home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Olahraga Mempengaruhi Jantung?

Bagaimana Olahraga Mempengaruhi Jantung?

Olahraga mempengaruhi jantung dengan melibatkan penggunaan otot-otot besar Anda secara berulang-ulang, sehingga mengaktifkan serat otot yang diprogram untuk daya tahan, dan memanfaatkan berbagai denyut jantung sebanyak 40-85 persen dari detak jantung maksimum Anda. Namun, apa yang membuat olahraga mempengaruhi jantung? Apa faktor-faktor yang tidak dimiliki oleh aktivitas lain selain olahraga? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat beberapa informasi di bawah ini.

Bagaimana olahraga mempengaruhi jantung Anda?

Ketika Anda melakukan olahraga kardio, aliran darah akan diarahkan menuju otot yang banyak bekerja dan berada jauh dari area yang tidak banyak bekerja, seperti lengan atau saluran pencernaan. Dengan olahraga, aliran darah akan meningkat dan volume darah akan kembali lagi ke jantung. Karena jantung menerima volume darah yang lebih banyak, maka bilik kiri jantung akan semakin beradaptasi dan membesar. Rongga yang lebih besar ini bisa menampung lebih banyak darah, dan menyemprotkan darah lebih tinggi per detak, bahkan juga ketika istirahat.

Apa saja hal yang didapat dari olahraga, yang tidak bisa didapat dari aktivitas lain?

Berikut adalah faktor-faktor dalam olahraga yang tidak dimiliki oleh aktivitas lainnya:

1. Transisi

Begitu Anda memulai latihan, otot Anda akan mengonsumsi lebih banyak energi dan menghasilkan produk limbah lebih banyak. Karena tubuh harus membuat energi pengganti, otot-otot memerlukan oksigen tambahan yang dipompa dari jantung Anda. Jumlah oksigen yang dibutuhkan dan yang disediakan secara ketat dikontrol oleh otak, yang merasakan kadar produk limbah dalam darah. Semakin keras otot bekerja, maka produk limbah yang diproduksi semakin banyak, dan otak Anda meningkatkan detak jantung lebih besar.

2. Kestabilan

Setelah otak meningkatkan detak jantung Anda ke titik di mana pasokan oksigen memenuhi permintaan dari otot-otot, detak jantung Anda akan tetap tinggi pada sisa latihan Anda. Olahraga pasti membutuhkan kestabilan, namun olahraga yang menuntut kestabilan tinggi akan membuat otot-otot bekerja lebih keras, dan menghasilkan produk limbah yang akan lebih dirasakan oleh otak Anda. Dan akhirnya, menyebabkan peningkatan denyut jantung yang dapat memenuhi peningkatan kebutuhan oksigen pada otot.

3. Pemulihan

Setelah Anda berhenti berolahraga, otot-otot Anda menuntut oksigen lebih sedikit, namun otak terus memasok oksigen tambahan untuk membantu proses pemulihan. Beberapa aspek pemulihan, seperti asam laktat, akan terjadi dalam beberapa menit, tetapi yang lain, seperti perbaikan protein otot, membutuhkan waktu beberapa jam. Ini berarti detak jantung Anda akan tetap tinggi selama beberapa menit atau bahkan beberapa jam setelah latihan, sehingga pasokan oksigen dapat membantu pemulihan.

4. Latihan

Ketika Anda melakukan latihan aerobik secara teratur selama beberapa bulan atau beberapa tahun, ruang jantung Anda dapat melebar lebih baik, yang memungkinkan jantung mengisi lebih banyak darah. Selain itu, dinding jantung akan menjadi lebih tebal, sehingga jantung dapat memompa lebih kuat dan lebih efisien dalam memonpa darah. Oleh karena itu, setiap kali jantung Anda berkontraksi, maka akan lebih banyak darah yang dipompa ke otot Anda. Semakin besar intensitas latihan yang diberikan, semakin kuat jantung menyediakan oksigen pada tubuh.

Bagaimana dengan latihan angkat beban?

Latihan angkat beban mempengaruhi jantung dengan cara yang berbeda dari olahraga lainnya. Pada saat-saat tertentu, otot akan berkontraksi dan mengandalkan dua jenis serat otot, yang bertanggung jawab untuk memberikan tubuh yang besar dan kuat. Ketika otot berkontraksi, otot akan menekan dan menutup pembuluh darah yang mengalir melaluinya. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan darah di seluruh tubuh dan jantung harus menggunakan kekuatan yang lebih besar untuk mendorong darah keluar.

Untuk mengimbanginya, jantung menyesuaikan diri dengan meningkatkan ketebalan dinding ventrikel kiri yang dipicu oleh latihan beban rutin yang sehat. Selain itu, olahraga mempengaruhi jantung dengan merangsang produksi pembuluh darah baru. Semakin banyak pembuluh darah, maka semakin efisien darah yang mengalir. Olahraga dapat meningkatkan jumlah pembuluh darah baru ketika latihan angkat beban, karena ukuran pembuluh darah juga ikut meningkat.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Does Exercise Affect Heart Rate? http://www.livestrong.com/article/143569-how-does-exercise-affect-heart-rate/. Accessed November 19, 2016.

How Does Exercise Affect Your Heart? http://www.active.com/fitness/articles/how-does-exercise-affect-your-heart. Accessed November 19, 2016.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Adinda Rudystina
Tanggal diperbarui 27/11/2016
x