Apa Benar Kehamilan Pertama Rentan Keguguran?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Keguguran tentu menyakitkan bagi setiap calon ibu. Namun, bukan berarti merupakan sebuah kegagalan. Setelah keguguran, Anda masih bisa kok untuk memiliki kehamilan lagi. Keguguran ini merupakan hal yang umum dan bisa terjadi pada siapa pun. Mungkin Anda merasa kehamilan pertama lebih rentan keguguran. Tapi, ini belum tentu terjadi pada setiap ibu.

Apakah benar kehamilan pertama rentan keguguran?

Seringnya, Anda mungkin mendengar bahwa keguguran lebih rentan terjadi saat kehamilan pertama. Namun, nyatanya ini tidak berlaku untuk semua ibu hamil. Ibu hamil berisiko keguguran atau tidak, ini tergantung pada kondisi setiap ibu hamil. Bahkan, keguguran terjadi tanpa diketahui apa itu penyebabnya, pada wanita yang baru pertama kali hamil atau wanita yang sudah berkali-kali hamil dan punya anak.

Keguguran sangat wajar terjadi. Bahkan, menurut penelitian keguguran bisa terjadi pada setiap 1 dari 5 kehamilan. Ibu hamil sangat mungkin untuk memiliki keguguran bahkan sebelum ibu hamil menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Memang, biasanya keguguran ini terjadi pada awal-awal kehamilan, bisa jadi sebelum Anda melakukan tes kehamilan. Sebagian besar keguguran terjadi dalam waktu 12 minggu pertama kehamilan.

Apa yang menyebabkan keguguran rentan terjadi pada kehamilan pertama?

Banyak faktor yang bisa menyebabkan keguguran. Tak jarang, dokter pun tidak mengetahui apa yang menyebabkan ibu hamil keguguran. Tes lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mencari tahu hal ini. Namun, pada umumnya keguguran terjadi karena kondisi tubuh ibu maupun kondisi janin yang tidak mendukung untuk kehamilan berkembang.

Berikut ini merupakan beberapa penyebab umum dari keguguran.

Kelainan kromosom

Ini merupakan penyebab keguguran yang paling umum terjadi. Antara 50%-70% keguguran pada trimester pertama disebabkan oleh kelainan kromosom dalam sel telur yang sudah dibuahi sperma. Telur atau sperma memiliki jumlah kromosom yang salah, sehingga telur yang sudah dibuahi sperma tidak dapat berkembang dengan normal.

Kondisi rahim ibu lemah

Kondisi rahim ibu yang lemah dapat membuat janin tidak dapat tumbuh dengan baik dan akhirnya terjadi keguguran. Kondisi rahim ibu yang lemah ini dapat disebabkan oleh bentuk rahim yang tidak beraturan atau leher rahim ibu yang lemah sehingga tidak memungkinkan janin untuk berkembang. Leher rahim yang lemah juga menyebabkan rahim ibu tidak bisa menahan kehamilan, sehingga keguguran. Keguguran karena hal ini biasanya terjadi pada trimester kedua.

Penempelan calon janin tidak terjadi dengan benar

Setelah telur dibuahi sperma, telur harus menempel dengan rahim pada dinding rahim ibu. Sehingga, telur yang sudah dibuahi bisa berkembang menjadi janin. Namun, jika telur tidak menempel dengan baik, telur tidak bisa berkembang dan akhirnya terjadilah keguguran.

Ibu tidak tahu bahwa sedang hamil

Satu dari lima kehamilan bisa berakhir dengan keguguran sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Namun, banyak juga wanita yang mengalami keguguran sebelum dirinya tahu bahwa sedang hamil.

Wanita yang tidak tahu bahwa dirinya sedang hamil mungkin kurang peduli dengan kondisi janinnya. Ya, karena memang ia tidak mengetahui bahwa ada janin di dalam perutnya. Akibatnya, bisa saja janin kurang mendapatkan nutrisi dari ibu. Para peneliti pun telah menemukan bahwa kekurangan vitamin D dan B dapat meningkatkan risiko keguguran.

Infeksi

Beberapa infeksi yang serius, seperti rubella, herpes simpleks, klamidia, dan lainnya dapat memengaruhi perkembangan janin dan mengakibatkan keguguran. Oleh karena itu, disarankan bagi Anda yang berencana hamil agar memeriksakan diri Anda terlebih dahulu ke dokter dan lengkapi vaksinasi Anda sebelum hamil. Agar penyakit infeksi ini tidak muncul saat Anda hamil.

Apakah kesempatan saya untuk hamil masih besar setelah keguguran?

Wanita yang pernah keguguran mungkin akan merasa lebih khawatir akan mengalami keguguran lagi pada kehamilan berikutnya. Namun, bukan berarti wanita yang pernah keguguran tidak bisa hamil lagi atau akan keguguran lagi. Anda masih bisa hamil lagi dan mempertahankan kehamilan Anda sampai bayi lahir. Setidaknya sebesar 85% wanita yang pernah keguguran dapat memiliki kehamilan normal sampai berhasil melahirkan bayinya. Tetaplah berusaha!

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Perlukah Khawatir Jika Keluar Darah Terus Setelah Keguguran?

Perdarahan saat masa kehamilan sering kali dikatikan dengan keguguran. Namun, bagaimana bila terjadi perdarahan setelah keguguran? Simak ulasannya disini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Pengalaman Keguguran Berulang Membuat Saya Hampir Putus Asa

Saya tak pernah menyangka akan mengalami keguguran, bukan hanya sekali, melainkan dua kali. Pengalaman yang cukup membuat saya trauma.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Cerita Ibu 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit