backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Leukosit Tinggi pada Ibu Hamil, Apakah Berbahaya?

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Leukosit Tinggi pada Ibu Hamil, Apakah Berbahaya?

Leukosit atau sel darah putih menjadi bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Namun, apa jadinya bila kadar leukosit tinggi pada ibu hamil? Apakah kondisi ini berbahaya atau justru normal? Untuk mengetahuinya, simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Apa itu leukosit tinggi pada ibu hamil?

Leukosit tinggi atau leukositosis adalah suatu kondisi saat kadar sel darah putih di dalam tubuh meningkat di atas normal.

Sebenarnya, leukositosis pada ibu hamil adalah hal yang wajar. Hal ini berkaitan dengan perubahan tubuh ibu hamil untuk mendukung perkembangan janin selama kehamilan.

Menurut studi yang dimuat dalam jurnal EBioMedicine (2021), kadar leukosit rata-rata pada ibu hamil berkisar antara 5.700–15.000 sel per mikroliter darah.

Sementara itu, laporan lain menyebutkan bahwa batas atas dari tingkat leukosit ibu hamil berkisar antara 13.800–19.600 sel per mikroliter darah.

Namun, bila kadar leukosit ibu hamil sangat tinggi dan disertai dengan gejala lain, hal ini bisa menandakan masalah kehamilan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Apakah leukosit tinggi pada ibu hamil selalu berbahaya?

Leukositosis pada ibu hamil tidak selalu berbahaya. Namun, kadar leukosit yang sangat tinggi (di atas 15.000 sel per mikroliter darah) disertai gejala berupa demam atau tekanan darah tinggi bisa menandakan infeksi atau kondisi medis lainnya.

Tanda dan gejala leukosit tinggi pada ibu hamil

Perlu diketahui bahwa leukosit tinggi pada ibu hamil mungkin tidak memiliki ciri tertentu.

Namun, bila hal ini disebabkan oleh infeksi atau kondisi medis lain, Anda mungkin mengalami gejala lain berupa:

  • demam,
  • tidak enak badan,
  • kelelahan yang berlebihan,
  • berkeringat pada malam hari,
  • nyeri otot dan sendi, tergantung pada lokasi infeksi,
  • pembengkakan kelenjar getah bening,
  • kesulitan bernapas,
  • mual dan muntah, dan
  • rasa nyeri saat buang air kecil.

Gejala leukositosis bisa bervariasi, tergantung pada penyebab utama dari peningkatan leukosit.

Apabila Anda mencurigai tanda atau gejala tertentu, ada baiknya konsultasikan dengan dokter untuk bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penyebab leukosit tinggi pada ibu hamil

obat demam untuk ibu hamil

Secara umum, terdapat dua kondisi utama yang mampu menyebabkan jumlah sel darah putih naik selama masa kehamilan, yakni dari infeksi atau kondisi non-infeksi.

1. Infeksi

Infeksi merupakan penyebab paling umum dari leukositosis selama kehamilan. Berikut ini adalah beberapa jenis infeksi yang paling sering terjadi pada ibu hamil.

  • Infeksi saluran kemih (ISK). Perubahan kadar hormon kehamilan bisa memengaruhi kondisi jaringan saluran kemih dan membuat ibu lebih rentan untuk terkena infeksi. Kebiasaan menahan kencing juga meningkatkan risiko ISK pada ibu hamil.
  • Infeksi jamur vagina. Kadar estrogen yang meningkat membuat vagina menghasilkan lebih banyak glikogen. Hal ini membuat ragi Candida albicans penyebab infeksi jamur vagina lebih mudah tumbuh subur.
  • Bacterial vaginosis (BV). Infeksi bakteri yang menyerang vagina ini dapat terjadi pada satu dari lima ibu hamil. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormon kehamilan.

2. Kondisi non-infeksi

Tingkat leukosit tinggi dapat juga disebabkan oleh peradangan pada tubuh ibu hamil yang tidak disebabkan oleh infeksi. Beberapa penyebabnya adalah sebagai berikut.

  • Stres yang parah. Kehamilan adalah kondisi yang dapat menimbulkan stres, baik fisik maupun emosional. Stres yang parah dan berkepanjangan bisa memengaruhi jumlah leukosit dalam tubuh ibu hamil.
  • Penyakit autoimun. Beberapa kondisi, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan penyakit radang usus (IBD), bisa menyebabkan peradangan kronis yang memicu leukositosis.
  • Preeklampsia. Leukositosis juga bisa terkait dengan komplikasi kehamilan serius yang ditandai tekanan darah tinggi dan protein dalam urine.
  • Kanker atau tumor tertentu. Kadar sel darah putih yang terlalu tinggi, bahkan sampai 100.000 sel per mikroliter darah, bisa menandakan leukemia pada ibu hamil.
  • Efek samping obat-obatan. Penggunaan obat, seperti kortikosteroid, dapat membuat jumlah sel darah putih meningkat untuk sementara waktu.

Artikel terkait

Diagnosis leukosit tinggi pada ibu hamil

Untuk mendiagnosis leukosit tinggi, dokter terlebih dahulu akan bertanya mengenai gejala dan riwayat kesehatan yang Anda miliki.

Kemudian, dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui tanda-tanda infeksi atau kondisi lain yang mungkin menjadi penyebab leukosit tinggi pada ibu hamil.

Leukositosis dapat didiagnosis dengan melihat kadar leukosit melalui tes darah lengkap (CBC).

Peningkatan kadar leukosit dalam jumlah kecil (5.000–15.000 sel per mikroliter) adalah hal yang normal bagi ibu hamil. Namun, kadar leukosit di atas 15.000 sel per mikroliter perlu diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan dapat berupa tes urine untuk ISK, tes swab untuk infeksi vagina, dan tes pencitraan untuk mencari infeksi dan peradangan di dalam tubuh.

Penanganan leukosit tinggi pada ibu hamil

masalah ibu hamil

Karena leukositosis bisa disebabkan oleh beberapa kondisi yang berbeda, pengobatannya juga bervariasi sesuai dengan penyebabnya.

Beberapa jenis pengobatan untuk menangani leukosit tinggi pada ibu hamil adalah sebagai berikut.

  • Pemakaian obat-obatan, seperti antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri dan antijamur untuk mengatasi infeksi jamur.
  • Perawatan untuk peradangan, seperti obat kortikosteroid untuk meredakan peradangan.
  • Kemoterapi, terapi radiasi, atau transplantasi sumsum tulang untuk leukemia.
  • Perubahan gaya hidup untuk mengelola stres dan gangguan kecemasan.

Lain halnya dengan pengobatan leukositosis untuk orang dewasa pada umumnya, pengobatan bagi ibu hamil tentu harus dilakukan secara hati-hati.

Dokter tentu akan memilih opsi pengobatan yang paling efektif dan aman bagi kehamilan Anda.

Setelah memulai perawatan, dokter akan memantau kadar sel darah putih selama pemeriksaan kehamilan rutin untuk mengetahui perkembangan kondisi Anda.

Pencegahan leukosit tinggi pada ibu hamil

Meski tidak semua kasus leukositosis bisa dicegah, terdapat beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan risiko komplikasinya.

  • Mencuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan diri untuk mencegah paparan virus, bakteri, atau jamur penyebab infeksi.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang untuk menjaga kekebalan tubuh.
  • Melakukan olahraga untuk ibu hamil secara rutin untuk menjaga kesehatan tubuh, misalnya dengan berjalan kaki atau berenang.
  • Memastikan istirahat yang cukup, yakni dengan tidur 7–9 jam setiap malam.
  • Mengelola stres dengan melakukan yoga, meditasi, dan hal-hal yang menyenangkan.
  • Salah satu langkah untuk mencegah infeksi yakni dengan vaksinasi. Konsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui jenis vaksin yang aman untuk ibu hamil dan janin.

    Leukosit tinggi pada ibu hamil perlu mendapatkan perhatian meskipun tidak selalu berbahaya.

    Apabila Anda merasa khawatir tentang kondisi ini, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter agar Anda mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

    Kesimpulan

    • Leukosit tinggi (leukositosis) adalah kondisi peningkatan sel darah putih di dalam tubuh.
    • Kondisi ini mungkin dianggap normal selama kehamilan, tetapi kadar leukosit yang sangat tinggi bisa menandakan masalah kesehatan.
    • Leukosit tinggi pada ibu hamil dapat disebabkan oleh infeksi, stres, gangguan autoimun, efek samping obat, preeklampsia, hingga jenis kanker tertentu.
    • Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat bila leukosit tinggi pada ibu ibu hamil disertai demam, kelelahan, dan nyeri otot yang parah.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan