home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Manfaat Menakjubkan Olahraga Voli bagi Kesehatan dan Kebugaran Tubuh

7 Manfaat Menakjubkan Olahraga Voli bagi Kesehatan dan Kebugaran Tubuh

Jika membandingkan olahraga, seperti futsal atau bola basket, orang Indonesia mungkin terbilang jarang untuk bermain bola voli. Umumnya permainan ini hanya digemari pada kesempatan khusus tertentu, misalnya saat ada kejuaraan SEA Games. Padahal, manfaat permainan bola voli tidak kalah hebat daripada kedua olahraga populer tersebut, lho.

Manfaat permainan bola voli untuk kesehatan tubuh

Ada beberapa teknik dasar bola voli, seperti service, passing, smash, dan block. Gerakan dalam permainan ini sangat membutuhkan keterampilan dan kemampuan atletik dari masing-masing individu, sekaligus dapat meningkatkan kebugaran tubuh.

Selain menyehatkan tubuh, salah satu jenis permainan bola besar ini juga bisa meningkatkan kerja sama dengan rekan setim untuk meraih poin dan memenangkan pertandingan.

Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan saat bermain bola voli.

1. Mengurangi stres

pertandingan bola voli

Otak akan memperbanyak produksi hormon bahagia ketika kita berolahraga, seperti endorfin, dopamin, serotonin, dan triptofan. Berolahraga teratur juga dapat menurunkan hormon pemicu stres, yakni kortisol dan epinefrin, serta menggantikannya dengan meningkatkan hormon norepinefrin sebagai antidepresan.

Keseluruhan hormon positif ini bekerja sama menimbulkan perasaan senang dan mengurangi stres, sehingga menciptakan pikiran-pikiran positif. Itulah sebabnya, dokter sering menyarankan olahraga sebagai terapi tambahan untuk mengelola berbagai gejala penyakit mental.

2. Membuat tidur lebih nyenyak

Olahraga bisa membuat Anda tidur lebih nyenyak karena membantu meningkatkan aktivitas enzim dan fungsi otot, serta membantu merilekskan tubuh setelah seharian bekerja. Hasilnya, pada pagi harinya tubuh Anda akan merasa lebih bertenaga.

Sebuah penelitian pada tahun 2016 menyebutkan kenaikan suhu tubuh yang terjadi saat Anda berolahraga juga ikut membantu Anda tidur nyenyak. Bahkan, berolahraga intensitas sedang juga bisa membantu mengendalikan berbagai gangguan tidur, seperti insomnia.

Namun jangan berolahraga berlebihan. Aktivitas fisik yang terlalu keras memengaruhi kondisi tubuh yang semakin kelelahan dan dehidrasi, sehingga membuat Anda lebih sulit tidur.

3. Membantu menurunkan berat badan

Permainan voli termasuk jenis olahraga kardio aerobik. Olahraga kardio itu sendiri adalah jenis latihan untuk meningkatkan detak jantung. Selama 15-20 menit atau lebih Anda bermain bola voli memberikan peningkatan denyut nadi hingga sebesar 60-80% dari normalnya.

Jantung tersusun dari otot-otot yang harus terus bergerak agar bisa lebih kuat. Bila otot jantung kuat, maka pembuluh darah juga semakin kuat untuk mengalirkan darah lebih banyak dan cepat ke dalam sel-sel otot.

Hal ini memungkinkan sel untuk membakar lemak lebih banyak selama olahraga dan saat istirahat. Itu kenapa latihan kardio paling umum dipilih untuk membantu menurunkan berat badan, karena aktivitas ini sangat efektif membakar lemak.

Berolahraga voli secara teratur juga akan mencegah tubuh mengalami berat badan lebih dan obesitas yang bisa memicu penyakit, seperti diabetes. Dikutip dari Harvard Health, bermain voli santai selama 30 menit mampu membakar 108 kalori. Semakin tinggi intensitas kardio yang Anda lakukan, semakin besar pula kalori yang terbakar.

4. Membentuk otot dan persendian

olahraga dan kerja sama tim

Selain menguatkan otot-otot jantung, bermain voli juga melibatkan banyak gerak anggota tubuh. Mulai dari otot betis, paha, bokong, pinggul yang Anda pakai untuk melompat dan berlari, sedangkan otot lengan atas dan otot punggung juga Anda latih saat memukul bola.

Dengan bermain voli, persendian pun ikut menjadi kuat karena terus Anda gunakan untuk berlari, melompat, dan memukul secara terus-menerus. Jika tubuh memiliki persendian yang kuat, hal ini akan menghindari Anda dari berbagai risiko cedera saat berolahraga maupun beraktivitas harian.

5. Menguatkan tulang

Bola voli juga termasuk latihan beban, karena Anda akan menahan beban tubuh selama berlari atau melompat. Latihan beban secara rutin membantu tubuh mengendalikan pelepasan kadar sklerostin sekaligus meningkatkan produksi hormon khusus bernama IGF-1 yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang.

Sklerostin itu sendiri adalah salah satu protein alami yang apabila kadarnya menumpuk bisa membuat tulang lebih rentan keropos. Dengan begitu, permainan voli bisa membantu menjaga kepadatan tulang sejak dini dan mencegah gejala osteoporosis pada kemudian hari.

6. Meningkatkan koordinasi tubuh

Manfaat bermain bola voli juga selain meningkatkan aktivitas fisik, juga bisa melatih koordinasi tubuh, terutama koordinasi mata dan tangan. Dalam permainan ini, Anda harus memperhatikan gerakan bola dengan cermat untuk dapat melakukan passing atau smash di udara.

Koordinasi kedua bagian tubuh yang baik ini memungkinkan bola bersentuhan dengan lengan untuk mencegah lawan mencetak poin, atau sebaliknya. Jika Anda memiliki koordinasi buruk, bola mungkin mendarat pada bagian lengan yang salah atau jatuh ke lapangan sendiri.

7. Melatih kerja sama tim

Permainan bola voli juga melibatkan interaksi sosial dengan banyak orang dalam satu waktu, baik itu rekan satu tim atau lawan. Anda harus bekerja sama dengan baik agar tim bisa mencetak poin dan mencegah lawan memenangkan pertandingan.

Interaksi sosial ini mampu meningkatkan perasaan bahagia, terlebih apabila permainan bola voli Anda lakukan bersama dengan teman atau keluarga. Hal ini juga berdampak pada efek penurunan tingkat stres yang mungkin juga Anda alami.

Olahraga bola voli cenderung mudah dan berbagai kalangan bisa melakukannya. Demi merasakan manfaatnya, jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan dan peregangan untuk menghindari risiko cedera selama berolahraga.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Physical Requirements and Benefits of Volleyball Fitness –. Fitnesshealth101.com. Retrieved 22 January 2018, from http://www.fitnesshealth101.com/fitness/general/sports/volleyball.

Chew, N. What Are the Health Benefits of Volleyball?. Livestrong.com. Retrieved 22 January 2018, from https://www.livestrong.com/article/407232-what-are-the-health-benefits-of-volleyball/.

Ipatenco, S. (2021). The Advantages of Playing Volleyball. Livestrong.com. Retrieved 22 January 2018, from https://www.livestrong.com/article/465548-the-advantages-of-playing-volleyball/.

Di Jensen, E. (2017). Joints & Muscles Used in Volleyball. SportsRec. Retrieved 22 January 2018, from https://www.sportsrec.com/7925058/joints-muscles-used-in-volleyball.

Schwartz, J. (2017). How Much Weight Can You Lose Playing Volleyball?. SportsRec. Retrieved 22 January 2018, from https://www.sportsrec.com/398898-how-much-weight-can-you-lose-playing-volleyball.html.

Calories burned in 30 minutes for people of three different weights – Harvard Health. Harvard Health. (2021). Retrieved 6 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/diet-and-weight-loss/calories-burned-in-30-minutes-of-leisure-and-routine-activities

Joshi, S., Lesser, T., Olsen, J., & O’Hara, B. (2016). The importance of temperature and thermoregulation for optimal human sleep. Energy And Buildings, 131, 153-157. https://doi.org/10.1016/j.enbuild.2016.09.020

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 04/02/2018
x