backup og meta
Kategori

15

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Mungkinkah Hamil Tanpa Berhubungan Seks? Ini Bisa Jadi Splash Pregnancy

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 27/10/2022

    Mungkinkah Hamil Tanpa Berhubungan Seks? Ini Bisa Jadi Splash Pregnancy

    Beberapa waktu lalu, masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan sejumlah media tentang seorang wanita asal Cianjur yang mengaku hamil tanpa pernah berhubungan intim. Kebanyakan dari masyarakat tentunya sulit memercayai hal ini. Namun, apa mungkin wanita bisa hamil tanpa berhubungan seks? Simak penjelasannya melalui kacamata medis pada ulasan berikut.

    Bisakah seorang wanita hamil tanpa berhubungan seks?

    Seks di bath tub

    Meski jarang, ternyata seorang wanita bisa saja hamil tanpa penetrasi penis dengan kemungkinan yang sangat kecil.

    Dalam dunia medis, hal ini disebut juga dengan istilah “splash pregnancy”. Ini terjadi bila wanita hamil saat sperma hanya menyentuh bibir vagina.

    Perlu Anda ketahui bahwa proses kehamilan bisa terjadi dengan aktivitas apapun yang mempertemukan sel sperma dengan sel telur, baik dengan penetrasi langsung maupun tidak langsung.

    Oleh sebab itu, meskipun penis tidak masuk ke dalam vagina, bila sperma berhasil diletakkan di labia, ada kemungkinan sperma tersebut bergerak masuk dan membuahi sel telur.

    Namun, cara yang lebih efektif untuk hamil tentu saja melalui proses penetrasi.

    Ini karena sperma masuk ke leher rahim (serviks) sehingga lebih dekat dengan sel telur dan peluang terjadinya pembuahan bisa lebih besar.

    Normalnya, jumlah sperma yang dihasilkan saat ejakulasi adalah sekitar 15 juta/milliliter. Bila ejakulasi dilakukan di dalam vagina, peluang untuk hamil akan lebih besar.

    Sementara bila ejakulasi terjadi di bibir vagina, jarak yang cukup jauh dari saluran telur membuat lebih banyak sperma yang gagal mencapai sel telur.

    Alhasil, dalam kondisi tersebut, peluang hamil pun jauh lebih kecil.

    Bagaimana bisa hamil tanpa berhubungan intim?

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya sperma yang dihasilkan oleh pria dapat bergerak masuk ke dalam vagina meski tanpa penetrasi.

    Apalagi bila wanita sedang berada dalam masa subur, kehamilan sangat mungkin terjadi.

    Ada dua faktor yang bisa menyebabkan hal ini, yaitu:

    • sperma terdapat pada cairan pre-ejakulasi, atau
    • pria mengalami ejakulasi dini.

    Cairan pra-ejakulasi adalah cairan pelumas yang dikeluarkan oleh penis sebelum mencapai klimaks (ejakulasi).

    Jadi meskipun pria tidak mencapai klimaks, ada kemungkinan pembuahan terjadi bila terdapat sperma pada cairan pra-ejakulasi.

    Menurut studi yang diterbitkan oleh Journal of the Medical Association of Thailand, sekitar 16,7% pria memiliki sperma hidup pada cairan pre-ejakulasinya.

    Selain itu, hamil tanpa penetrasi juga bisa terjadi bila pria mengalami ejakulasi dini. Pada saat itu, sperma keluar bersama cairan ejakulasi sebelum penis dimasukkan ke dalam vagina.

    Bila ini terjadi saat wanita sedang dalam masa ovulasi (masa subur), cairan yang dikeluarkan oleh leher rahim (serviks) wanita dapat mempermudah pergerakan sperma untuk membuahi sel telur.

    Meskipun peluang keberhasilannya sangat kecil, kehamilan tanpa berhubungan atau splash pregnancy bisa saja terjadi.

    Menurut studi yang diterbitkan oleh British Medical Journal terhadap 7870 wanita hamil, 45 di antaranya mengaku hamil tanpa melakukan hubungan intim yang melibatkan penetrasi penis.

    Splash pregnancy dapat menjadi solusi untuk penderita vaginismus

    Seks dengan baju

    Hamil tanpa pernah berhubungan mungkin terkesan tidak wajar bagi sebagian besar orang. Namun ternyata, cara ini bisa diupayakan bagi wanita yang mengidap vaginismus.

    Vaginismus adalah kondisi disfungsi seksual pada wanita yang ditandai dengan gangguan pada otot vagina sehingga membuatnya kaku dan sulit terbuka.

    Wanita yang mengidap kondisi ini akan merasa kesakitan bila berhubungan intim yang melibatkan penetrasi penis dan saat melakukan pemeriksaan vagina.

    Pada dasarnya, vaginismus tidak berkaitan dengan kesuburan wanita dan tidak menurunkan gairah seks. Hanya saja, penyakit ini membuat hubungan seks menjadi sulit terjadi.

    Bila pasangan ingin mengusahakan kehamilan, cara hamil tanpa penetrasi (splash pregnancy) bisa menjadi solusi. 

    Melansir jurnal Psychology Research and Behavior Management, sekitar 65% wanita penderita vaginismus berhasil hamil dengan cara ini.

    Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri yang memahami kondisi vaginismus bila ingin merencanakan kehamilan dengan cara splash pregnancy.

    Selain itu, Anda mungkin perlu mengupayakan cara agar peluang hamil lebih besar dan menerima pendampingan psikologis khusus.

    Tujuannya agar kondisi kesehatan mental Anda tetap terjaga saat program hamil dan selama menjalani kehamilan.

    Hamil tanpa berhubungan seks ternyata bisa dilakukan secara medis

    Selain faktor-faktor yang disebutkan di atas, hamil tanpa penetrasi juga bisa terjadi melalui teknologi medis yaitu inseminasi buatan (IUI) atau bayi tabung (in vitro fertilization).

    Melansir Mayo Clinic, proses inseminasi buatan dilakukan dengan tahapan berikut.

    • Sperma dikeluarkan oleh pria pada wadah khusus lalu disterilkan.
    • Kemudian dengan bantuan medis, sperma tersebut dimasukkan secara langsung ke dalam rahim wanita saat ia berada dalam masa subur.
    • Setelah itu, sperma dibiarkan bergerak secara alami menuju tuba falopi (tempat sel telur berada) untuk melakukan pembuahan.

    Sedikit berbeda dengan inseminasi buatan, prosedur bayi tabung dilakukan dengan cara berikut.

    • Dokter mengumpulkan sel telur dari wanita dan sel sperma dari pria.
    • Kemudian dilakukan proses pembuahan di laboratorium dengan cara mempertemukan sel telur dengan sel sperma.
    • Ketika embrio berhasil terbentuk, ia kemudian dimasukkan kembali ke dalam rahim wanita agar bisa berkembang.

    Jadi, meski terlihat aneh dan tidak masuk akal, hamil tanpa berhubungan yang dilakukan misalnya dengan petting atau saling menggesekkan alat kelamin, ternyata mungkin saja terjadi.

    Sementara hamil tanpa berhubungan yang melibatkan prosedur medis, seperti inseminasi buatan dan bayi tabung, tentu merupakan proses yang berbeda lagi.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 27/10/2022

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan