home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Cara Mencegah Nyeri Perut Atas Saat Berolahraga

4 Cara Mencegah Nyeri Perut Atas Saat Berolahraga

Pernahkah Anda merasakan nyeri perut atas di dekat tulang rusuk saat berlari? Atau mungkin Anda sering mengalaminya? Kemungkinan besar Anda mengalami athlete’s stitch atau side stitch.

Kondisi yang sering kali disebut secara singkat sebagai stitch ini merupakan nyeri yang terasa di sisi kanan atau kiri tubuh, tepat di sepanjang pertemuan antara tulang iga/rusuk dan perut bagian atas. Nyeri dapat terasa seperti ditusuk atau seperti kram.

Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang berolahraga dengan menggerakkan batang tubuh (torso) secara berulang, seperti berlari, berenang, dan bersepeda. Sekitar 70% pelari dapat mengalami hal ini. Kondisi ini akan terasa semakin parah bila Anda baru saja makan beberapa saat sebelum olahraga.

Kondisi ini bukanlah kondisi yang serius. Namun tentu saja ini akan mengganggu dan membuat kegiatan berolahraga Anda menjadi tidak menyenangkan.

Bagaimana cara menghindari stitch?

1. Hindari makan dan minum dalam jumlah besar selama 2 jam sebelum olahraga

Banyak yang mengeluhkan stitch setelah makan dan minum dalam jumlah besar. Namun demikian, tentu Anda perlu energi untuk berolahraga. Untuk itu, makanlah lebih awal, misalnya 3-4 jam sebelum berolahraga. Jeda terpendek yang diperbolehkan antara makan besar dan olahraga adalah 2 jam agar Anda tidak mengalami stitch. Untuk menjaga hidrasi, minumlah dalam jumlah kecil tapi sering.

2. Hindari minum minuman yang bersifat hipertonik sebelum berolahraga

Minuman hipertonik atau minuman berkonsentrasi tinggi dapat memicu munculnya stitch. Minuman hipertonik adalah minuman yang mengandung karbohidrat dalam jumlah tinggi. Untuk menjaga cairan tubuh Anda sebelum olahraga, sebaiknya Anda konsumsi air putih atau minuman olahraga (sports drink) saja sebelum olahraga.

3. Meningkatkan intensitas olahraga sedikit demi sedikit

Stitch jarang kambuh bila Anda melakukan olahraga yang intensitasnya tidak terlalu berbeda jauh dengan yang biasa Anda lakukan. Bila Anda tidak pernah berolahraga, kemudian tiba-tiba Anda memulai olahraga dalam intensitas tinggi, Anda akan lebih rentan untuk mengalami stitch.

4. Menggunakan supportive broad belt

Supportive broad belt—yang tampak seperti korset—dapat membatasi gerakan pada torso selama berolahraga. Semakin sedikit gerakan pada torso, maka kemungkinan bagi Anda untuk mengalami stitch akan semakain kecil.

Bagaimana bila telanjur mengalami stitch saat berolahraga?

Menarik napas panjang dan dalam adalah salah satu cara yang disarankan untuk mengatasi nyeri ini. Cara lain yang dapat Anda coba adalah menekan lokasi yang nyeri. Anda juga sebaiknya menghentikan kegiatan berolahraga sejenak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Morton D, Callister R. Exercise-related transient abdominal pain (ETAP). Sports Med. 2015; 45: 23-35.
  2. Minehan M. What is the stitch? [Internet]. Australia: Australian Sports Commision; 2017 [cited 2017 Apr 10]. Available from: http://www.ausport.gov.au/sportsofficialmag/physical_preparation/what_is_the_stitch
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri
Ditulis oleh dr. Tania Savitri
Tanggal diperbarui 19/04/2017
x