home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Limfoma Burkitt

Definisi limfoma burkitt|Tanda-tanda & gejala limfoma Burkitt|Penyebab limfoma Burkitt|Faktor-faktor risiko limfoma Burkitt|Diagnosis & pengobatan limfoma Burkitt|Pengobatan di rumah
Limfoma Burkitt

Definisi limfoma burkitt

Apa itu limfoma Burkitt?

Limfoma Burkitt adalah jenis dari limfoma non-Hodgkin, yaitu kanker yang menyerang sistem limfatik. Penyakit ini terbentuk saat tubuh memproduksi sel limfosit B yang abnormal.

Sel limfosit tersebut adalah jenis sel darah putih yang biasanya membantu melindungi tubuh melawan infeksi. Namun, saat Anda mengalami limfoma, limfosit abnormal akan terbentuk pada kelenjar getah bening dan berbagai organ tubuh lainnya.

Limfoma Burkitt termasuk jenis kanker limfoma yang pertumbuhan sel kankernya cenderung cepat. Oleh sebab itu, Anda harus segera jalani pengobatan jika mengalami penyakit ini.

Ada tiga jenis utama dari limfoma Burkitt:

1. Limfoma Burkitt sporadis

Jenis sporadis ini terkait dengan virus Epstein-Barr, yaitu virus yang menyebabkan demam glandular (mononucleosis). Oleh sebab itu, orang yang mengalami kondisi tersebut rentan mengalami penyakit ini.

Namun, bukan berarti orang yang terserang virus Epstein-Barr sudah pasti mengalami limfoma Burkitt. Pasalnya, ada juga orang yang terserang virus tersebut tetapi tidak pernah mengidap kanker ini.

2. Limfoma Burkitt terkait defisiensi imun

Jenis Limfoma Burkitt ini bisa terbentuk pada beberapa kelompok orang, seperti:

  • Penderita HIV/AIDS.
  • Pernah menjalani transplantasi organ.

3. Limfoma Burkitt endemik

Sementara, jenis penyakit yang satu ini paling banyak terjadi di Afrika. Para ahli sering mengaitkan penyakit ini dengan malaria atau virus Epstein-Barr.

Seberapa umumkah limfoma Burkitt?

Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak yang tinggal di area sub-Sahara Afrika. Namun, penyakit ini juga bisa terjadi pada daerah lain, termasuk Amerika.

Namun, Anda bisa mengatasi limfoma Burkitt dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Cobalah untuk mendiskusikan perihal ini dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala limfoma Burkitt

Apa tanda dan gejala dari penyakit ini?

Limfoma Burkitt tumbuh dan berkembang dengan cepat. Ini artinya, gejala-gejalanya juga akan lebih cepat muncul, bahkan bisa semakin parah hanya dalam hitungan hari.

Biasanya, gejala umum dari kondisi ini adalah munculnya benjolan pada berbagai area tubuh. Benjolan tersebut adalah kelenjar getah bening yang bengkak.

Namun, gejala dari penyakit ini biasanya tergantung pada area tempat kanker ini berkembang. Jenis sporadis biasanya muncul pada area perut, sehingga dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Sakit perut atau punggung.
  • Mudah mual dan tak enak badan.
  • Diare.
  • Pembengkakan pada area perut.
  • Perdarahan pada usus.
  • Rasa sakit yang muncul pada penyumbatan usus.

Tak jarang, orang dewasa yang mengidap penyakit ini juga mengalami demam, keringat dingin pada malam hari, dan menyusutnya berat badan tanpa alasan.

Selain itu, gejala dan tanda lain juga mungkin terjadi apabila sel limfoma bergerak menuju sumsum tulang belakang. Pada sumsum tulang belakang, sel limfoma akan memenuhi tempat yang seharusnya lokasi sel darah putih diproduksi.

Jika Anda membiarkannya begitu saja, berikut adalah beberapa kondisi yang merupakan tanda dan gejala dari penyakit ini yang mungkin terjadi:

  • Anemia.
  • Trombositopenia.
  • Neutropenia.

Penyakit ini juga mungkin terbentuk pada area kepala dan leher, dada, payudara, hingga sistem saraf pusat, termasuk otak dan tulang belakang.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab limfoma Burkitt

Apa penyebab dari penyakit ini?

Dokter dan para ahli medis masih belum bisa menemukan apa penyebab utama dari limfoma Burkitt. Sementara, penyakit ini terjadi saat tubuh menghasilkan terlalu banyak sel limfosit abnormal.

Akan tetapi, para ahli menunjukkan bahwa penyakit ini adalah jenis kanker yang paling umum pada anak-anak yang mendapat angka kasus malaria yang tinggi.

Faktor-faktor risiko limfoma Burkitt

Pada sebagian besar kasus yang terjadi, penderita limfoma Burkitt tidak memiliki faktor risiko yang jelas. Bahkan, ada juga yang memiliki faktor risiko tetapi tidak pernah mengalaminya.

Meski begitu, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan potensi Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

1. Penggunaan obat-obatan

Hal ini terjadi karena penggunaan obat dapat menekan sistem imunitas tubuh. Hal ini juga akan semakin rentan terjadi pada Anda yang pernah menjalani transplantasi organ.

