Kenali Bahaya Penyakit Paget yang Menyerang Puting Payudara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/02/2020 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Penyakit paget pada puting payudara adalah jenis kanker yang sangat langka. Walaupun sama berbahayanya dengan kanker lain, penyakit ini berbeda dengan kanker payudara yang mungkin lebih banyak diketahui orang. Supaya Anda lebih paham dengan penyakit ini, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu penyakit paget payudara?

Penyakit paget payudara atau paget’s disease pada puting payudara adalah penyakit kanker yang menyerang kulit sekitar puting dan areola (area yang berwarna gelap di payudara yang mengelilingi puting).

Penyakit ini berbeda dengan kanker payudara dan penyakit paget yang biasanya menyerang tulang. Sekitar 1-4% wanita yang memiliki kanker payudara juga memiliki kondisi ini pada payudaranya.

Penyebab dan siapa saja yang berisiko?

Penyebab penyakit ini tidak diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa teori yang menjelaskan hal tersebut.

Pertama, ada kemungkinan sel-sel tumor yang ada pada permukaan kulit puting dan areola berpindah dari saluran susu. Kedua, sel kanker bisa langsung berkembang pada bagian puting dan areola.

Penyakit paget payudara ini bisa terjadi pada siapa saja. Namun, lebih mungkin terjadi dan lebih besar risikonya pada orang dengan kondisi berikut ini:

  • Berusia sekitar 50 tahun lebih
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini
  • Pernah memiliki kanker payudara sebelumnya
  • Memiliki tumor jinak pada payudara
  • Memiliki berat badan berlebihan setelah menopause
  • Memiliki kebiasaan minum alkohol
  • Memiliki jaringan payudara yang padat
  • Mengunakan terapi hormon

Gejala umum penyakit paget payudara

Dikutip dari Mayo Clinic, terdapat berbagai gejala penyakit paget payudara, meliputi:

  • Muncul benjolan di sekitar puting atau areola
  • Benjolan terlihat kemerahan
  • Kulit yang benjol mengeras jika disentuh dan terkelupas

Oleh karena gejala-gejala itu, umumnya Anda akan mengira bahwa itu adalah eksim, dermatitis, atau masalah kulit lainnya. Namun, bedanya, kondisi ini tidak akan sembuh hanya dengan obat perawatan kulit.

Kemungkinan gejala penyakit paget payudara akan semakin bertambah parah, seperti:

  • Kulit pada puting atau areola menebal
  • Keluar cairan kuning atau darah dari puting
  • Payudara jadi sensitif dan terasa nyeri

Jika kondisi ini terjadi, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter sebelum kondisi semakin bertambah parah dan lebih sulit untuk diobati.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Diagnosis dimulai dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa benjolan dan penebalan kulit di sekitar puting. Mungkin Anda juga harus mengikuti beberapa tes skrining payudara.

Selanjutnya, bila ada kemungkinan kanker, Anda akan direkomendasikan melakukan biopsi. Biopsi adalah tindakan mengambil sebagian kecil jaringan dari benjolan dan memeriksa jaringan tersebut memiliki sel kanker atau tidak.

Dari biopsi inilah, diagnosis kanker akan didapatkan. Biopsi juga dapat memberikan rincian penting lainnya, seperti:

  • Seberapa besar kemungkinan sel kanker akan tumbuh dan menyebar
  • Apakah sel kanker bersifat jinak atau ganas
  • Apakah Anda positif memiliki kelebihan gen HER2 yang jadi pemicu tumbuhnya sel kanker

Apa saja pengobatan untuk penyakit paget payudara?

operasi jantung di siang hari

Pengobatan utama untuk mengobati adanya kanker pada puting payudara adalah operasi. Namun, hal ini tergantung seberapa parah kanker telah menyebar.

Pembedahan bisa mengangkat seluruh payudara (mastektomi) atau area puting dan areola tertentu saja yang terkena (eksisi sentral).

Jika dilakukan mastektomi, kemungkinan akan dilakukan operasi rekonstruksi (pembentuk kembali payudara kembali). Selanjutnya, Anda juga perlu melakukan perawatan lebih lanjut jika sel kanker bersifat ganas, seperti:

  • Kemoterapi: terapi obat-obatan untuk menghancurkan sel-sel kanker
  • Radioterapi: terapi radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker
  • Terapi hormon: terapi untuk mencegah sel kanker tumbuh kembali pada bagian tubuh yang sama atau berpindah ke bagian tubuh yang lain

Komplikasi pengobatan untuk penyakit paget pada payudara

Potensi komplikasi penyakit bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti pengobatan tertunda, tidak mendapatkan pengobatan yang tepat atau salah diagnosis.

Akan lebih baik jika kondisi ini mendapatkan penanganan segera. Kanker akan lebih mudah diobati pada tahap awal.

Namun, pengobatan seperti kemoterapi atau radiasi, mungkin bisa menyebabkan efek samping seperti iritasi kulit, kelelahan, atau rasa sakit. Dalam jangka panjang, pengobatan ini kemungkinan dapat meningkatkan penyakit lain, seperti:

  • Limfedema (bengkaknya saluran getah bening) karena menghilangnya kelenjar getah bening
  • Meningkatkan risiko kanker lain akibat kemoterapi dan terapi radiasi
  • Menopause atau ketidaksuburan akibat terganggunya hormon dari terapi hormon

Bagaimana mencegah penyakit paget payudara?

minum alkohol

Untuk mencegah kondisi ini, Anda harus mengurangi faktor risikonya. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan, antara lain mengurangi kebiasaan minum alkohol dan rutin berolahraga.

Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, seperti skrining kanker payudara untuk mendeteksi adanya kanker lebih dini.

Bagi Anda yang berisiko tinggi dengan penyakit paget payudara, diskusikan dengan dokter mengenai cara pencegahan untuk mengurangi risiko terkena penyakit. Dokter mungkin akan meresepkan obat penghambat estrogen, seperti tamoxifen atau raloxifene.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . 5 mins read

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 28/03/2020 . 4 mins read

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kanker Payudara, Health Centers 29/02/2020 . 7 mins read

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18/02/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 5 mins read

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 5 mins read
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . 5 mins read
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . 4 mins read