Dada Terasa Sakit Saat Hamil, Normalkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Dari berbagai keluhan ibu hamil, salah satu yang kerap dirasakan adalah dada yang terasa sakit. Lantas, apakah dada sakit saat hamil itu normal atau justru tanda bahaya? Simak apa saja penyebab dan cara mengatasinya!

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Apakah dada sakit saat hamil pertanda bahaya?

Tekanan di area jantung dan sistem peredaran darah merupakan kondisi yang kerap dialami wanita di masa kehamilan.

Di masa ini, volume darah Anda meningkat hingga 50 persen untuk menutrisi perkembangan bayi. Kondisi inilah yang membuat wanita bisa mengalami dada sakit atau nyeri saat hamil.

Dikutip dari Tommy’s, dada yang nyeri saat hamil cukup mengkhawatirkan. Akan tetapi, tidak semua masalahnya berasal dari jantung.

Maka dari itu, Anda sebaiknya memberi tahu dokter mengenai apa saja gejala yang dirasakan untuk mencegah komplikasi kehamilan lainnya.

Apa saja penyebab dada sakit saat hamil?

Merasakan sakit dada saat hamil secara tiba-tiba mungkin membuat Anda khawatir.

Tenang dulu, meskipun tampak menakutkan, masalah ini tidak selalu menandakan suatu kondisi yang membahayakan.

Pada umumnya, nyeri dada saat hamil disebabkan oleh berbagai hal yang terkait dengan kehamilan dan perkembangan janin.

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab nyeri atau sakit dada saat hamil, di antaranya adalah:

1. Pelebaran tulang rusuk

Selama kehamilan, tulang rusuk akan melebar sehingga membuat otot-otot di dada menjadi renggang.

Tekanan pada diafragma, tulang rusuk, serta otot pada dada inilah yang kemudian menimbulkan rasa nyeri dan sesak napas.

Hal ini akan terus berlanjut seiring semakin berkembangnya bayi dalam kandungan.

2. Gangguan pencernaan

Makanan yang mengandung gas, pedas, atau yang tidak cocok dengan kondisi perut Anda kadang bisa menimbulkan gangguan pencernaan. 

Gas yang dihasilkan oleh makanan tersebut akan naik dan berada di antara bagian dada dan perut, yakni ulu hati. 

Rasa nyeri dan tidak nyaman ini biasanya bisa naik sampai ke dada hingga menyebabkan dada nyeri saat hamil.

3. Heartburn

Heartburn adalah sensasi perih atau panas di bagian dada karena asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh makanan tertentu.

Namun, saat hamil, kadar hormon progesteron meningkat sehingga melemahkan otot kerongkongan dan menjadi terlalu kendur.

Inilah yang membuat asam lambung mudah kembali naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan dada sakit saat hamil.

4. Tekanan dari bayi

Semakin tua usia kehamilan Anda, semakin besar pula ukuran bayi di dalam perut.

Perubahan pada ukuran bayi dan perut akan memberikan tekanan lebih pada tulang rusuk atau diafragma sehingga memicu dada sakit saat hamil.

5. Stres

Stres saat hamil tidak hanya memberikan pengaruh besar pada kondisi bayi dalam kandungan, tubuh Anda pun turut merasakan imbasnya.

Salah satunya mengakibatkan dada terasa nyeri karena otot dada menegang dan sesak.

6. Perubahan ukuran payudara

Banyak perubahan yang akan Anda alami selama masa kehamilan, salah satunya adalah ukuran payudara yang semakin membesar.

Ini bisa berdampak pada munculnya sesak napas atau nyeri dada akibat ketegangan otot dan sendi di bagian dada.

7. Serangan jantung

Dada sakit yang rasanya seperti tertimpa benda berat, terutama terjadi di sebelah kiri, merupakan salah satu pertanda serangan jantung saat hamil.

Biasanya, serangan jantung saat hamil juga disertai oleh gejala lainnya seperti pusing, sesak napas, mati rasa di beberapa anggota tubuh, serta keringat dingin.

8. Deep vein thrombosis (DVT)

Deep vein thrombosis atau trombosit vena dalam adalah istilah medis untuk menggambarkan adanya gumpalan darah di pembuluh darah vena.

Kehamilan biasanya akan meningkatkan risiko gumpalan pembuluh darah yang terletak di panggul dan kaki.

Gumpalan darah ini bisa menjalar di dalam tubuh hingga mencapai dada.

Itu sebabnya, Anda akan merasakan dada nyeri ketika bernapas, detak jantung cepat, sesak napas, hingga batuk berdarah saat hamil.

Cara mengatasi dada sakit saat hamil

Dokter akan memberikan beberapa jenis obat-obatan untuk kasus tertentu ketika dada sakit saat hamil.

Biasanya, obat diberikan jika kondisi ini sudah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari yang disertai dengan pusing, sesak napas, dan tubuh melemah.

Anda akan dianjurkan mengonsumsi vitamin, sekaligus memperbanyak ragam makanan harian demi memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil.

Khususnya makanan yang kaya akan kandungan mineral, zat besi, kalsium, dan magnesium.

Tidak hanya itu saja, ada pula beberapa perawatan yang juga bisa membantu mengatasi sakit dada saat hamil, yaitu:

1. Memperhatikan postur tubuh

Bila selama ini Anda terbiasa membungkuk, entah itu saat duduk atau berdiri, sebaiknya ubah menjadi postur tubuh yang baik mulai sekarang.

Postur tubuh bungkuk dapat memengaruhi paru-paru, yang membuatnya seolah tidak memiliki cukup ruang untuk bernapas.

Solusinya, usahakan untuk selalu duduk dan berdiri dengan posisi tegak guna memudahkan proses pernapasan sekaligus mengatasi dada sakit saat hamil.

2. Mengelola stres

Luangkan waktu selama beberapa kali dalam seminggu untuk ikut kelas yoga atau meditasi.

Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa melakukan kegiatan ini sendiri di rumah.

Melakukan meditasi maupun yoga bisa cukup membantu menenangkan tubuh dari stres dan penat yang seolah membebani tubuh.

Dengan begitu, kemungkinan munculnya dada nyeri saat hamil bisa lebih diminimalisir.

3. Hindari pemicu dari makanan dan minuman

Selama masa kehamilan, Anda tidak dianjurkan untuk merokok, minum alkohol, makan makanan berminyak dan pedas, serta mengonsumsi kafein.

Teh, kopi, dan cokelat merupakan sumber kafein yang jumlah konsumsinya harus dibatasi atau bahkan dihilangkan sama sekali.

Intinya, sebisa mungkin hindari konsumsi makanan maupun minuman yang bisa menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan.

Pasalnya, hal tersebut bisa memicu naiknya asam lambung sehingga membuat dada sakit saat hamil.

Sebagai gantinya, konsumsi makanan dan minuman yang dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian.

Porsi makan juga bisa diakali jadi lebih sedikit tapi sering guna mencegah sakit perut dan asam lambung naik.

4. Istirahat yang cukup

Hindari melakukan terlalu banyak aktivitas karena ditakutkan bisa membuat dada semakin terasa nyeri saat sedang hamil.

Pastikan juga waktu istirahat Anda cukup alias tidak terlalu berlebihan dan tidak pula kurang.

Sementara itu, cobalah beberapa posisi tidur yang setidaknya juga dapat membuat kondisi Anda lebih nyaman.

Supaya lebih nyaman, coba gunakan bantal yang lebih tinggi sebagai penyangga kepala saat tidur. Cara ini akan memudahkan Anda untuk bernapas dengan lega.

Lalu, ingatlah untuk menghindari langsung merebahkan tubuh maupun tidur setelah makan karena bisa menimbulkan masalah pencernaan.

Kapan harus ke dokter?

Dalam beberapa kasus, nyeri dada selama kehamilan dapat menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres dengan tubuh Anda.

Hanya saja, Anda tidak bisa langsung menebak apakah kondisi ini termasuk wajar atau tidak sebelum mengetahui apa penyebab yang mendasarinya.

Maka, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter tentang apa saja yang Anda rasakan selama kehamilan.

Apalagi, jika kondisi dada sakit saat hamil tak kunjung membaik, bahkan semakin memburuk setiap hari.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Jika diperlukan, dokter juga akan memberi obat untuk mengurangi rasa nyeri yang aman bagi Anda dan bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Penyebab Dada Terasa Sesak Meskipun Tidak Sedang Berolahraga

Ketika dada terasa sesak padahal tidak sedang beraktivitas, Anda mungkin curiga ini serangan jantung. Tapi tak semua nyeri dada disebabkan serangan jantung.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Pernapasan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

18 Penyebab Sakit Dada Sebelah Kiri yang Perlu Diwaspadai

Sakit dada sebelah kiri biasanya merupakan gejala serangan jantung. Namun, ada juga berbagai penyebab lainnya. Apa saja? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Safira Sakarinita
Kesehatan Jantung 9 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Aborsi, Prosedur Medis untuk Menggugurkan Kandungan

Ada berbagai pertimbangan sebelum dokter melakukan aborsi. Apalagi, ini adalah keputusan yang cukup berat dilakukan. Simak dulu penjelasannya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 8 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Sakit Perut Saat Hamil: Dari yang Ringan Sampai yang Berbahaya

Sakit perut saat hamil merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil. Beberapa di antaranya normal, tapi ada juga yang harus diwaspadai. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 3 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pengalaman kehamilan ektopik

Perjuangan Dua Kali Kehamilan Ektopik dan Saluran Tuba yang Pecah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
pengalaman keguguran

Pengalaman Keguguran Berulang Membuat Saya Hampir Putus Asa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
DBD saat hamil menginfeksi bayi atau janin dalam kandungan

Demam Berdarah saat Hamil, Virusnya Menginfeksi Janin Saya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
pengalaman janin tidak berkembang

Usia 4 Bulan Kehamilan Janin Tidak Berkembang, Saya Harus Aborsi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit