Mengetahui bayi meninggal dalam kandungan terasa sangat menyakitkan. Buah hati yang telah dinanti-nantikan ternyata harus tiada sebelum sempat untuk terlahir ke dunia.
Mengetahui bayi meninggal dalam kandungan terasa sangat menyakitkan. Buah hati yang telah dinanti-nantikan ternyata harus tiada sebelum sempat untuk terlahir ke dunia.

Dokter dan bidan akan melakukan beberapa cara untuk mengeluarkan bayi yang meninggal di dalam kandungan. Tindakan ini bertujuan agar pemulihan ibu berjalan dengan optimal.
Dalam dunia medis, bayi yang meninggal dalam kandungan disebut stillbirth. Kondisi ini terjadi saat janin meninggal di dalam kandungan setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu.
Kabar buruk ini mungkin membuat ibu kaget, bingung, frustrasi, serta tidak tahu apa yang harus diperbuat setelah mengetahuinya.
Namun, dokter dan bidan akan memberikan dukungan emosional dan prosedur yang diperlukan untuk mengeluarkan bayi yang meninggal dalam kandungan dengan cara yang aman.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada hampir dua juta kasus stillbirth setiap tahunnya dengan lebih dari 40% kasus terjadi selama proses persalinan.
Secara umum, penyebab stillbirth bervariasi, baik itu dipengaruhi oleh kondisi ibu maupun janin. Berikut ini adalah penyebab umum bayi meninggal dalam kandungan atau setelah lahir.

Saat mengetahui hal ini, bayi yang meninggal dalam kandungan harus segera dikeluarkan. Ibu harus mempersiapkan dirinya untuk menjalani proses melahirkan.
Ibu diharapkan sudah mengikhlaskan dan masih memiliki tenaga untuk melahirkan bayinya yang sudah meninggal untuk menghindari komplikasi serius yang mungkin terjadi.
Di bawah ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan bayi yang meninggal di dalam kandungan, tergantung pada kondisi ibu dan usia kehamilan.
Dokter dapat memberikan induksi persalinan pada saat itu juga untuk merangsang kontraksi rahim sehingga ibu bisa cepat melahirkan dengan normal melalui vagina.
Jika leher rahim atau serviks belum melebar, dokter akan memberikan obat prostaglandin pada vagina ibu untuk merangsang pelebaran leher rahim.
Ibu mungkin juga diberikan infus oksitosin untuk merangsang kontraksi rahim. Umumnya, ibu hamil membutuhkan waktu 6–12 jam untuk memulai persalinan setelah memperoleh induksi.
Cara mengeluarkan bayi meninggal dalam kandungan ini dapat dilakukan ketika usia kehamilan sudah cukup bulan atau mendekati cukup bulan.
Dikutip dari Cleveland Clinic, persalinan umumnya dapat dimulai secara alami dalam waktu dua minggu setelah bayi meninggal di dalam kandungan.
Namun, bila ibu berpotensi mengalami infeksi akibat komplikasi kehamilan ini, dokter cenderung menyarankan untuk langsung mengeluarkan bayi dari dalam rahim.
Beberapa ibu mungkin disarankan untuk mengeluarkan bayinya lewat prosedur operasi caesar.
Prosedur ini pada umumnya disarankan bila posisi bayi sungsang, ukuran bayi lebih besar dari panggul ibu, ibu mengalami kelainan plasenta, atau ibu hamil kembar.
Operasi caesar dilakukan untuk menghindari komplikasi selama persalinan, seperti perdarahan.
Selain dengan melahirkan normal atau operasi caesar, pengeluaran bayi lahir mati juga dapat dilakukan dengan prosedur dilatasi dan kuretase (D&C).
Dalam prosedur yang umum dikenal sebagai kuret ini, leher rahim akan diperlebar dan jaringan janin akan dikeluarkan dengan alat khusus.
Kuret biasanya dilakukan bila usia kehamilan masih dalam trimester kedua. Prosedur ini punya komplikasi lebih sedikit daripada induksi sebagai upaya untuk melahirkan normal.

Setelah melahirkan bayi lahir mati, tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan. Anda mungkin perlu dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.
Beberapa hari setelah melahirkan, payudara Anda dapat mengeluarkan ASI. Ini merupakan hal yang normal dan akan berhenti seiring dengan berjalannya waktu.
Menerima kehilangan buah hati tidaklah mudah. Namun, dukungan dari orang terdekat, utamanya suami, akan sangat membantu ibu dalam proses pemulihan emosionalnya.
Sangat wajar bagi ibu yang baru saja kehilangan calon buah hatinya untuk merasa sedih. Akan tetapi, terimalah bantuan bila Anda membutuhkannya.
Beberapa ibu mungkin memiliki dorongan yang kuat untuk hamil lagi. Jika Anda pun demikian, berkonsultasilah dengan dokter untuk membuat persiapan kehamilan yang lebih baik.
Mengetahui penyebab kematian bayi dapat membantu Anda mengurangi risiko terulangnya komplikasi ini pada kehamilan berikutnya.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Stillbirth. (2019). World Health Organization. Retrieved July 26, 2024, from https://www.who.int/health-topics/stillbirth
Stillbirth: Surviving emotionally. (n.d.). American Pregnancy Association. Retrieved July 26, 2024, from https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/pregnancy-loss/stillborn/
What is a stillbirth? (2024). Pregnancy, Birth and Baby. Retrieved July 26, 2024, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/what-is-a-stillbirth
Stillbirth: How common, causes, symptoms & support. (2023). Cleveland Clinic. Retrieved July 26, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9685-stillbirth
Management of stillbirth. (2020). American College of Obstetricians and Gynecologists. Retrieved July 26, 2024, from https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/obstetric-care-consensus/articles/2020/03/management-of-stillbirth
Boyle, A., Preslar, J. P., Hogue, C. J., Silver, R. M., Reddy, U. M., Goldenberg, R. L., Stoll, B. J., Varner, M. W., Conway, D. L., Saade, G. R., Bukowski, R., & Dudley, D. J. (2017). Route of Delivery in Women With Stillbirth: Results From the Stillbirth Collaborative Research Network. Obstetrics and gynecology, 129(4), 693–698. https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000001935
Versi Terbaru
14/08/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Edria
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro