Ketika menonton acara olahraga, Anda mungkin pernah melihat atlet meloncati sebuah alat berbentuk seperti meja. Alat itu disebut dengan kuda-kuda lompat. Ketahui apa kegunaan alat ini dalam olahraga senam melalui penjelasan berikut.
Ketika menonton acara olahraga, Anda mungkin pernah melihat atlet meloncati sebuah alat berbentuk seperti meja. Alat itu disebut dengan kuda-kuda lompat. Ketahui apa kegunaan alat ini dalam olahraga senam melalui penjelasan berikut.

Kuda-kuda lompat adalah alat berbentuk seperti meja yang digunakan sebagai tumpuan untuk melompat dalam latihan senam lantai.
Pada awalnya, alat ini berbentuk balok panjang dengan lapisan empuk di atasnya, mirip seperti kuda-kuda pelana (pommel horse) dalam senam artistik, tetapi tanpa pegangan di bagian tengahnya.
Namun, sejak tahun 2001, bentuk kuda-kuda lompat (vaulting table) diubah menjadi seperti meja yang dilapisi bantalan empuk untuk meningkatkan keamanan saat digunakan dalam perlombaan.
Alat yang juga dikenal dengan peti lompat ini membantu atlet mengembangkan teknik dasar senam dan melatih keseimbangan, kekuatan otot lengan, dan kontrol gerakan tubuh saat melakukan tolakan.
Dalam senam lantai, ada beberapa gerakan melompat yaitu lompat jauh, lompat jangkit, lompat kangkang, dan jongkok.
Namun, tidak semua gerakan tersebut membutuhkan vaulting table sebagai tumpuan.
Jenis gerakan melompat yang menggunakan kuda-kuda lompat yaitu loncat kangkang dan jongkok. Berikut ini cara melakukannya.

Lompat kangkang adalah gerakan melompat dengan kaki membentuk sikap kangkang (membuka kaki) ketika melewati peti lompat. Pada waktu mendarat, kaki harus menutup rapat.
Dikutip dari buku berjudul Sehat dan Tangkas Berolahraga, berikut cara melompat kangkang dengan tumpuan peti lompat.

Selain lompat kangkang, jenis senam lantai yang melibatkan gerakan melompat pada kuda-kuda lompat adalah loncat jongkok.
Loncat jongkok adalah gerakan melompat dengan kedua kaki dirapatkan ke arah dada membentuk sikap jongkok saat melewati peti lompat. Berikut cara melakukan lompat jongkok.
Berikut ini beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan ketika lompat menggunakan vaulting table.
Kesalahan yang umum terjadi bagi pemula saat melompati peti lompat adalah kurang memperkirakan jarak dan kecepatan.
Awalan berlari yang terlalu pendek atau dilakukan dengan kecepatan rendah akan mengurangi momentum tubuh untuk menghasilkan tolakan yang kuat saat melompat.
Akibatnya, pendaratan menjadi kurang tepat dan bisa meningkatkan risiko cedera.
Oleh karena itu, penting untuk melatih awalan dengan jarak dan kecepatan yang tepat agar bisa mendarat sempurna di atas peti lompat.

Kesalahan lainnya ketika melompat menggunakan kuda-kuda lompat adalah kepala terlalu maju saat bertumpu.
Hal ini membuat lengan tidak sejajar dengan badan karena beban tubuh bertumpu tidak merata pada lengan. Akibatnya, tubuh kehilangan keseimbangan dan jatuh ke depan.
Oleh sebab itu, saat melompat, pastikan kepala Anda dalam keadaan lurus dan tidak terlalu condong ke depan agar tidak memengaruhi keseimbangan tubuh.
Dalam gerakan lompat kangkang, posisi panggul harus terangkat tinggi agar kaki bisa membuka melewati kuda-kuda lompat.
Namun, beberapa orang terkadang gagal untuk mengangkat pinggul sehingga menyebabkan tubuh tersangkut dan tidak seimbang.
Hal ini bisa mengganggu lompatan atau bisa memicu cedera. Untuk mengatasinya, coba lakukan latihan kelenturan pinggul untuk memastikan panggul Anda bisa bergerak secara aktif saat melewati peti lompat.
Meski terlihat mudah, latihan dengan menggunakan alat ini membutuhkan keberanian dan kemampuan tubuh yang baik.
Jika Anda baru pertama kali mencoba latihan ini, ada baiknya untuk didampingi dengan pelatih profesional guna menghindari risiko cedera yang serius.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Muzakki., Abdurrohman, dkk. (2025). Kajian Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar. UMM Press.
Irwansyah dan Asep Kurnia Nenggala. (2007). Sehat dan Tangkas Berolahraga. PT Grafindo Media Pratama.
Moh. Gilang, dkk (n.d). Penjasorkes SMA Kelas 12. Ganeca Extract.
Pamungkas, Damar., dkk. (2021). Buku Siswa Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA/MA Kelas 10. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Versi Terbaru
10/08/2025
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Dimas Nugroho
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Dimas Nugroho
Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)