Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

1

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Senam Kegel Pria, Kenali Manfaat dan Cara Mencobanya

    Senam Kegel Pria, Kenali Manfaat dan Cara Mencobanya

    Senam kegel biasanya dilakukan oleh perempuan untuk mengencangkan vagina, bahkan dianjurkan untuk ibu hamil guna melancarkan persalinan. Namun, ternyata senam kegel bermanfaat juga untuk pria. Simak penjelasan lengkapnya!

    Apa itu senam kegel?

    Senam kegel adalah latihan kelenturan dengan gerakan mudah dan sederhana untuk memperkuat otot panggul.

    Otot-otot dasar panggul terdapat di sepanjang tulang ekor sampai di depan tulang kemaluan. Otot-otot ini mendukung kerja kandung kemih dan usus Anda.

    Tidak hanya untuk kelenturan otot, senam kegel juga bermanfaat untuk fungsi organ-organ di sekitar panggul pria, termasukin sistem perkemihan dan reproduksi.

    Kegel melatih kekuatan otot bulbocavernosus yang bekerja untuk mempertahankan aliran darah ke penis saat ereksi, mengosongkan uretra selepas buang air kecil, dan memompa sperma saat ejakulasi.

    Manfaat senam kegel untuk pria

    Rutin melakukan senam kegel bisa membantu mengatasi beberapa gangguan kesehatan berikut.

    1. Mengatasi inkontinensia urine

    Banyak faktor yang dapat melemahkan otot dasar panggul, termasuk operasi pengangkatan prostat, diabetes, dan kandung kemih yang terlalu aktif.

    Hal ini dapat menyebabkan Anda mengalami kebocoran urine atau tidak dapat menahan buang air, yang juga dikenal sebagai inkontinensia urine.

    Nah, latihan kebugaran ini bisa membantu fungsi sistem perkemihan sehingga Anda lebih bisa mengontrol keluarnya urine.

    2. Mempercepat pemulihan operasi prostat

    Selain itu, manfaat senam kegel untuk pria juga dapat membantu proses pemulihan setelah melakukan operasi prostat.

    Hal ini dibuktikan dengan penelitian International journal of impotence research (2016) yang dilakukan pada pria yang mengalami operasi prostat.

    Hasil riset menunjukkan bahwa senam kegel dapat meningkatkan proses pemulihan kandung kemih setelah operasi.

    3. Mengatasi impotensi

    Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Progres en urologie (2017) memperlihatkan bahwa senam kegel dapat membantu mengatasi impotensi (disfungsi ereksi).

    Sekelompok pria yang diamati dalam riset tersebut melatih otot panggul mereka dengan melakukan senam kegel selama 3 bulan secara rutin. Hasilnya, mereka lebih mudah untuk ereksi.

    Senam kegel pria juga disebut-sebut sebagai terapi untuk orang yang mengalami ejakulasi dini dan dapat memperbesar ukuran penis.

    Namun, belum ada studi ilmiah yang membuktikan hal tersebut.

    Bagaimana cara melakukan senam kegel pria?

    senam kegel pria

    Senam kegel sangat mudah dilakukan. Anda dapat melakukannya di mana saja tanpa perlu menggunakan alat bantu.

    Cara senam kegel sederhana untuk pria bisa dengan mengikuti langkah-langkah berikut.

    1. Temukan di mana otot panggul Anda

    Otot panggul terletak di dasar rongga panggul dan posisinya memanjang dari tulang kemaluan sampai tulang belakang bagian bawah.

    Sebelum melakukan senam kegel, Anda sebaiknya menemukan dan tahu di mana letak otot panggul Anda. Caranya dengan melakukan gerakan seperti sedang buang air kecil.

    Kemudian, coba seolah-olah untuk menghentikan aliran urine dengan cepat menekan panggul Anda.

    Setelah itu, Anda kan merasakan otot-otot yang berkontraksi atau mengencang. Itulah otot panggul Anda.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    2. Lakukan senam kegel secara rutin

    Setelah mengetahui otot panggul Anda, lakukan gerakan senam kegel secara rutin.

    Tahap pertama adalah melakukan pelenturan otot. Cobalah untuk melakukan senam kegel sederhana seperti gerakan menahan kencing.

    Lakukan gerakan tersebut selama 5 – 20 detik, kemudian rilekskan kembali panggul Anda.

    Anda dapat melakukannya 10 – 20 kali per waktu latihan, dengan waktu latihan sekitar 3 – 4 kali dalam sehari.

    3. Waktu melakukan senam kegel

    Gerakan senam kegel sederhana untuk pria ini tidak memakan waktu, dapat dilakukan di mana saja, dan kapan pun.

    Cobalah jadikan senam kegel menjadi bagian rutinitas sehari-hari, seperti ketika mandi, setelah membuang air kecil, atau bahkan saat latihan mengangkat beban berat.

    Menurut Cleveland Clinic, manfaat dari senam kegel mungkin baru terasa setelah 6 bulan rutin latihan. Untuk itu, Anda perlu lebih konsisten berlatih.

    Tips senam kegel pria

    • Jika Anda merasa sakit di perut atau punggung setelah melakukan senam kegel, ini menandakan ada kesalahan pada senam kegel Anda.
    • Senam kegel hanya melibatkan otot panggul saja dan pastikan otot-otot yang lain tidak perlu ikut berkontraksi.
    • Jangan berlebihan dalam melakukan senam kegel karena otot akan menjadi lelah.

    4. Melakukan variasi gerakan

    Anda dapat melakukan variasi gerakan senam kegel dengan cara menahan otot sangat cepat atau sangat lambat. Padukan variasi gerakan tersebut dalam satu kali latihan.

    Pastikan tubuh Anda dalam keadaan rileks dan tidak melibatkan otot-otot yang lain seperti otot paha, bokong, atau perut. Lakukan senam kegel dengan santai dan bernapas secara normal.

    Sama seperti melatih otot bisep serta trisep atau memperkuat otot lain di tubuh Anda, dibutuhkan waktu untuk memperkuat otot di dasar panggul ini.

    Orang-orang yang masih berusia muda biasanya memiliki otot panggul yang kencang dan kuat, tetapi akan melemah seiring dengan pertambahan usia.

    Oleh karena itu, otot panggul pun juga harus sering dilatih secara rutin sama halnya dengan otot perut atau lengan.

    Senam kegel membantu mempertahankan kekuatan dan kelenturan otot panggul pria.

    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Geraerts, I., Van Poppel, H., Devoogdt, N., De Groef, A., Fieuws, S., & Van Kampen, M. (2016). Pelvic floor muscle training for erectile dysfunction and climacturia 1 year after nerve sparing radical prostatectomy: a randomized controlled trial. International journal of impotence research, 28(1), 9–13. https://doi.org/10.1038/ijir.2015.24 

    Rival, T., & Clapeau, L. (2017). Efficacité de la rééducation du plancher pelvien dans la dysfonction érectile : revue de la littérature [Effectiveness of pelvic floor rehabilitation in erectile dysfunction: A literature review]. Progres en urologie : journal de l’Association francaise d’urologie et de la Societe francaise d’urologie, 27(17), 1069–1075. https://doi.org/10.1016/j.purol.2017.09.004 

    Kegel exercises for men: Understand the benefits. (2020). Mayo Clinic. Retrieved June 13, 2022 from, https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/mens-health/in-depth/kegel-exercises-for-men/art-20045074#:~:text=Tighten%20your%20pelvic%20floor%20muscles,Maintain%20your%20focus

    Kegel Exercises for Men. (n.d.). UCLA Health. Retrieved June 13, 2022 from, https://www.uclahealth.org/urology/workfiles/Prostate_Cancer/Kegel_Exercises_for_Men.pdf 

    Kegel Exercises for Men. (2021). Cleveland Clinic. Retrieved June 13, 2022 from, https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/22211-kegel-exercises-for-men 

    Pelvic Floor Muscle (Kegel) Exercises for Men. (2018). Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Retrieved June 13, 2022 from, https://www.mskcc.org/cancer-care/patient-education/pelvic-floor-muscle-kegel-exercises-men

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Jul 08
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
    Next article: