4 Penyebab Mual Setelah Olahraga dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Olahraga yang dilakukan dengan baik dan benar akan memberikan segudang manfaat bagi tubuh dan pikiran. Namun, beberapa orang yang tidak mematuhi aturan berolahraga malah merasakan mual setelah olahraga dan kurang mendapat hasil yang optimal. Sebenarnya, apa yang menyebabkan rasa mual terjadi? Simak terus penjelasan berikut ini untuk mengetahui jawabannya.

Apa penyebab rasa mual setelah olahraga?

1. Makanan tidak tercerna dengan baik sebelum olahraga

Menurut Joel Seedman, Ph.D., seorang spesialis kinerja atletik dan pemilik Advanced Human Performance di Amerika Serikat menyebutkan bahwa salah satu pemicu timbulnya rasa mual setelah olahraga yaitu kelebihan makanan dan cairan dalam lambung sebelum olahraga, yang tidak mampu dicerna secara optimal oleh sistem pencernaan. Hal ini bisa disebabkan karena peredaran darah di saluran pencernaan tidak bekerja dengan baik.

Untuk mengantisipasi hal ini, Anda disarankan memberi jeda antara waktu makan dan waktu mulai olahraga sekitar 30 menit sampai 3 jam. Di samping itu, usahakan untuk meminimalisasi konsumsi makanan berlemak tinggi sebelum memulai olahraga yang intensif.

Meskipun lemak dipercaya bisa membuat Anda kenyang lebih lama, tapi butuh waktu yang tidak sebentar untuk mencerna makanan ini. Sebagai gantinya, Anda bisa memfokuskan konsumsi pada makanan yang mengandung sumber protein dan karbohidrat guna memberi bahan bakar pada tubuh.

Selain itu, sebuah penelitian pada peserta olahraga dengan perut kosong menunjukkan hasil bahwa rasa mual akan lebih mungkin jika perut tidak mengonsumsi apapun sebelum melakukan olahraga.

2. Kadar gula darah rendah

Gula darah rendah, dalam bahasa medis disebut dengan hipoglikemia, merupakan kondisi saat seseorang memiliki kadar gula darah yang berada di bawah angka normal yakni 70 mg/dL. Padahal, gula dibutuhkan oleh organ-organ tubuh saat berolahraga untuk memperkuat otot.

Berolahraga dengan intens dan dalam jangka waktu yang lama dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Akibatnya, Anda mungkin mengalami gemetar, kelelahan, serta penglihatan kabur saat sedang olahraga. Kuncinya yaitu perbanyak konsumsi protein dan karbohidrat untuk mengatur kadar gula darah.

3. Olahraga dengan intensitas tinggi

Kemampuan tubuh untuk bisa melakukan berbagai jenis olahraga tidaklah sama. Sebaiknya jika Anda tidak terbiasa, jangan paksa tubuh Anda untuk melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Pasalnya, semakin keras kerja otot Anda, maka kebutuhan oksigen juga akan semakin banyak.

Namun, ketika tubuh tidak mendapatkan kebutuhan oksigen yang cukup untuk digunakan selama latihan dengan intensitas tinggi, maka tubuh Anda akan mulai menghasilkan limbah metabolik seperti ion, karbon dioksida, dan asam laktat. Hal ini juga bisa memicu timbulnya rasa lelah dan terbakar pada otot-otot tubuh.

Pada intinya, rasa mual setelah olahraga, merupakan tanda bahwa intensitas olahraga Anda terlalu berlebihan. Jika hal ini sering Anda alami, cobalah untuk mengurangi intensitas latihan Anda sedikit demi sedikit.

4. Sistem pencernaan tidak mendapat cukup pasokan darah

Waspada jika Anda melakukan olahraga dengan intensitas yang terlalu tinggi. Pasalnya, darah akan lebih banyak didistribusikan ke dalam otot untuk memasok oksigen dan nutrisi. Akibatnya, darah yang diedarkan ke perut dan usus tidak terlalu banyak lalu akan memicu rasa mual.

Bila hal ini sering terjadi pada Anda, ada baiknya Anda fokus pada olahraga intensitas tinggi di satu area tubuh tertentu saja. Misalnya, saat Anda melakukan olahraga berat yang mengutamakan bagian atas tubuh (upper body), maka harus lebih santai pada bagian bawah tubuh. Hal ini diharapkan dapat menyeimbangkan aliran darah ke sekujur tubuh.

Apa yang harus dilakukan jika merasa mual setelah olahraga?

Jangan khawatir, ada beberapa cara yang disarankan untuk Anda lakukan guna mengurangi sensasi mual usai berolahraga, di antaranya:

  • Bila hal ini sering Anda alami setelah selesai olahraga, sebaiknya kurangi intensitas olahraga Anda secara perlahan.
  • Menghentikan olahraga secara tiba-tiba bisa memicu keinginan untuk mual. Sebagai gantinya, jangan langsung berhenti olahraga, tapi mulailah berjalan perlahan dengan intensitas yang semakin lambat sampai Anda merasa nyaman untuk benar-benar berhenti.
  • Cobalah untuk berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi daripada perut. Fungsinya untuk membantu mengarahkan darah kembali ke jantung dan sistem pencernaan.
  • Konsumsi cairan yang cukup selama olahraga. Pasalnya, cairan mampu mempercepat pencernaan karbohidrat, yang pada akhirnya akan mengosongkan lambung untuk membantu meringankan gejala mual.

Nah, apabila mual setelah olahraga terjadi dalam frekuensi yang tidak normal, sebaiknya segera konsultasikan masalah ini pada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat dengan kondisi kesehatan Anda.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Tergantung dari apa penyebabnya, sensasi ruangan berputar dan kepala berkunang akibat vertigo dapat ditangani dengan pilihan obat vertigo ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit