Amankah Ibu Hamil Makan Sayuran Mentah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sayuran wajib masuk dalam menu makanan setiap hari. Selain dimasak terlebih dahulu, sayuran juga bisa dinikmati mentah, seperti dijadikan lalapan, salad, atau karedok. Meski menyehatkan, amankah jika ibu hamil makan sayur mentah? Yuk, pahami lebih mengenai hal ini pada ulasan berikut.

Bolehkah ibu hamil makan sayur mentah?

Sayuran mengandung serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk kesehatan sang ibu sekaligus mendukung pertumbuhan janin. Itulah sebabnya ibu hamil tidak boleh kekurangan asupan sayuran saat hamil.

Terdapat banyak cara untuk mengolah sayuran. Anda bisa menikmatinya dengan cara ditumis, direbus, dibuat sup, atau dipanggang.

Selain membuat tekstur sayur lebih empuk, memasak sayuran juga bisa mengubah kandungan senyawa tertentu di dalamnya sehingga menjadi lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Namun, bagaimanakah dengan sayuran mentah? Bolehkah ibu hamil makan sayur mentah?

Beberapa jenis makanan yang berupa sayuran, salad, lalapan, atau karedok, menyajikan berbagai campuran campuran sayur yang tidak dimasak terlebih dahulu alias mentah.

Selain menjaga tekstur sayur tetap renyah, membiarkannya mentah ternyata dapat menjaga kandungan nutrisi tertentu pada sayur agar tidak rusak.

Jadi, makan sayur mentah memungkinkan ibu hamil mendapat nutrisi lebih banyak. Hanya saja, ibu hamil tetap harus berhati-hati.

bagian sayur dan buah

Berdasarkan badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat (FDA), buah dan sayuran mentah memungkinkan bakteri tertentu masih hidup dan tidak hilang, terutama jika tidak dicuci bersih.

Sebuah studi tahun 2014 juga melaporkan bahwa janin yang terkontaminasi bakteri berisiko mengalami infeksi dan kematian.

Meskipun penelitian ini tidak mengamati secara langsung dampak bakteri yang masuk ke tubuh dari sayuran mentah, efek yang terjadi bisa menjadi peringatan bahwa infeksi bakteri sangat berbahaya bagi ibu hamil.

Agar ibu hamil dapat makan sayur dan buah mentah dengan aman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Cuci buah dan sayur mentah dengan air mengalir, bukan direndam dalam wadah.
  • Pastikan bagian kulit terluar buah, sayur, maupun umbi, dikupas dan dibuang.
  • Jangan gunakan produk pembersih (sabun) untuk mencuci sayuran. Cukup gosok permukaan sayur dan buah dengan air mengalir.
  • Anda bisa gunakan sikat khusus untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel di permukaan buah dan sayur.
  • Buang bagian sayur dan buah yang sudah rusak atau membusuk.

Sebelum makan sayur mentah, ada baiknya jika ibu hamil berkonsultasi ke dokter. Dokter akan membantu Anda memilih sayur dan buah yang tepat untuk mendukung kehamilan.

Hindari makan sayuran mentah ini saat hamil

makan toge

Meskipun aman, FDA memperingatkan bahwa tidak semua sayur mentah bisa dikonsumsi ibu hamil. Terutama, lobak, kacang hijau, kembang kol, atau kecambah (tauge).

Jenis sayuran tersebut diketahui dapat terkontaminasi bakteri hingga ke bagian dalam. Bakteri dapat menyusup ke biji melalui celah kulit yang terbuka sebelum tanaman tumbuh.

Jika sudah masuk ke biji, tentu menghilangkan bakteri dengan mencucinya saja tidak akan ampuh.

Untuk itu, selain dicuci hingga bersih, sayuran jenis tersebut perlu dimasak hingga matang agar suhu panas dapat membunuh bakteri.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Ciuman Bisa Hamil? Ini Jawaban Pastinya!

Mungkin waktu kecil dulu Anda pernah bertanya-tanya apakah ciuman bisa hamil. Nah, sekarang saatnya mencari tahu jawaban pastinya dalam ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Daun Kenikir, Sayuran yang Kerap Disantap Sebagai Lalapan

Pamor daun kenikir alias ulam raja mungkin memang tidak sepopuler bayam atau kangkung. Namun, potensi manfaat daun kenikir tak boleh dipandang sebelah mata.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Indah Fitrah Yani
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Seberapa Penting Minum Susu Hamil? (Plus Cara Memilih yang Tepat)

Minum susu hamil bisa jadi asupan pelengkap bagi ibu. Namun, seberapa penting manfaatnya dan saat usia kandungan berapa bulan meminumnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Perut Terasa Kencang Saat Hamil, Apa Artinya?

Perut kencang saat hamil adalah keluhan umum yang dirasakan ibu hamil. Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara mengatasinya? Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sayur goreng

Meski Lezat, Sayur Goreng Sehat Apa Tidak, Sih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Faktor Rhesus digunakan untuk mengelompokkan golongan darah, selain sistem ABO. Faktor Rhesus juga bisa disebut dengan faktor Rh.

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
pijat pada ibu hamil

Pijat pada Ibu Hamil Aman atau Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
keluhan ibu hamil

12 Keluhan yang Paling Sering Dialami Oleh Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit