Apa Benar Kehamilan Pertama Rentan Keguguran?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Keguguran tentu menyakitkan bagi setiap calon ibu. Namun, bukan berarti merupakan sebuah kegagalan. Setelah keguguran, Anda masih bisa kok untuk memiliki kehamilan lagi. Keguguran ini merupakan hal yang umum dan bisa terjadi pada siapa pun. Mungkin Anda merasa kehamilan pertama lebih rentan keguguran. Tapi, ini belum tentu terjadi pada setiap ibu.

Apakah benar kehamilan pertama rentan keguguran?

Seringnya, Anda mungkin mendengar bahwa keguguran lebih rentan terjadi saat kehamilan pertama. Namun, nyatanya ini tidak berlaku untuk semua ibu hamil. Ibu hamil berisiko keguguran atau tidak, ini tergantung pada kondisi setiap ibu hamil. Bahkan, keguguran terjadi tanpa diketahui apa itu penyebabnya, pada wanita yang baru pertama kali hamil atau wanita yang sudah berkali-kali hamil dan punya anak.

Keguguran sangat wajar terjadi. Bahkan, menurut penelitian keguguran bisa terjadi pada setiap 1 dari 5 kehamilan. Ibu hamil sangat mungkin untuk memiliki keguguran bahkan sebelum ibu hamil menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Memang, biasanya keguguran ini terjadi pada awal-awal kehamilan, bisa jadi sebelum Anda melakukan tes kehamilan. Sebagian besar keguguran terjadi dalam waktu 12 minggu pertama kehamilan.

Apa yang menyebabkan keguguran rentan terjadi pada kehamilan pertama?

Banyak faktor yang bisa menyebabkan keguguran. Tak jarang, dokter pun tidak mengetahui apa yang menyebabkan ibu hamil keguguran. Tes lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mencari tahu hal ini. Namun, pada umumnya keguguran terjadi karena kondisi tubuh ibu maupun kondisi janin yang tidak mendukung untuk kehamilan berkembang.

Berikut ini merupakan beberapa penyebab umum dari keguguran.

Kelainan kromosom

Ini merupakan penyebab keguguran yang paling umum terjadi. Antara 50%-70% keguguran pada trimester pertama disebabkan oleh kelainan kromosom dalam sel telur yang sudah dibuahi sperma. Telur atau sperma memiliki jumlah kromosom yang salah, sehingga telur yang sudah dibuahi sperma tidak dapat berkembang dengan normal.

Kondisi rahim ibu lemah

Kondisi rahim ibu yang lemah dapat membuat janin tidak dapat tumbuh dengan baik dan akhirnya terjadi keguguran. Kondisi rahim ibu yang lemah ini dapat disebabkan oleh bentuk rahim yang tidak beraturan atau leher rahim ibu yang lemah sehingga tidak memungkinkan janin untuk berkembang. Leher rahim yang lemah juga menyebabkan rahim ibu tidak bisa menahan kehamilan, sehingga keguguran. Keguguran karena hal ini biasanya terjadi pada trimester kedua.

Penempelan calon janin tidak terjadi dengan benar

Setelah telur dibuahi sperma, telur harus menempel dengan rahim pada dinding rahim ibu. Sehingga, telur yang sudah dibuahi bisa berkembang menjadi janin. Namun, jika telur tidak menempel dengan baik, telur tidak bisa berkembang dan akhirnya terjadilah keguguran.

Ibu tidak tahu bahwa sedang hamil

Satu dari lima kehamilan bisa berakhir dengan keguguran sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Namun, banyak juga wanita yang mengalami keguguran sebelum dirinya tahu bahwa sedang hamil.

Wanita yang tidak tahu bahwa dirinya sedang hamil mungkin kurang peduli dengan kondisi janinnya. Ya, karena memang ia tidak mengetahui bahwa ada janin di dalam perutnya. Akibatnya, bisa saja janin kurang mendapatkan nutrisi dari ibu. Para peneliti pun telah menemukan bahwa kekurangan vitamin D dan B dapat meningkatkan risiko keguguran.

Infeksi

Beberapa infeksi yang serius, seperti rubella, herpes simpleks, klamidia, dan lainnya dapat memengaruhi perkembangan janin dan mengakibatkan keguguran. Oleh karena itu, disarankan bagi Anda yang berencana hamil agar memeriksakan diri Anda terlebih dahulu ke dokter dan lengkapi vaksinasi Anda sebelum hamil. Agar penyakit infeksi ini tidak muncul saat Anda hamil.

Apakah kesempatan saya untuk hamil masih besar setelah keguguran?

Wanita yang pernah keguguran mungkin akan merasa lebih khawatir akan mengalami keguguran lagi pada kehamilan berikutnya. Namun, bukan berarti wanita yang pernah keguguran tidak bisa hamil lagi atau akan keguguran lagi. Anda masih bisa hamil lagi dan mempertahankan kehamilan Anda sampai bayi lahir. Setidaknya sebesar 85% wanita yang pernah keguguran dapat memiliki kehamilan normal sampai berhasil melahirkan bayinya. Tetaplah berusaha!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit