Pilihan Obat Demam untuk Ibu Hamil dan Perawatannya di Rumah

Pilihan Obat Demam untuk Ibu Hamil dan Perawatannya di Rumah

Demam saat hamil cukup umum terjadi dan biasanya bukan kondisi yang serius atau berbahaya bagi ibu dan janin. Namun, demam saat hamil dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Itulah mengapa demam saat hamil tetap perlu ditangani dengan tepat. Yuk, kenali obat dan pengobatan demam untuk ibu hamil!

Penyebab demam pada ibu hamil

demam tinggi saat hamil

Ibu hamil bisa dikatakan mengalami demam jika suhu tubuh melebihi suhu tubuh normal, yaitu mencapai 38 derajat Celsius atau lebih selama lebih dari 24 jam.

Sama seperti kondisi demam pada umumnya, demam saat hamil juga umumnya menjadi tanda atau gejala infeksi yang sedang dialami oleh tubuh.

Infeksi tersebut bisa terjadi akibat virus, bakteri, atau penyebab infeksi lainnya.

Beberapa jenis infeksi saat hamil yang bisa menimbulkan demam pada ibu hamil, di antaranya sebagai berikut:

  • flu,
  • tonsilitis,
  • flu perut (gastroenteritis),
  • infeksi ginjal (pielonefritis),
  • radang paru-paru (pneumonia), dan
  • infeksi saluran kemih.

Pilihan obat demam untuk ibu hamil

Meski umumnya bukan kondisi yang serius atau berbahaya, demam saat hamil tetap perlu ditangani secara tepat sesuai dengan masing-masing penyebabnya.

Untuk mengatasi demam saat hamil, berikut beberapa pilihan obat demam yang aman untuk ibu hamil.

1. Paracetamol

Dilansir dari Royal Hospital for Women, jenis obat pereda demam yang paling aman untuk ibu hamil adalah paracetamol.

Bukan hanya bisa membuat tubuh ibu terasa lebih baik, obat ini bisa membantu menurunkan suhu tubuh.

Meski bisa diperoleh secara bebas tanpa resep dokter, sebaiknya tetap lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat apapun saat sedang hamil, termasuk paracetamol.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau aturan pemakaian obat yang ada di kemasan. Jangan melebihkan dosis atau jangka waktu pemakaian obat.

Walau aman untuk janin di dalam kandungan, mengonsumsi terlalu banyak paracetamol bisa menimbulkan gangguan pada liver ibu dan juga jain.

Selain itu, ibu hamil juga sebaiknya tidak menggunakan jenis obat pereda demam lainnya, seperti aspirin atau ibuprofen.

Meski sama-sama bisa meredakan demam, penggunaan obat-obatan tersebut selama hamil bisa menimbulkan efek samping baik pada ibu maupun janin.

2. Obat antivirus

Infeksi virus sebenarnya sering kali bisa sembuh sendiri. Namun, pada ibu hamil, infeksi di dalam tubuh bisa menimbulkan dampak yang lebih parah dibandingkan pada orang lain yang tidak hamil.

Oleh karena itu, jika demam terjadi akibat infeksi virus saat hamil, obat antivirus mungkin perlu digunakan sebagai obat penurun panas untuk ibu hamil.

Obat ini berfungsi untuk membunuh virus penyebab infeksi di dalam tubuh.

Obat antivirus umumnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter dan paling ampuh jika digunakan dalam 2 hari sejak gejala muncul pertama kali.

3. Obat antibiotik

Apabila infeksi disebabkan oleh bakteri, maka jenis obat yang perlu digunakan adalah antibiotik.

Dalam meredakan demam, obat antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri yang menjadi penyebab infeksi.

Dokter akan menentukan jenis antibiotik yang aman sesuai dengan kondisi masing-masing ibu hamil dan janin.

4. Obat antijamur

Untuk mengatasi demam yang terjadi akibat infeksi jamur, pengobatan perlu dilakukan dengan obat antijamur.

Infeksi jamur cukup rentan terjadi selama masa kehamilan. Pengobatan rumahan atu obat alami umumnya tidak disarankan untuk ibu hamil.

Obat antijamur digunakan untuk membunuh jamur penyebab infeksi. Beberapa obat antijamur yang bisa digunakan oleh ibu hamil, di antaranya miconazole, clotrimazole, dan butoconazole.

Meski terbukti bisa menimbulkan dampak buruk pada kehamilan di hewan, penggunaan obat-obatan tersebut pada ibu hamil masih bisa dipertimbangkan jika manfaat obat lebih besar dari risikonya.

Pengobatan lain untuk meredakan demam saat hamil

berkeringat saat demam

Selain pilihan obat-obatan di atas, ada juga cara menurunkan panas bagi ibu hamil yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah, yaitu sebagai berikut.

  • Beristirahat dan gunakan kompres dingin di dahi untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
  • Mandi dengan air hangat untuk membuka pori-pori kulit agar hawa panas di dalam tubuh bisa segera keluar. Hindari mandi dengan air dingin karena bisa membuat tubuh kedinginan dan suhu tubuh bertambah panas.
  • Minum lebih banyak air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu mendinginkan tubuh dari dalam.
  • Gunakan kipas angin, tetapi jangan langsung diarahkan ke tubuh. Cukup atur kipas angin pada kecepatan paling rendah dan biarkan anginnya mengalir di dalam ruangan agar suhu tubuh bisa lebih cepat turun.
  • Pakai pakaian yang tipis. Jika tubuh merasa kedinginan, cukup gunakan selimut yang tipis.
  • Tetap berada di dalam ruangan yang sejuk. Hindari berada di luar ruangan terlalu lama.

Kapan harus ke dokter jika demam saat hamil?

Jika ibu hamil merasa khawatir dengan kondisi demam yang dialami, konsultasi ke dokter bisa dilakukan untuk memastikan kondisinya.

Mengingat demam bisa meningkatkan risiko kelainan pada janin, pemeriksaan oleh dokter mungkin perlu dilakukan untuk melihat kondisi ibu dan janin di dalam kandungan.

Terlebih jika timbul gejala yang lebih serius, di antaranya sebagai berikut.

  • Nyeri dada atau sesak napas.
  • Batuk lebih dari 7 hari.
  • Diare atau tinja mengandung darah.
  • Nyeri punggung, sakit perut, atau mual dan muntah.
  • Rasa haus terus-menerus.
  • Jarang buang air kecil atau jumlah urine sedikit.
  • Urine berwarna gelap.
  • Pergerakan janin dirasa berkurang.

Pemeriksaan ke dokter juga perlu dilakukan bisa demam tidak kunjung sembuh setelah dilakukan pengobatan seperti yang telah disebutkan di atas.

Untuk mencegah kondisi bertambah parah, jaga jarak dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang sakit.

Tubuh ibu akan lebih rentan terhadap penyebab penyakit selama masa kehamilan. Hal ini bisa bertambah parah saat ibu sedang sakit, termasuk saat demam.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sass, L., Urhoj, S.K., Kjærgaard, J. et al. Fever in pregnancy and the risk of congenital malformations: a cohort study. BMC Pregnancy Childbirth 17, 413 (2017). https://doi.org/10.1186/s12884-017-1585-0

Fever | Hyperthermia. (2022). Retrieved 22 August 2022, from https://mothertobaby.org/fact-sheets/hyperthermia-pregnancy/pdf/

Influenza (Flu). (2022). Retrieved 22 August 2022, from https://www.cdc.gov/flu/highrisk/pregnant.htm

Treating for Two: Medicine and Pregnancy. (2022). Retrieved 22 August 2022, from https://www.cdc.gov/pregnancy/meds/treatingfortwo/index.html

Fever and Pregnancy. (2022). Retrieved 22 August 2022, from https://seslhd.health.nsw.gov.au/sites/default/files/groups/Royal_Hospital_for_Women/Mothersafe/documents/feverpregnancy20.pdf

Bremer, L., Goletzke, J., Wiessner, C., Pagenkemper, M., Gehbauer, C., & Becher, H. et al. (2017). Paracetamol Medication During Pregnancy: Insights on Intake Frequencies, Dosages and Effects on Hematopoietic Stem Cell Populations in Cord Blood From a Longitudinal Prospective Pregnancy Cohort. Ebiomedicine26, 146-151. https://doi.org/10.1016/j.ebiom.2017.10.023

Dreier, J., Andersen, A., & Berg-Beckhoff, G. (2014). Systematic Review and Meta-analyses: Fever in Pregnancy and Health Impacts in the Offspring. Pediatrics133(3), e674-e688. https://doi.org/10.1542/peds.2013-3205

Fever: First aid. (2022). Retrieved 22 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-fever/basics/art-20056685

Flu & Fever During Pregnancy: Complications and Treatment​ – HealthXchange. (2022). Retrieved 22 August 2022, from https://www.healthxchange.sg/women/pregnancy/flu-fever-pregnancy-complications-treatment

Hornig, M., Bresnahan, M., Che, X., Schultz, A., Ukaigwe, J., & Eddy, M. et al. (2017). Prenatal fever and autism risk. Molecular Psychiatry23(3), 759-766. https://doi.org/10.1038/mp.2017.119

Israel, B. (2022). Fever in early pregnancy linked to birth defects, animal study shows. Retrieved 22 August 2022, from https://news.berkeley.edu/2017/10/11/fever-in-early-pregnancy-linked-to-birth-defects-animal-study-shows/

Pregnancy – medication, drugs and alcohol – Better Health Channel. (2022). Retrieved 22 August 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/pregnancy-medication-drugs-and-alcohol

What antibiotics are safe during pregnancy?. (2022). Retrieved 22 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/antibiotics-and-pregnancy/faq-20058542

Yeast infection during pregnancy. (2022). Retrieved 22 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginitis/expert-answers/yeast-infection-during-pregnancy/faq-20058355

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Reikha Pratiwi Diperbarui Aug 30
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto