Demam Saat Hamil, Penyebab Hingga Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Demam memang menjadi kondisi umum yang sering terjadi. Namun, hal ini ternyata berbeda saat Anda hamil. Demam saat hamil dapat mengindikasikan adanya masalah serius yang perlu diperhatikan. Apakah berbahaya? Ini berbagai penyebab dan cara mengatasinya!

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Apakah demam saat hamil berbahaya?

demam saat hamil

Demam merupakan kondisi suhu tubuh di atas normal (suhu normal 36,5-37,5°C).

Perlu diketahui bahwa demam adalah gejala dari suatu penyakit. Artinya, kondisi ini diakibatkan oleh suatu faktor dan tubuh melakukan pertahanan.

Hal ini biasanya terjadi karena peradangan atau serangan virus, bakteri, atau yang lainnya.

Demam saat hamil merupakan salah satu tanda bahaya dan keluhan dalam kehamilan.

Ibu hamil dapat dikatakan demam, apabila panas tubuh mencapai lebih dari 38°C. Demam tinggi ini bisa menandakan infeksi dalam kehamilan.

Dikarenakan ,enjadi salah satu dari tanda bahaya kehamilan, demam pada ibu hamil harus segera mendapatkan penanganan.

Dikutip dari CDC, wanita yang mengalami demam sebelum atau di awal kehamilan cenderung mempunyai kemungkinan bayi lahir dengan kondisi spina bifida.

Selain bayi mengalami cacat lahir, kemungkinan terburuk akibat dari demam  di masa kehamilan adalah terjadinya keguguran.

Namun, tenang dulu, karena banyak ibu hamil yang mengalami demam tetapi bayi dalam keadaan sehat.

Pada kondisi tertentu, demam saat hamil mungkin bukan merupakan masalah serius, tetapi jangan disepelekan.

Apakah demam saat hamil bisa menyebabkan keguguran?

Dalam penelitian Fever in Pregnancy and The Risk of Congeital Malformations, dikatakan bahwa demam saat hamil, khususnya pada trimester pertama dapat mengakibatkan masalah perkembangan bayi.

Penyebab utama dari keguguran adalah janin tidak berkembang secara normal.

Berbeda lagi ketika ibu hamil mengalami kondisi hipertermia, yaitu ketika tubuh mengalami peningkatan suhu yang sangat tinggi.

Maka, hal ini dapat meningkatkan risiko bayi mengalami cacat lahir hingga keguguran.

Namun, hal ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut karena ada faktor risiko lainnya yang menyebabkan kematian janin.

Apa saja penyebab demam saat hamil?

Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab demam saat hamil, di antaranya adalah:

1. Infeksi virus dan bakteri

Infeksi virus dan bakteri merupakan penyebab demam yang paling umum.

Perlu diketahui apabila infeksi virus lebih berbahaya dibanding infeksi bakteri.

Hal ini karena bisa menyebabkan meningkatkan risiko cacat lahir pada bayi dan janin yang meninggal dalam kandungan.

Namun, bukan berarti infeksi bakteri bisa diabaikan begitu saja. Keduanya tetap sama-sama berbahaya bagi kehamilan.

Pada kasus infeksi oleh virus TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes), demam dapat menyebabkan kelainan pada janin.

Sebagai contoh kelainan otak, jantung, penglihatan, pendengaran, hingga kelainan struktur tubuh.

Sementara infeksi saluran kemih dan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri bisa menyebar sampai ke kandungan secara langsung maupun lewat sirkulasi darah.

Biasanya, infeksi saluran kemih pada ibu hamil disebabkan oleh bakteri E.coli, P.mirabilis, streptococcus, dan Staphylococcus saprophyticus.

Sementara penyakit kelamin yang bisa mengakibatkan demam disebabkan oleh bakteri yaitu Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae, serta Gardnerella vaginalis.

Jika tidak ditangani dengan baik, penyebab demam saat hamil ini juga bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.

2. Perubahan suhu tubuh

Di awal kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan sehingga perlu adaptasi.

Sebagian ibu hamil, bisa saja mengalami sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Tidak hanya itu saja, gangguan pernapasan juga bisa membuat ibu hamil lebih rentan mengalami flu dan perubahan suhu tubuh yang berujung pada demam.

Suhu tubuh ibu hamil yang terlalu sering berubah atau meningkat di awal kehamilan, akan berisiko menyebabkan janin terlahir cacat.

Sebagai contoh, bayi mengalami perkembangan otak yang tidak maksimal atau tulang belakang yang lambat berkembang (neural tube defect).

3. Flu

Perubahan sistem kekebalan tubuh, jantung, dan paru-paru selama kehamilan juga bisa membuat ibu hamil lebih rentan mengalami influenza atau flu.

Kondisi ini pula yang menjadi penyebab terjadinya demam saat hamil karena gejala flu cenderung lebih parah dan berlangsung lebih lama.

Bagaimana mengatasi demam saat hamil?

mengatasi demam saat hamil

Jika Anda mengalami demam ringan, biasanya pertolongan pertama yang aman dilakukan adalah mengonsumsi parasetamol.

Pastikan pula Anda mengonsumsinya dengan dosis yang dianjurkan dokter dengan jangka waktu yang singkat.

Sebagian wanita juga mungkin akan disarankan untuk mengonsumsi aspirin dosis rendah apabila sebelumnya pernah keguguran atau berisiko mengalami pre-eklampsia.

Perawatan rumahan untuk mengatasi demam saat hamil

Selain mengonsumsi obat yang direkomendasikan dokter, ada beberapa perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk meredakan demam.

Berikut hal yang tidak ada salahnya dicoba, seperti:

Istirahat

Saat hamil, Anda tidak sadar tetap melakukan aktivitas seperti biasa sehingga tubuh jadi cepat lelah hingga mengalami demam.

Istirahat yang cukup bisa membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh untuk mempersingkat masa sakit.

Menjaga cairan tubuh

Menjaga asupan cairan tubuh dapat membantu tubuh terhidrasi dengan baik.

Tidak hanya itu saja, cairan tubuh yang cukup juga dapat membersihkan racun serta infeksi yang menyebabkan demam.

Mengonsumsi vitamin

Vitamin dan suplemen yang sudah direkomendasikan dokter dapat membantu kebutuhan nutrisi.

Selain itu, vitamin juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari virus serta bakteri.

Begitu juga ketika Anda rutin minum asam folat sebanyak 400 mg setiap hari dapat mencegah risiko cacat lahir pada otak serta tulang belakang bayi.

Kapan harus ke dokter?

Dikutip dari Better Health, gejala demam saat hamil menjadi salah satu kondisi yang direkomendasikan agar Anda segera menemui dokter.

Begitu juga ketika Anda suda minum obat tetapi demam tidak juga menurun.

Beberapa kondisi demam ketika hamil lainnya yang membuat Anda perlu bertemu dokter, yaitu:

  • Anda mempunyai riwayat kesehatan seperti diabetes atau kondisi kronis lainnya.
  • Terdapat gejala lainnya seperti infeksi pada ginjal.
  • Mengalami dehidrasi.
  • Demam ringan tetapi selama 4 hari atau lebih belum juga mereda.
  • Demam muncul kembali selama 3 minggu berturut-turut.
  • Demam disertai munculnya keputihan serta bau tidak sedap dari vagina.

Jangan tunda ke dokter apabila Anda mengalami satu atau dua gejala demam saat hamil untuk menghindari terjadinya komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perjuangan Dua Kali Kehamilan Ektopik dan Saluran Tuba yang Pecah

Pengalaman kehamilan ektopik membuat saya dua kali terbaring di meja operasi. Apakah masih ada kesempatan bagi saya untuk hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Cerita Ibu 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Memasuki minggu ke-16, janin akan semakin aktif bergerak. Namun, menjelang persalinan, gerakan bayi akan berkurang. Apa sebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Trimester 3, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Perlukah Khawatir Jika Keluar Darah Terus Setelah Keguguran?

Perdarahan saat masa kehamilan sering kali dikatikan dengan keguguran. Namun, bagaimana bila terjadi perdarahan setelah keguguran? Simak ulasannya disini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam tanda hamil

Apakah Demam Dapat Berarti Salah Satu Tanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit