ibu hamil harus menggunakan obat dengan hati-hati. Perhatikan hal-hal penting berikut ini supaya penggunaaan obat sembelit tidak menimbulkan masalah pada ibu hamil.

Jangan gunakan dalam jangka panjang

Beberapa obat pencahar mengandung gula atau natrium dalam jumlah tinggi. Hal ini tidak baik karena dapat memicu peningkatan tekanan darah atau penumpukan air dalam tubuh.

Sebaiknya hindari obat pencahar saline (larutan garam) yang mengandung magnesium, fosfat, atau kalium, jika Anda memiliki masalah ginjal. Kemudian, obat pencahar dalam bentuk minyak mineral sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu penyerapan vitamin larut lemak dalam tubuh, kecuali jika dokter memberi lampu hijau.

Obat sembelit tidak boleh digunakan ibu hamil untuk jangka panjang. Terlalu lama atau sering mengonsumsi obat pencahar dapat menyebabkan Anda mengalami diare.

Akibatnya, Anda bisa mengalami dehidrasi dan mengganggu keseimbangan kadar mineral dan garam dalam tubuh karena terlalu banyak kehilangan cairan tubuh.

Selalu konsultasi ke dokter

Kehamilan membuat Anda jadi sensitif dengan kandungan obat-obatan tertentu. Oleh sebab itu, American Pregnancy Association menyarankan ibu hamil lebih dahulu memilih obat pencahar ringan yang.

Bila obat tersebut tidak juga efektif, Anda bisa mencoba obat lain yang lebih kuat dosisnya. Namun, pastikan Anda menggunakan obat tersebut di bawah pengawasan dokter.

Imbangi dengan gaya hidup sehat

Obat pencahar memang cukup ampuh untuk mengatasi gejala sembelit pada ibu hamil. Namun, bukan berarti Anda mengesampingkan perawatan alami. Anda tetap harus mengimbangi pengobatan dengan meningkatkan asupan makanan berserat, perbanyak minum air putih, aktif bergerak, dan tidak lagi menahan BAB. Jika muncul desakan untuk BAB, segera pergi ke toilet.

Asupan makanan berserat bisa ibu hamil dapatkan dari sayuran hijau, buah apel dan pir, dan kacang polong. Hindari atau batasi makanan cepat saji yang sulit dicerna dan tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil. Pastikan Anda cukup minum, sekitar 8 gelas per hari.

Pilih olahraga yang aman dilakukan ibu hamil saat sembelit, contohnya gerakan-gerakan yoga.

Jika Anda mengonsumsi suplemen zat besi, sebaiknya kurangi konsumsinya karena suplemen zat besi menjadi salah satu penyebab sembelit saat hamil. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai bagaimana mengatur asupan zat besi dari suplemen dan makanan yang dibutuhkan saat hamil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

    Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

    Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

    Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

    Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

    Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    minum antidepresan saat hamil

    Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    korset perut setelah melahirkan

    Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    perkembangan janin 14 minggu

    Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

    Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit