home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Dada Terasa Sakit Saat Hamil, Normalkah?

Dada Terasa Sakit Saat Hamil, Normalkah?
Apakah dada sakit saat hamil pertanda bahaya?|Apa saja penyebab dada sakit saat hamil?|Cara mengatasi dada sakit saat hamil|Kapan harus ke dokter?

Dari berbagai keluhan ibu hamil, salah satu yang kerap dirasakan adalah dada yang terasa sakit. Lantas, apakah dada sakit saat hamil itu normal atau justru tanda bahaya? Simak apa saja penyebab dan cara mengatasinya!

Apakah dada sakit saat hamil pertanda bahaya?

Tekanan di area jantung dan sistem peredaran darah merupakan kondisi yang kerap dialami wanita di masa kehamilan.

Di masa ini, volume darah Anda meningkat hingga 50 persen untuk menutrisi perkembangan bayi. Kondisi inilah yang membuat wanita bisa mengalami dada sakit atau nyeri saat hamil.

Dikutip dari Tommy’s, dada yang nyeri saat hamil cukup mengkhawatirkan. Akan tetapi, tidak semua masalahnya berasal dari jantung.

Maka dari itu, Anda sebaiknya memberi tahu dokter mengenai apa saja gejala yang dirasakan untuk mencegah komplikasi kehamilan lainnya.

Apa saja penyebab dada sakit saat hamil?

Merasakan sakit dada saat hamil secara tiba-tiba mungkin membuat Anda khawatir.

Tenang dulu, meskipun tampak menakutkan, masalah ini tidak selalu menandakan suatu kondisi yang membahayakan.

Pada umumnya, nyeri dada saat hamil disebabkan oleh berbagai hal yang terkait dengan kehamilan dan perkembangan janin.

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab nyeri atau sakit dada saat hamil, di antaranya adalah:

1. Pelebaran tulang rusuk

Selama kehamilan, tulang rusuk akan melebar sehingga membuat otot-otot di dada menjadi renggang.

Tekanan pada diafragma, tulang rusuk, serta otot pada dada inilah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri dan sesak napas.

Hal ini akan terus berlanjut seiring semakin berkembangnya bayi dalam kandungan.

2. Gangguan pencernaan

Makanan yang mengandung gas, pedas, atau yang tidak cocok dengan kondisi perut Anda kadang bisa menimbulkan gangguan pencernaan.

Gas yang dihasilkan oleh makanan tersebut akan naik dan berada di antara bagian dada dan perut, yakni ulu hati.

Rasa nyeri dan tidak nyaman ini biasanya bisa naik sampai ke dada hingga menyebabkan dada nyeri saat hamil.

3. Heartburn

Heartburn adalah sensasi perih atau panas di bagian dada karena asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh makanan tertentu.

Namun, saat hamil, kadar hormon progesteron meningkat sehingga melemahkan otot kerongkongan dan menjadi terlalu kendur.

Inilah yang membuat asam lambung mudah kembali naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan dada sakit saat hamil.

4. Tekanan dari bayi

Semakin tua usia kehamilan Anda, semakin besar pula ukuran bayi di dalam perut.

Perubahan pada ukuran bayi dan perut akan memberikan tekanan lebih pada tulang rusuk atau diafragma sehingga memicu dada sakit saat hamil.

5. Stres

Stres saat hamil tidak hanya memberikan pengaruh besar pada kondisi bayi dalam kandungan, tubuh Anda pun turut merasakan imbasnya.

Salah satunya mengakibatkan dada terasa nyeri karena otot dada menegang dan sesak.

6. Perubahan ukuran payudara

Banyak perubahan yang akan Anda alami selama masa kehamilan, salah satunya adalah ukuran payudara yang semakin membesar.

Ini bisa berdampak pada munculnya sesak napas atau nyeri dada akibat ketegangan otot dan sendi di bagian dada.

7. Serangan jantung

Dada sakit yang rasanya seperti tertimpa benda berat, terutama terjadi di sebelah kiri, merupakan salah satu pertanda serangan jantung saat hamil.

Biasanya, serangan jantung saat hamil juga disertai oleh gejala lainnya seperti pusing, sesak napas, mati rasa di beberapa anggota tubuh, serta keringat dingin.

8. Deep vein thrombosis (DVT)

Deep vein thrombosis atau trombosit vena dalam adalah istilah medis untuk menggambarkan adanya gumpalan darah di pembuluh darah vena.

Kehamilan biasanya akan meningkatkan risiko gumpalan pembuluh darah yang terletak di panggul dan kaki.

Gumpalan darah ini bisa menjalar di dalam tubuh hingga mencapai dada.

Itu sebabnya, Anda akan merasakan dada nyeri ketika bernapas, detak jantung cepat, sesak napas, hingga batuk berdarah saat hamil.

Cara mengatasi dada sakit saat hamil

Dokter akan memberikan beberapa jenis obat-obatan untuk kasus tertentu ketika dada sakit saat hamil.

Biasanya, obat diberikan jika kondisi ini sudah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari yang disertai dengan pusing, sesak napas, dan tubuh melemah.

Anda akan dianjurkan mengonsumsi vitamin, sekaligus memperbanyak ragam makanan harian demi memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil.

Khususnya makanan yang kaya akan kandungan mineral, zat besi, kalsium, dan magnesium.

Tidak hanya itu saja, ada pula beberapa perawatan yang juga bisa membantu mengatasi sakit dada saat hamil, yaitu:

1. Memperhatikan postur tubuh

Bila selama ini Anda terbiasa membungkuk, entah itu saat duduk atau berdiri, sebaiknya ubah menjadi postur tubuh yang baik mulai sekarang.

Postur tubuh bungkuk dapat memengaruhi paru-paru, yang membuatnya seolah tidak memiliki cukup ruang untuk bernapas.

Solusinya, usahakan untuk selalu duduk dan berdiri dengan posisi tegak guna memudahkan proses pernapasan sekaligus mengatasi dada sakit saat hamil.

2. Mengelola stres

Luangkan waktu selama beberapa kali dalam seminggu untuk ikut kelas yoga atau meditasi.

Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa melakukan kegiatan ini sendiri di rumah.

Melakukan meditasi maupun yoga bisa cukup membantu menenangkan tubuh dari stres dan penat yang seolah membebani tubuh.

Dengan begitu, kemungkinan munculnya dada nyeri saat hamil bisa lebih diminimalisir.

3. Hindari pemicu dari makanan dan minuman

Selama masa kehamilan, Anda tidak dianjurkan untuk merokok, minum alkohol, makan makanan berminyak dan pedas, serta mengonsumsi kafein.

Teh, kopi, dan cokelat merupakan sumber kafein yang jumlah konsumsinya harus dibatasi atau bahkan dihilangkan sama sekali.

Intinya, sebisa mungkin hindari konsumsi makanan maupun minuman yang bisa menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan.

Pasalnya, hal tersebut bisa memicu naiknya asam lambung sehingga membuat dada sakit saat hamil.

Sebagai gantinya, konsumsi makanan dan minuman yang dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian.

Porsi makan juga bisa diakali jadi lebih sedikit tapi sering guna mencegah sakit perut dan asam lambung naik.

4. Istirahat yang cukup

Hindari melakukan terlalu banyak aktivitas karena ditakutkan bisa membuat dada semakin terasa nyeri saat sedang hamil.

Pastikan juga waktu istirahat Anda cukup alias tidak terlalu berlebihan dan tidak pula kurang.

Sementara itu, cobalah beberapa posisi tidur yang setidaknya juga dapat membuat kondisi Anda lebih nyaman.

Supaya lebih nyaman, coba gunakan bantal yang lebih tinggi sebagai penyangga kepala saat tidur. Cara ini akan memudahkan Anda untuk bernapas dengan lega.

Lalu, ingatlah untuk menghindari langsung merebahkan tubuh maupun tidur setelah makan karena bisa menimbulkan masalah pencernaan.

Kapan harus ke dokter?

Dalam beberapa kasus, nyeri dada selama kehamilan dapat menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres dengan tubuh Anda.

Hanya saja, Anda tidak bisa langsung menebak apakah kondisi ini termasuk wajar atau tidak sebelum mengetahui apa penyebab yang mendasarinya.

Maka, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter tentang apa saja yang Anda rasakan selama kehamilan.

Apalagi, jika kondisi dada sakit saat hamil tak kunjung membaik, bahkan semakin memburuk setiap hari.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Jika diperlukan, dokter juga akan memberi obat untuk mengurangi rasa nyeri yang aman bagi Anda dan bayi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pregnant women should be aware of heart disease symptoms. (2016). Retrieved 15 December 2020, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/blogs-and-stories/im-pregnant/pregnancy-news-and-blogs/pregnant-women-should-be-aware-heart-disease-symptoms

Chest Pain During Pregnancy: Causes & Treatment | UPMC. (2016). Retrieved 15 December 2020, from https://share.upmc.com/2016/12/chest-pain-during-pregnancy/

Managing heart conditions during pregnancy. (2020). Retrieved 15 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20045977

Medicine, N. (2020). Cardiac Signs and Symptoms During Pregnancy. Retrieved 15 December 2020, from https://www.nm.org/conditions-and-care-areas/cardiovascular-care/preventive-cardiology/heart-disease-and-pregnancy/cardiac-signs-and-symptoms-during-pregnancy

Neuberger, F., & Nelson-Piercy, C. (2015). Acute presentation of the pregnant patient. Clinical Medicine, 15(4), 372-376. doi: 10.7861/clinmedicine.15-4-372

Malachi, R. (2014). 7 Causes Of Chest Pain During Pregnancy And Home Remedies. Retrieved 15 December 2020, from https://www.momjunction.com/articles/serious-causes-chest-pain-infection-pregnancy_0085567/#gref

Pregnancy and Heartburn. (2020). Retrieved 15 December 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=pregnancy-and-heartburn-134-10

Heart Disease and Pregnancy Symptoms, Diagnosis, Treatment and Prevention | Aurora Health Care. (2020). Retrieved 15 December 2020, from https://www.aurorahealthcare.org/services/heart-vascular/conditions/heart-disease-pregnancy#Services-and-Treatment

Anxiety and pregnancy. (2020). Retrieved 15 December 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/anxiety-and-pregnancy

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 03/01/2021
x