Bolehkah Ibu Hamil Minum Ibuprofen untuk Redakan Nyeri?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/08/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ibuprofen adalah obat pereda nyeri yang efektif mengatasi sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, serta nyeri akibat pilek. Ibuprofen relatif aman dalam dosis kecil, tapi ibu hamil tidak disarankan untuk minum obat ini karena dapat berisiko terhadap masalah kehamilan.

Apa saja efek samping ibuprofen terhadap kehamilan? Lalu, apa jenis obat pereda nyeri yang lebih aman untuk ibu hamil?

Efek ibuprofen untuk kesehatan janin dan ibu hamil

Ibuprofen adalah obat pereda nyeri yang termasuk dalam golongan obat antiradang nonsteroid (NSAID). Obat ini bekerja dengan menghambat produksi hormon prostaglandin sebagai respons tubuh terhadap nyeri dan cedera.

Sekitar 30% persen ibu hamil minum ibuprofen selama trimester pertama kehamilan. Penyebab rasa nyeri biasanya berasal dari perubahan hormon, stres, peregangan otot perut, dan perut kembung akibat produksi gas berlebih.

Mengonsumsi satu dosis ibuprofen memang tidak berbahaya untuk janin ataupun ibu hamil. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi ibuprofen secara rutin terbukti dapat mengganggu perkembangan janin.

Setelah dicerna, ibuprofen akan memasuki aliran darah ibu menuju plasenta. Obat ini mampu menembus plasenta dan berdampak langsung terhadap perkembangan tubuh janin.

Risiko kesehatan bervariasi pada tiap trimester, berikut di antaranya:

1. Trimester pertama dan kedua

Dokter kandungan biasanya tidak akan memperbolehkan ibu hamil untuk mengonsumsi ibuprofen pada usia kehamilan ini, kecuali terdapat kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskannya.

Pasalnya, obat ini sudah bisa memengaruhi kehamilan sejak trimester awal. 

Konsumsi ibuprofen pada trimester pertama dapat meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, janin juga berisiko mengalami kelainan jantung, kelainan posisi testis, serta kecacatan pada dinding perut.

Salah satu hasil penelitian yang dimuat dalam laman Bumps turut menemukan hubungan antara konsumsi ibuprofen dengan beberapa penyakit lain. Di antaranya spina bifida (kecacatan pada tulang belakang), bibir sumbing, dan kelainan plasenta.

Meski demikian, temuan ini masih perlu dikaji lebih lanjut karena efek ibuprofen untuk ibu hamil pada trimester awal cukup bervariasi dibandingkan trimester akhir.

Penyakit tertentu yang diderita ibu hamil juga bisa memengaruhi proses kehamilan.

minum melatonin saat hamil

2. Trimester ketiga

Ibu yang hamil pada trimester ketiga tidak disarankan untuk mengonsumsi ibuprofen, kecuali dokter menyarankan sebaliknya.

Hal ini disebabkan karena ibuprofen dapat mengganggu perkembangan plasenta dan janin selama periode tersebut.

Konsumsi ibuprofen secara rutin membuat salah satu jalur pada jantung janin menutup lebih awal. Dampaknya, jantung dan paru kekurangan pasokan darah kaya oksigen.

Kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan organ hingga kematian. Ibuprofen juga disinyalir menyebabkan kelainan yang disebut oligohidramnion jika digunakan untuk ibu hamil.

Kelainan tersebut ditandai dengan jumlah air ketuban yang sangat sedikit. Jika air ketuban kurang, janin dapat mengalami hambatan perkembangan yang berakibat fatal.

Selain membahayakan janin, ibu hamil juga tidak disarankan untuk minum ibuprofen karena dapat memengaruhi persalinan.

Konsumsi ibuprofen seminggu sebelum bersalin dapat memperpanjang proses persalinan dan meningkatkan risiko perdarahan.

Untuk ibu hamil, ibuprofen bukanlah pilihan obat pereda nyeri yang tepat karena efeknya begitu besar terhadap janin. Sebagai gantinya, Anda dapat memilih paracetamol yang lebih aman dengan efek samping ringan.

Gunakan dosis yang paling kecil dan perhatikan jumlah yang Anda minum. Jika rasa nyeri tidak kunjung hilang atau Anda merasakan efek samping lain, berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan obat yang lebih sesuai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dua Metode Menghilangkan Noda Merah Bekas Jerawat

Saat jerawat hilang, bukan berarti masalah selesai. Masih ada noda merah yang mengganggu selama berminggu-minggu ke depan. Begini menghilangkannya.

Ditulis oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Penyakit Kulit, Jerawat, Health Centers 14/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Saat Sedang Rutin Minum Obat Tidur Resep, Bolehkah Tiba-tiba Menghentikan Konsumsinya?

Segala jenis obat, termasuk obat tidur, punya aturan minumnya masing-masing. Lantas, bolehkah berhenti minum obat tidur resep di tengah jalan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 12/11/2019 . Waktu baca 5 menit

Sama-sama Redakan Nyeri, Pahami Beda Acetaminophen, Aspirin, dan Ibuprofen

Banyak yang mengira bahwa obat pereda nyeri, seperti aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen sama khasiatnya, namun tahukah Anda ketiganya punya perbedaan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 12/11/2019 . Waktu baca 5 menit

3 Kunci Atasi Pegal dan Nyeri Otot bagi Orang Kantoran yang Super Sibuk

Rutinitas bekerja plus menerjang kemacetan setiap hari tak ayal membuat tubuh nyeri dan pegal. Intip cara menghilangkan pegal setelah bekerja di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nyeri Kronis, Health Centers 06/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum obat puasa

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19/04/2020 . Waktu baca 4 menit
jenis obat sirup yang harus dikocok

Mengapa Obat Sirup Harus Dikocok Sebelum Diminum?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020 . Waktu baca 4 menit
minum obat dengan air dingin

Bolehkah Minum Obat dengan Air Dingin? Apakah Ada Dampaknya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit
obat asam urat dan kolesterol

Beragam Pilihan Obat Asam Urat dan Kolesterol Tinggi yang Ampuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27/01/2020 . Waktu baca 4 menit