Kanker Payudara Lobular

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Kanker payudara lobular juga dikenal sebagai karsinoma lobular invasif. Kanker ini berawal dari lobulus payudara, yang merupakan kelenjar penghasil susu. Sel-sel kanker dapat bergerak melampaui lobulus dan menyerang organ dan jaringan lain dalam tubuh. Kanker payudara lobular tidak terlalu sering terjadi dibanding kanker karsinoma duktal, di mana sel kanker berawal dari saluran susu.

Gejala dan faktor pemicunya

Tidak seperti jenis kanker payudara lain yang biasanya diawali dengan munculnya benjolan, pada kanker payudara lobular biasanya diawali dengan penebalan payudara. Dengan kata lain, Anda mungkin akan menyadari bahwa terdapat kepadatan dan ketebalan yang tak biasa pada salah satu bagian payudara Anda jika Anda memiliki kanker payudara lobular. Gejala lain dari kanker payudara lobular termasuk:

  • Perubahan kulit di sekitar bagian yang terinfeksi
  • Kulit yang lebih tebal dari biasanya
  • Puting menjorok ke dalam

Kanker payudara lobular cenderung muncul saat usia lebih tua dibandingkan dengan jenis kanker payudara lain. Kanker payudara lobular juga cenderung berkembang pada wanita yang sedang dalam terapi hormon (HRT). Hormon yang terlibat dalam terapi mungkin dapat menstimulasi pertumbuhan sel kanker. Tumor ini lebih sulit dilihat dalam mammogram. Sebuah kondisi yang disebut karsinoma lobular in situ, yang berarti sel kanker terbatas pada lobulus, dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena lobular karsinoma invasif.

Diagnosis dan pilihan pengobatan

Dokter menggunakan beberapa tes pencitraan yang berbeda untuk membantu mendiagnosis kanker payudara lobular. Hal itu karena mammogram biasa mungkin tidak selalu menunjukkan tumor kanker, dan ultrasound kurang meyakinkan untuk mendiagnosis kondisi ini.

Dokter Anda mungkin memerintahkan untuk melakukan MRI bila skrining lainnya tidak menghasilkan gambar jelas dari jaringan yang mencurigakan. Diagnosis lebih pasti bisa dibuat ketika cairan atau jaringan diambil dari payudara untuk pengujian lab.

Pengobatan kanker payudara lobular biasanya melibatkan operasi. Lumpektomi mungkin menjadi pilihan bedah terbaik jika pertumbuhan kanker muncul terbatas pada sebagian kecil dari payudara. Jika banyak jaringan payudara terinfeksi, maka dokter mungkin akan merekomendasikan mastektomi. Pilihan pengobatan terbaik Anda juga akan bergantung pada kesehatan keseluruhan.

Anda mungkin membutuhkan pengobatan tambahan, seperti radiasi atau kemoterapi. Terapi hormon mungkin juga akan dilakukan bila tes menunjukkan bahwa sel kanker Anda sensitif terhadap hormon.

Prospek jangka panjang dan bila kanker kambuh

Prognosis Anda sangat bergantung pada tingkat penyakit dan jenis pengobatan yang Anda terima. Diagnosis dan pengobatan lebih dini cenderung mengarah ke prospek jangka panjang yang lebih baik. Dalam sebuah penelitian, tingkat pertahanan pasien kanker payudara lobular stadium 4 rata-rata adalah 2,9 tahun. Stadium 4 adalah tingkat yang paling tinggi dari jenis kanker apapun.

Usia Anda dan respon sel kanker terhadap hormon juga merupakan faktor penting dalam mempengaruhi peluang Anda bertahan hidup.

Jurnal Institut Kanker Nasional meneliti tingkat kambuhnya penyakit pada pasien yang telah menjalani terapi adjuvan. Para peneliti menemukan tingkat kambuhnya penyakit untuk kanker stadium 1 adalah 7%. Untuk stadium 2, tingkatnya 11%. Sedangkan stadium 3, 13%.

Penelitian terpisah pada tahun 2012 menemukan setelah kesuksesan pengobatan, pasien kanker payudara lobular dapat bertahan hidup sekitar 10,6 tahun tanpa kanker. Bila kanker kambuh kembali, seringnya berkembang di bagian perut.

Bagaimana saya bisa mencegah kanker payudara lobular?

Lobular karsinoma, sama seperti kanker payudara lainnya, bisa terjadi bahkan pada individu yang sehat. Tetapi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan peluang Anda terhindar dari penyakit ini.

Batasi minum alkohol dengan jumlah yang sedang. Hal ini berarti maksimal satu gelas minuman per hari. Lakukan pemeriksaan sendiri dan rajin periksa ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . 4 menit baca

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 menit baca

    Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

    Kanker payudara memberikan tantangan tersendiri dalam hubungan asmara. Namun, hubungan harmonis yang dimiliki pasien kanker payudara ternyata ada manfaatnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Kanker Payudara, Health Centers 10/06/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
    kanker-muncul-kembali

    4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca