Bolehkah Ibu Menggendong Anak Saat Hamil?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Boleh tidak ya, menggendong anak saat hamil? Pertanyaan ini sering diajukan bagi para ibu hamil yang sedang mengalami kehamilan kedua. Seorang ibu, secara refleks akan mengangkat dan menggendong anaknya meskipun ia lupa bahwa dirinya sedang hamil.

Apa ini sama dengan kasus mengangkat benda berat saat hamil? Sebenarnya hampir sama, tetapi proses dan bahayanya berbeda. Simak penjelasannya di bawah ini.

Menggendong saat hamil aman-aman saja, asal…

Menggendong anak saat hamil sebetulnya aman untuk para ibu. Terlebih jika kehamilannya, masih berada di trimester awal. Tetapi jika tubuh Anda merasakan gejala yang menunjukan penolakan, baiknya Anda hentikan menggendong anak saat hamil. Hal tersebut disebabkan oleh banyak tekanan pada punggung bawah Anda.

Perubahan tubuh pada awal kehamilan  juga dapat membuat Anda lebih rentan terhadap pusing ketika berdiri. Jadi, jika Anda menggendong dan mengangkat balita ke atas, Anda mungkin merasa lemah atau pusing secara perlahan.

Tidak semua ibu hamil diizinkan menggendong anak

Tidak semua kondisi kehamilan diizinkan menggendong anak saat hamil. Ketika hamil, tubuh Anda akan memproduksi hormon relaksin 10 kali lebih banyak dari normalnya. Fungsi peningkatan produksi ini bertujuan agar panggul Anda siap saat proses melahirkan. Karena fungsi relaxin melemaskan sendi-sendi di tubuh Anda, mungkin ibu hamil akan mengalami nyeri sendi dan peradangan saat menggendong.

Perut ibu hamil yang membesar juga akan menyebabkan gravitasi tubuh ibu hamil melemah. Mengingat jumlah tekanan di punggung akan berpotensi menyebabkan jatuh saat hamil, maka jika kehamilan sudah besar (trimester akhir), baiknya hindari dahulu kegiatan menggendong anak.

Bagaimana cara menggendong anak yang benar saat hamil?

Nah, coba perhatikan cara menggendong anak saat hamil yang benar. Ketika Anda akan menggendong, tekuk lutut Anda daripada harus membungkuk. Setelah Anak telah ada di dekapan, posisikan punggung selurus mungkin. Jangan terlalu membungkuk dan jangan terlalu ke belakang posisi punggungnya. Gunakan alas kaki yang nyaman (flat shoes atau sendal jepit) dan alasnya tidak licin.

Menggendong anak saat hamil mungkin sebagai salah satu tujuan untuk menunjukkan kasih sayang ibu pada anak. Tapi bagaimana kalau dokter melarang menggendong anak saat hamil? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan, pertama Anda bisa mendorong anak dengan kereta dorong dan lakukan saja sambil berjalan-jalan kecil (ingat, ibu hamil tetap tidak boleh terlalu lelah).

Hindari menggendong tiba-tiba, karena ketika ada gerakan mendadak, tubuh belum sepenuhnya siap. Peningkatan aliran darah ke otak saat hamil juga akan membuat ibu pusing, mual, dan bisa saja pingsan jika menggendong anak terlalu berat.

Risiko menggendong anak saat hamil

Beberapa studi menunjukkan bahwa sering mengangkat barang berat (atau menggendong anak, sama saja) saat hamil dapat sedikit meningkatkan risiko mengalami keguguran atau bayi lahir dengan berat rendah. Studi lain menemukan bahwa mengangkat beban lebih dari 7 kilogram selama awal kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklampsia.

Namun banyak juga studi lain yang menunjukkan hasil bertentangan. Wanita yang berisiko untuk persalinan prematur terutama mungkin perlu untuk menghentikan menggendong yang berat-berat setelah trimester pertama.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
cat kuku kutek

Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit