Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Rainbow Baby, Merayakan Kelahiran Setelah Pengalaman Keguguran

Rainbow Baby, Merayakan Kelahiran Setelah Pengalaman Keguguran

Memiliki rainbow baby tentu menjadi hal yang didambakan oleh setiap pasangan. Pasalnya ini merupakan harapan baru untuk memiliki anak lagi. Apa itu rainbow baby dan bagaimana mempersiapkan diri dalam menanti kehadirannya?

Apa itu rainbow baby?

kasur tempat tidur bayi

Menurut dr. Jennifer Kulp-Makarov, dikutip dari Parents.com, rainbow baby adalah istilah untuk bayi yang lahir selamat setelah sebelumnya ibu pernah mengalami keguguran atau kematian bayi pada kehamilan sebelumnya, baik kematian saat dalam kandungan ataupun setelah dilahirkan.

Istilah ini terinspirasi dari pelangi setelah badai, yaitu sebuah harapan dan kebahagiaan setelah peristiwa yang menyedihkan.

Rainbow baby vs sunshine baby

Selain rainbow baby, ada istilah lain yang mungkin pernah Anda dapati yaitu sunshine baby. Meskipun makna dari kedua istilah ini mirip, sebenarnya terdapat perbedaan.

Rainbow baby ditujukan kepada bayi yang lahir dengan sehat setelah keguguran atau kematian bayi di kehamilan sebelumnya. Sementara sunshine baby ditujukan kepada bayi yang lahir sebelum keguguran atau kematian bayi di kehamilan berikutnya.

[embed-community-8]

Apa yang perlu Anda perhatikan dalam menanti rainbow baby?

Menanti lahirnya bayi merupakan hal yang mendebarkan. Pasalnya, ada rasa takut yang menghantui bahwa kejadian buruk sebelumnya akan terulang kembali. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

1. Perhatikan siklus haid Anda

Beberapa ibu yang mengalami keguguran karena tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Akibatnya ia lalai dalam menjaga kandungannya. Untuk mencegah agar hal ini tidak terulang kembali, usahakan agar selalu memperhatikan siklus haid Anda.

Jika Anda terlambat datang bulan, segeralah lakukan tes kehamilan. Lebih baik mengetahui sejak dini apakah Anda hamil atau tidak.

Cobalah menghitung siklus haid dengan menggunakan kalender ataupun kalkulator masa subur. Periksakan diri ke dokter jika mengalami gangguan menstruasi seperti terlambat datang haid atau haid dua kali dalam sebulan.

2. Berkonsultasi ke dokter sejak awal kehamilan

inversio uteri

Berkonsultasilah ke dokter secara rutin sejak minggu pertama kehamilan. Sampaikan hal-hal yang menjadi masalah pada kehamilan sebelumnya yang dicurigai sebagai penyebab keguguran. Dokter akan menyarankan upaya pencegahan agar hal itu tidak terulang lagi.

Mintalah saran dokter untuk melakukan pemeriksaan tertentu jika pada kehamilan sebelumnya Anda menderita suatu penyakit. Harapannya agar si rainbow baby dapat lahir dengan sehat tanpa terganggu oleh penyakit tersebut.

3. Pantau perkembangan janin Anda

Dengan memantau perkembangan janin secara rutin, Anda dapat mengetahui apakah bayi dalam kandungan Anda bertumbuh dengan baik. Selain itu, rutinitas ini memungkinkan Anda untuk segera mengantisipasi jika terdapat masalah.

Anda dapat melakukan pemeriksaan USG saat hamil setiap bulan atau setiap 3 bulan sekali untuk memantau perkembangan si rainbow baby dalam kandungan.

4. Hitung tendangan bayi dalam perut

Memasuki usia kehamilan 28 minggu, bayi biasanya sudah mulai menendang. Disarankan untuk menghitung jumlah tendangan si kecil. Anda bisa melakukan ini pada waktu yang sama setiap harinya, misalnya di pagi atau malam hari.

Perhitungan ini akan membantu Anda untuk memantau apakah bayi bergerak dengan normal atau tidak dan waspada jika pergerakan si kecil menurun.

Melansir March of Dimes, bayi berhenti bergerak merupakan salah satu ciri kematian janin dalam kandungan.

5. Kelola emosi

Menanti kelahiran rainbow baby bagi sejumlah ibu merupakan kondisi yang membuat cemas. Trauma akibat kehilangan bayi pada kehamilan sebelumnya sangat mungkin masih membayangi.

Rasa trauma ini dapat memicu stres yang berdampak buruk pada keseimbangan hormonal, baik saat hamil maupun setelah melahirkan.

Menurut National Institute of Mental Health, sekitar 8 dari 10 ibu mengalami baby blues. Adapun 14 persen di antaranya mengalami depresi setelah melahirkan dan 19,3 persen ibu yang depresi melakukan upaya menyakiti diri sendiri.

Fokus


6. Abaikan komentar orang lain

Tidak jarang ibu menerima komentar buruk terhadap masalah kehamilan dan persalinan yang sebelumnya ibu hadapi. Komentar ini bisa datang dari pihak keluarga, teman maupun tetangga di sekitar rumah.

Hal ini terkadang sangat menyakitkan bahkan mengarah pada kekerasan verbal. Untuk menjaga emosi, sebisa mungkin abaikan komentar-komentar tersebut. Yakinlah bahwa Anda yang lebih tahu keadaan diri sendiri dan harapan untuk memiliki rainbow baby masih ada.

7. Butuh waktu untuk mempersiapkan diri memiliki rainbow baby

Bisa jadi ibu merasa tertekan dan mengharap segera dikaruniai anak hanya demi membungkam anggapan-anggapan buruk yang ada di sekeliling Anda.

Padahal mungkin Anda butuh waktu untuk mempersiapkan diri untuk hamil lagi. Meskipun keinginan memiliki rainbow baby pasti ada, sebaiknya ibu tidak memaksakan diri.

Perlu Anda pahami bahwa keputusan untuk hamil adalah hak Anda pribadi sebagai seorang ibu. Oleh karena itu, jalanilah program kehamilan karena keinginan sendiri bukan karena tuntutan dari pihak manapun.

[embed-health-tool-due-date]

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rainbow baby – Wikipedia. (2021). Retrieved 2 June 2021, from https://en.wikipedia.org/wiki/Rainbow_baby

NIMH » Perinatal Depression. (2021). Retrieved 2 June 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/perinatal-depression/

Wisner, K., Sit, D., McShea, M., Rizzo, D., Zoretich, R., & Hughes, C. et al. (2013). Onset Timing, Thoughts of Self-harm, and Diagnoses in Postpartum Women With Screen-Positive Depression Findings. JAMA Psychiatry, 70(5), 490. doi: 10.1001/jamapsychiatry.2013.87

What It Means to Be a ‘Rainbow Baby’ and Why Rainbow Babies Are Beautiful. (2020). Retrieved 2 June 2021, from https://www.parents.com/baby/what-it-means-to-be-a-rainbow-baby-and-why-rainbow-babies-are-beautiful/

Stillbirth. (2017). Retrieved 2 June 2021, from https://www.marchofdimes.org/complications/stillbirth.aspx

Miscarriage. (2017). Retrieved 2 June 2021, from https://www.marchofdimes.org/complications/miscarriage.aspx

Pregnancy after miscarriage: Trying again. (2019). Retrieved 2 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/pregnancy-after-miscarriage/art-20044134

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita