home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bolehkah Ibu Menggendong Anak Saat Hamil?

Bolehkah Ibu Menggendong Anak Saat Hamil?

Boleh tidak ya, menggendong anak saat hamil? Pertanyaan ini sering diajukan bagi para ibu yang berada dalam masa kehamilan. Seorang ibu, secara refleks akan mengangkat dan menggendong anaknya sehingga ia lupa bahwa dirinya sedang hamil. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Menggendong anak saat hamil, boleh atau tidak?

menggendong anak saat hamil

Apabila ibu sudah pernah mengalami kehamilan, bukan menjadi hal yang asing jika mengalami masalah atau keluhan saat hamil.

Salah satunya adalah pusing hingga merasa kelelahan karena merupakan hal yang umum terjadi karena perubahan hormonal.

Perubahan tubuh pada trimester awal kehamilan juga dapat membuat Anda lebih rentan mengalami pusing ketika berdiri.

Sebenarnya, ibu boleh saja menggendong anak saat hamil. Terutama ketika Anda tidak mempunyai kondisi kesehatan tertentu.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan Anda mengalami rasa lemah, pusing, hingga kram pada area otot setelah menggendong anak.

Mengutip dari American Pregnancy Association, perkembangan janin dalam rahim mengakibatkan perubahan tubuh untuk memberikan ruang.

Rahim yang membesar ini yang menjadi penyebab kram atau rasa tarikan otot pada area perut.

Maka dari itu, ibu sebaiknya menghindari menggendong anak pada masa trimester akhir kehamilan karena meningkatkan risiko jatuh karena tekanan di punggung.

Hal ini karena perut yang semakin membesar akan mengakibatkan gravitasi tubuh menjadi semakin melemah.

Walaupun normal terjadi, tidak ada salahnya ibu berkonsultasi dengan dokter perihal menggendong anak saat hamil. Sama halnya pula seperti mencari tahu apa saja pekerjaan rumah tangga yang aman.

Tips aman menggendong anak saat hamil

menggendong anak saat hamil

Setiap ibu hamil mempunyai kondisi fisik yang berbeda-beda. Namun, walaupun Anda merasa kuat tidak ada salahnya untuk tetap berhati-hati ketika menggendong si kecil.

Tentunya, hal ini perlu dilakukan sama halnya ketika Anda beraktivitas seperti mengangkat barang.

Berikut adalah cara atau tips aman yang bisa ibu lakukan untuk menggendong anak saat hamil, di antaranya adalah:

1. Menekuk lutut

Pertama, coba perhatikan cara menggendong anak saat hamil yang benar. Rentangkan kaki terlebih dahulu agar bisa menopang tubuh dengan maksimal.

Lalu, tekuk lutut Anda bukan pinggang atau punggung sehingga tidak membuat tubuh jadi membungkuk.

Menekuk lutut secara otomatis akan menghasilkan tenaga lebih pada otot kaku dan pinggul sehingga ibu merasa lebih nyaman saat menggendong si kecil.

2. Meluruskan area punggung

Setelah mendekap anak, posisikan punggung selurus mungkin. Jangan terlalu membungkuk dan jangan terlalu ke belakang.

Ibu perlu memosisikan punggung serta tulang belakang agar tetap lurus untuk menghindari kemungkinan risiko cedera. Gendong. lalu angkat anak secara perlahan dengan menggunakan otot pinggul serta lutut.

Hindari menggendong si kecil saat hamil secara tiba-tiba karena ketika ada gerakan mendadak, tubuh belum sepenuhnya siap.

Peningkatan aliran darah ke otak saat hamil juga dapat membuat ibu merasa pusing, mual, dan bisa saja pingsan saat hamil.

3. Gunakan stroller

Menggendong anak saat hamil adalah salah satu cara ibu untuk tetap menunjukkan perhatian serta kasih sayang kepada anak.

Akan tetapi, kalau kondisi tidak memungkinkan, Anda bisa tetap memberikan perhatian dengan ajak si kecil mengelilingi taman komplek menggunakan stroller kesayangannya.

Risiko menggendong anak saat hamil

risiko menggendong anak saat hamil

Sebenarnya, baik sedang hamil atau tidak ibu perlu mengetahui bagaimana posisi menggendong anak yang tepat.

Berikut adalah beberapa risiko menggendong anak yang mungkin saja terjadi pada ibu hamil, seperti:

1. Cedera

Wanita hamil mempunyai risiko lebih tinggi mengalami cedera saat mengangkat atau menggendong si kecil.

Alasannya adalah karena perubahan hormon saat hamil dapat memengaruhi ligamen serta persendian tulang belakang

Tak hanya itu saja, cedera juga bisa terjadi karena perbedaan postur tubuh, keseimbangan menurun, hingga ketidakmampuan mendekap anak lebih dekat dari biasanya.

2. Komplikasi kehamilan

Pada sebagian wanita, kondisi ini bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti melahirkan bayi prematur, berat badan lahir rendah, hingga keguguran.

Komplikasi yang cukup parah juga mungkin saja terjadi jika tidak tepat menggendong si kecil saat hamil seperti hernia.

Lakukan aktivitas harian seperti biasa karena kehamilan bukan menjadi halangan. Akan tetapi, ketahui kondisi tubuh Anda untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Mintalah bantuan orang lain jika ibu merasa sedang tidak mampu untuk mengangkat barang atau menggendong saat hamil.

Jangan lupa untuk selalu konsultasikan dengan dokter mengenai apa saja perubuhan yang Anda rasakan saat hamil.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Physical Demands – Reproductive Health | NIOSH | CDC. (2021). Retrieved 17 May 2021, from https://www.cdc.gov/niosh/topics/repro/physicaldemands.html

Lifting During Pregnancy: Risks and Safe Techniques. (2014). Retrieved 17 May 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/is-it-safe/lifting-pregnancy-9888/

Can bumping my pregnant belly hurt the baby? | Your Pregnancy Matters | UT Southwestern Medical Center. (2021). Retrieved 17 May 2021, from https://utswmed.org/medblog/can-bumping-my-pregnant-belly-hurt-baby/

6 tips for being pregnant with a toddler: carrying, kicking and the emotional upheaval. (2019). Retrieved 17 May 2021, from https://www.nct.org.uk/pregnancy/having-another-baby/6-tips-for-being-pregnant-toddler-carrying-kicking-and-emotional-upheaval

Encyclopedia, M., & way, L. (2021). Lifting and bending the right way: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 17 May 2021, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000414.htm

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x