Pasalnya, pada saat itu, kemampuan sistem imun tubuh dalam melawan penyakit akan semakin lemah.

2. Infeksi virus dan bakteri

Infeksi virus dan bakteri tertentu memiliki potensi meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit ini. Virus yang terkait dengan limfoma Burkitt adalah HIV dan Epstein-Barr.

Sementara itu, bakteri yang terkait dengan peningkatan risiko untuk penyakit ini meliputi Helicobacter pylori yang menyebabkan ulkus.

3. Zat kimia

Zat kimia tertentu, seperti yang digunakan untuk membunuh serangga dan rumput liar, dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit ini. Akan tetapi, masih perlu lebih banyak penelitian untuk memahami kemungkinan hubungan antara pestisida dan terjadinya penyakit.

Diagnosis & pengobatan limfoma Burkitt

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Untuk mendiagnosis penyakit ini, biasanya tim medis akan melakukan pemeriksaan menggunakan biopsi. Pada proses pemeriksaan ini, tim medis akan mengambil sampel jaringan yang terdampak oleh limfoma.

Ahli patologi limfoma akan meneliti sampel tersebut menggunakan mikroskop dan melakukan beberapa tes khusus terhadap sampel tersebut untuk menentukan jenis limfoma.

Ada pula tes atau prosedur pemeriksaan lain yang biasanya dilakukan untuk mencari tahu kondisi kesehatan Anda secara general serta bagian tubuh manakah yang terdampak limfoma.

Proses pemeriksaan tersebut biasanya mendapat sebutan “staging”. Biasanya pemeriksaan ini meliputi:

  • CT scan, untuk mencari tahu lokasi perkembangan limfoma dalam tubuh Anda.
  • Biopsi sumsum tulang belakang untuk memastikan ada tidaknya sel limfoma.
  • Lumbar puncture untuk mencari keberadaan sel limfoma dalam cairan pada otak dan tulang belakang.
  • Tes darah untuk memeriksa jumlah sel darah dan mencari tahu fungsi liver dan ginjal.

Setelah hasil pemeriksaan keluar, pastikan untuk sesegera mungkin menjalani pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Apa saja pengobatan untuk penyakit ini?

Terdapat beberapa metode pengobatan untuk kanker ini, yaitu:

1. Kemoterapi dan imunoterapi

Menurut Cancer Research UK, kemoterapi dapat membantu penanganan penyakit limfomhttps://hellosehat.com/kanker/pengobatan-kanker/a Burkitt ini. Biasanya, dokter akan memberikan obat kemoterapi yang berbeda dan menargetkan obat imunoterapi seperti rituximab (Mabthera).

Namun, terdapat banyak sekali kombinasi obat yang mungkin akan dokter berikan kepada Anda. Berikut adalah beberapa contoh kombinasi obat-obatan kemoterapi ini:

  • R-CODOX-M (rituximab, cyclophosphamide, vincristine, doxorubicin, and methotrexate).
  • R-IVAC (rituximab, ifosfamide, etoposide, cytarabine).
  • R-CHOP (rituximab, cyclophosphamide, doxorubicin, vincristine and prednisolone).
  • DA-EPOCH-R (rituximab with dose adjusted etoposide, prednisolone, vincristine, cyclophosphamide and doxorubicin).

2. Kemoterapi untuk menghentikan penyebaran ke otak

Penyakit ini memiliki potensi untuk menyerang otak dan tulang belakang, lokasi sistem saraf pusat. Oleh sebab itu, lebih baik jalani pengobatan yang dapat sekaligus mencegah penyebaran penyakit ini.

Biasanya, dokter akan memberikan obat kemoterapi injeksi seperti methotrexate ke dalam cairan yang terdapat pada tulang belakang.

Namun, tak menutup kemungkinan dokter akan menyarankan Anda untuk mendapatkan suntikan methotrexate dosis tinggi ke dalam pembuluh vena.

Pemberian obat juga bisa terjadi pada beberapa bagian tertentu lainnya, seperti:

3. Operasi

Sebenarnya, operasi bukan alternatif pengobatan yang terbaik dalam mengatasi limfoma Burkitt. Akan tetapi, bukan berarti prosedur medis ini tak bisa membantu Anda mengatasinya.

Anda mungkin harus menjalani operasi untuk meredakan gejala dari penyakit ini, apalagi jika limfoma menekan organ yang dapat menyebabkan penyumbatan dalam tubuh.

4. Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi juga bisa menjadi alternatif pengobatan, khususnya untuk kondisi tertentu, seperti:

  • Membantu meredakan gejala penyakit.
  • Tambahan pengobatan sebelum transplantasi sumsum tulang belakang.

Pengobatan di rumah

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi limfoma Burkitt:

  • Anda harus melakukan suntikan vaksin untuk EBV.
  • Anda juga harus melakukan suntikan vaksin untuk malaria demi mencegah limfoma Burkitt.
  • Jika Anda merasa memiliki salah satu gejala di atas, segera cari perhatian medis.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Annisa Hapsari pada 02/01/2021
x