Berapa Kali Ibu Hamil Harus Periksa Kandungan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rutin cek ke dokter atau bidan untuk periksa kandungan adalah hal yang penting selama kehamilan. Anda. Pemeriksaan kehamilan, atau yang juga sering disebut sebagai antenatal care, dapat membantu dokter mengetahui kondisi kesehatan tubuh ibu dan janin, sehingga ia dapat mencegah hal-hal buruk terjadi pada ibu dan calon bayi.

Penelitian juga membuktikan bahwa ibu yang tidak memeriksakan kandungannya berisiko tiga kali lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat rendah dan bayi lima kali lebih mungkin untuk meninggal, ketimbang bayi yang lahir dari ibu yang rutin periksa kandungan semasa hamil.

Namun, sebenarnya harus seberapa sering periksa kandungan selama sembilan bulan hamil?

Apa saja yang diperiksa selama periksa kandungan?

Pemeriksaan kandungan terpadu mencakup 18 jenis tes berbeda, yang di antaranya mencakup:

  • Cek kondisi kesehatan pribadi dan riwayat penyakit keluarga.
  • Pemeriksaan fisik dasar, seperti cek suhu tubuh, ukuran lingkar lengan atas, tekanan darah, berat dan tinggi badan, tingkat Hb, kadar protein dalam urin (tes urin), cek gula darah, hingga tes darah total untuk risiko penyakit (infeksi virus dan bakteri, serta penyakit lainnya, seperti talassemia).
  • Pemeriksaan panggul dan pap smear.

Pada umumnya, apa yang akan diperiksa oleh dokter terkait kehamilan akan tergantung pada usia Anda saat hamil, riwayat kesehatan Anda atau keluarga, atau berdasarkan hasil tes rutin Anda. Jika Anda dicurigai memiliki risiko terkait kondisi kesehatan tertentu, Anda mungkin juga akan diminta untuk melakukan berbagai tes kesehatan yang terkait untuk memastikan diagnosisnya.

Pada pemeriksaan kandungan yang kedua dan seterusnya, dokter akan terus memeriksa kondisi kesehatan Anda dan memastikan bayi Anda tumbuh sesuai yang diharapkan. Dokter juga mungkin akan mulai menghitung tanggal kelahiran bayi Anda.

Selama sesi periksa kandungan rutin, dokter akan menjelaskan pada Anda pentingnya pemenuhan nutrisi saat kehamilan (seperti asam folat, kalsium, dan zat besi), bagaimana Anda harus mengatur pola makan Anda, dan berbagi tips seputar menerapkan pola hidup sehat.

Harus berapa kali periksa kandungan selama hamil?

Pemeriksaan kandungan sangat penting bagi kelangsungan kesehatan ibu hamil dan calon bayinya. Itu kenapa Kementerian Kesehatan amat menekankan bagi setiap calon ibu dan ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya, lewat Permenkes No. 25 tahun 2014 Pasal 6 ayat 1b.

Dalam kebijakan tersebut, Kemenkes RI merekomendasikan setiap ibu hamil untuk periksa kandungan secara berkala setidaknya 4 (empat) kali. Anda dapat mulai memeriksakan kandungan segera setelah Anda tahu bahwa Anda hamil. Semakin cepat Anda mulai memeriksakan kehamilan Anda, maka semakin baik.

Namun berdasarkan anjuran Permenkes, berikut adalah rincian waktu yang ideal untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sepanjang masa kehamilan:

Trimester Jumlah kunjungan minimal Waktu kunjungan yang dianjurkan
I 1x Sebelum minggu ke 16
II 1x Antara minggu ke 24-28
III 2x Antara minggu ke 30-32
Antara minggu ke 36-38

Anjuran WHO beda dengan Kemenkes RI

Namun, rekomendasi Permenkes RI ternyata sedikit berbeda dengan pedoman terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 lalu. Melalui siaran persnya, WHO menganjurkan setiap ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan setidaknya 8 kali, dimulai dari usia kehamilan 12 minggu. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Trimester pertama: 1 kali periksa kandungan (minggu ke-12), plus USG
  • Trimester kedua: 2 kali (minggu ke-20 ditambah dengan USG, dan minggu ke-26)
  • Trimester ketiga: 5 kali (minggu ke-30, 34, 36, 38, dan 40); tambahan 1 kali kunjungan pada minggu ke 41, apabila belum kunjung melahirkan.

Jadi, harus mengikuti yang mana?

Pada dasarnya, kedua rekomendasi sama baiknya. Dengan pemeriksaan kandungan yang lebih sering, dokter dapat semakin akurat untuk mengukur usia kehamilan Anda. Pasalnya jika terjadi kesalahan saat mengukur usia kehamilan, dokter bisa lebih sulit untuk mendiagnosis, mencegah, dan mengobati risiko komplikasi yang dapat terjadi, seperti persalinan prematur dan preeklampsia.

Idealnya, jika ini adalah kehamilan pertama Anda, pemeriksaan kehamilan sebaiknya Anda dapatkan sebanyak 10 kali selama sembilan bulan ke depan. Jika Anda sudah punya anak, pemeriksaan kandungan idealnya dilakukan minimal 7 kali, kecuali Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Tujuan dari peningkatan jumlah kunjungan ini adalah untuk meningkatkan angka harapan hidup bayi dan ibu. Sebab hanya dengan 4 kali periksa kandungan, risiko penyakit dan kematian pada ibu dan bayi masih cukup tinggi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Perlu Melakukan Puasa Sebelum Periksa Kesehatan?

Puasa sebelum periksa kesehatan sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, hal tersebut bisa membantu memastikan hasil tes kesehatan Anda agar lebih akurat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit