4 Masalah yang Sering Dihadapi Ibu Saat Hamil Anak Kembar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hamil bukan suatu kondisi yang mudah untuk dilalui. Ibu hamil mengalami masalah-masalah tertentu saat hamil, tetapi mungkin berbeda-beda tiap individu. Ibu hamil anak kembar mempunyai risiko mengalami masalah kehamilan lebih tinggi dibandingkan ibu hamil anak satu. Mulai dari masalah biasa, seperti mual dan muntah di pagi hari, sampai dengan masalah yang lebih serius, seperti anemia, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Masalah yang dihadapi ibu saat hamil anak kembar

Hamil anak kembar membuat ibu hamil mempunyai masalah yang lebih banyak daripada ibu yang hamil anak satu. Ibu hamil anak kembar menahan beban lebih besar daripada ibu hamil anak satu karena terdapat dua janin dalam kandungannya. Hal ini mempengaruhi organ dan jaringan lain yang ada dalam tubuh ibu hamil. Pada kehamilan kembar, ibu hamil lebih mungkin untuk mengalami varises pada kaki. Hal ini terjadi karena berat dua janin yang ada di kandungan ibu menekan pembuluh darah yang ada di sekitar panggul. Selain itu, tekanan dari uterus (rahim) menekan perut ibu hamil sehingga ibu hamil mudah mengalami heartburn (perasaan panas atau terbakar di perut bagian atas) dan gangguan pencernaan.

Beberapa ibu hamil anak kembar juga mungkin lebih sering mengalami morning sickness, tetapi ada beberapa yang tidak. Seperti dilansir dari webmd, Abdulla Al-Khan dari Hackensack University Medical Center di New Jersey mengatakan bahwa kadar hormon human chorionic gonadotropin (HCG) lebih tinggi pada ibu hamil anak kembar dan hormon inilah yang menyebabkan morning sickness.  Ibu hamil anak kembar lebih sering mengalami muntah dan mual pada trimester pertama kehamilan. Ibu hamil yang mengalami morning sickness sebaiknya makan lebih sering dalam porsi kecil, sehingga tidak merasa lapar.

Tidak hanya masalah umum seperti morning sickness, varises, dan heartburn¸ yang muncul pada ibu hamil anak kembar. Namun, ibu hamil anak kembar juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai komplikasi penyakit.

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi pada ibu saat hamil anak kembar?

Tidak mudah saat hamil anak kembar. Berbagai komplikasi dapat terjadi dan risiko untuk mengalami komplikasi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang hamil anak satu. Beberapa komplikasi yang dapat dialami ibu hamil anak kembar adalah:

1. Hipertensi gestasional

Hipertensi gestasional adalah tekanan darah tinggi yang dialami saat kehamilan. Ibu yang hamil anak kembar memiliki risiko lebih dari 2 kali untuk mempunyai tekanan darah tinggi selama kehamilan. Tekanan darah tinggi terjadi karena tekanan pada plasenta meningkat. Kondisi ini dapat berkembang lebih cepat dan lebih parah daripada kehamilan satu anak. Kondisi ini juga dapat meningkatkan placental abruption (pelepasan plasenta dari dinding rahim lebih awal sebelum kelahiran). Placental abruption tiga kali lebih mungkin terjadi pada kehamilan lebih dari satu anak.

2. Preeklampsia

Preeklampsia adalah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, protein dalam urin (proteinuria), ketidaknormalan hati dan ginjal, dan kadang bengkak pada kaki dan lengan. Sebesar 10-15% ibu hamil anak kembar mengalami pre-eklampsia. Ibu hamil kembar memiliki risiko 2 – 3 kali lebih besar untuk mengalami pre-eklampsia daripada ibu hamil anak satu. Kondisi ini juga dapat berkembang lebih cepat dan lebih parah, sehingga dapat berdampak pada banyak organ tubuh dan plasenta serta dapat menyebabkan penyakit serius.

3. Diabetes gestasional

Risiko diabetes gestasional meningkat pada kehamilan kembar karena dua plasenta meningkatkan resistensi insulin, ukuran plasenta, dan hormon pada plasenta. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

4. Anemia

Ibu hamil anak kembar memiliki risiko anemia lebih dari 2 kali dibandingkan dengan ibu yang hamil satu anak. Anemia disebabkan oleh kadar zat besi dalam darah yang rendah sehingga meningkatkan aliran darah. Kehamilan menyebabkan jumlah aliran darah meningkat. Untuk mencegah anemia pada ibu hamil, sebaiknya ibu hamil konsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti daging merah, sayuran berdaun hijau, dan sereal yang difortifikasi. Konsumsi suplemen zat besi (tablet tambah darah) juga diperlukan ibu hamil untuk mencegah anemia.

Selain komplikasi penyakit di atas, ibu hamil anak kembar juga lebih mungkin untuk melahirkan bayi prematur (lahir sebelum usia kandungan 37 minggu). Sebesar 60% kehamilan bayi kembar atau lebih lahir dengan keadaan prematur. Bayi prematur lahir sebelum waktu seharusnya kelahiran sehingga sistem organnya belum matang, sehingga masih memerlukan bantuan pernapasan, asupan makanan, bantuan untuk melawan infeksi, dan bantuan untuk tetap hangat. Bayi prematur juga biasanya lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2500 gram). Untuk alasan tersebut, bayi kembar yang lahir prematur biasanya harus menjalani perawatan sebelum pulang ke rumah.

Cara mencegah komplikasi hamil kembar

Komplikasi dari kehamilan kembar dapat diatasi dengan perilaku hidup sehat dan rutin memeriksakan kehamilan ke dokter. Beberapa cara untuk mengatasi komplikasi kehamilan yang terjadi adalah:

  • Selalu jaga kesehatan dengan selalu makan makanan sehat dan bergizi lengkap serta selalu jaga hidrasi tubuh dengan banyak minum.
  • Olahraga untuk membuat tubuh lebih sehat dan bugar.
  • Rutin memeriksakan kehamilan ke dokter.
  • Mengetahui tanda-tanda dari preeklampsia atau komplikasi lainnya agar dapat ditangani lebih awal.
  • Jauhi asap rokok. Ini penting untuk janin karena plasenta bekerja keras untuk menyediakan oksigen yang cukup bagi janin.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

    Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

    Maag rentan terjadi pada ibu hamil. Salah satu cara mngatasinya adalah dengan minum obat. Apa saja obat maag yang bisa diminum ibu hamil? Baca di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gastritis, Health Centers 16 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

    6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

    Ibu hamil yang berpuasa tidak bisa makan sembarangan. Berikut beberapa contoh makanan sahur untuk ibu hamil yang bisa menjadi referensi Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hari Raya, Ramadan 13 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

    Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    Masturbasi Saat Hamil

    Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
    nafsu seks ibu hamil

    Kenali Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga, Plus Tips Seks yang Aman

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 15 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
    sidik jari anak kembar

    Benarkah Anak Kembar Memiliki Sidik Jari yang Juga Sama?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit