Kenapa Gejala Awal Kanker Payudara Seringnya Tak Disadari?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/01/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sama seperti  kanker lainnya, gejala kanker payudara kerap tak disadari di awal kemunculannya. Padahal, mengenali gejala kanker payudara di stadium awal bisa memperbesar peluang kesembuhan. Lantas, mengapa gejala awal ini sering tak disadari?

Kenapa kanker payudara baru terdeteksi di stadium lanjut?

Benjolan adalah salah satu tanda saat seseorang terkena kanker payudara. Sayangnya, munculnya benjolan yang berukuran kecil kerap tidak teraba dan terasa.

Pada kebanyakan kasus, benjolan tidak disertai dengan gejala lain sehingga membuat orang sama sekali tidak tahu bahwa dirinya terkena kanker payudara.

Gejala lain kanker payudara biasanya baru muncul saat kanker masuk stadium lanjut, tidak di masa awal. Berbagai gejala yang kerap muncul pada orang dengan kanker stadium lanjut yaitu:

  • Kulit payudara yang berlekuk seperti kulit jeruk
  • Puting mengeluarkan darah

Namun di lain sisi, keberadaan kanker payudara bukannya tak disadari. Banyak pasien saya yang sebenarnya tahu di payudaranya terdapat benjolan. Akan tetapi, mereka terlalu takut untuk memeriksakannya ke dokter.

Bahkan, ada pasien yang masih takut untuk memeriksakan diri padahal benjolan sudah sangat terlihat bahkan pecah dan berdarah.

Perasaan takut ini kemudian membuat pasien mengabaikan gejala yang mungkin ada dan dirasakan. Pasien kemungkinan akan ke rumah sakit hanya ketika dirinya merasa sudah tidak sanggup menahan gejala yang kian parah

Akibatnya, sekitar 60 sampai 70 persen pasien yang datang ke dokter kanker payudaranya sudah masuk stadium lanjut.

Deteksi gejala awal kanker payudara dengan skrining

Jangan tunggu hingga kanker menyebar dan masuk stadium lanjut. Sebaiknya lakukan skrining rutin agar tanda atau gejala awal kanker payudara dapat langsung terdeteksi saat baru mulai berkembang.

Ketika sel kanker terdeteksi di awal kemunculannya, yaitu di stadium I dan II, peluang kesembuhan pasien mencapai 100% dengan pengobatan yang tepat. Sebaliknya, semakin tinggi stadium kankernya, peluang kanker untuk disembuhkan semakin kecil.

Melakukan skrining seperti mammografi dan USG payudara jadi salah satu cara untuk bisa mendeteksi kanker payudara di awal kemunculannya. Kedua prosedur ini mampu melihat keberadaan benjolan dan memastikan apakah keduanya kanker atau bukan.

Melakukan skrining payudara bukan hanya perlu dilakukan saat memasuki usia senja. Melakukannya sedari muda membantu mengecek kesehatan payudara Anda.

Di usia muda, Anda bisa melakukan USG payudara. Sementara mammografi hanya diperuntukkan untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun.

Selain mammografi dan USG payudara, Anda juga bisa melakukan SADARI di rumah untuk mendeteksi gejala awal kanker payudara. SADARI merupakan kepanjangan dari pemeriksaan payudara sendiri.

Cara ini termasuk yang paling mudah dan murah tetapi kurang efektif. Oleh karena itu, saya menyarankan untuk melakukan SADARI disertai dengan skrining lain yang lebih akurat seperti mammografi dan USG payudara.

Untuk lebih jelasnya, konsultasikan ke dokter ahli dan mintalah rekomendasi skrining darinya. Tak perlu takut untuk memeriksakan diri karena cara ini justru bisa memperpanjang kualitas hidup Anda. Jangan menunggu hingga benjolan membesar atau gejala lain yang lebih parah muncul.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM

Pentingnya Konsumsi EPA bagi Pasien Kanker

Salah satu kondisi yang dihadapi pasien kanker adalah kondisi kaheksia. Konsumsi EPA bantu menjaga asupan nutrisi terpenuhi untuk pasien kanker.

Ditulis oleh: dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM
epa untuk pasien kanker
Nutrisi, Hidup Sehat 03/06/2020

Kenapa Gejala Awal Kanker Payudara Seringnya Tak Disadari?

Seringnya, kanker payudara baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Ini karena gejala awal kanker payudara kerap tidak disadari. Mengapa begitu?

Ditulis oleh: dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM
gejala awal kanker payudara

Alasan SADARI Saja Tak Cukup untuk Mendeteksi Kanker Payudara

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) bisa mendeteksi benjolan cikal bakal kanker payudara. Namun, kombinasi dengan skrining medis membuatnya lebih efektif.

Ditulis oleh: dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM
SADARI kanker payudara

Yang juga perlu Anda baca

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . 5 mins read

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 28/03/2020 . 4 mins read

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kanker Payudara, Health Centers 29/02/2020 . 7 mins read

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18/02/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 5 mins read

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 5 mins read
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . 5 mins read
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . 4 mins read