home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Ikan Lele Mengandung Sel Kanker? Ini Jawabannya

Benarkah Ikan Lele Mengandung Sel Kanker? Ini Jawabannya

Penyakit kanker terjadi akibat mutasi gen membuat sel tubuh menjadi abnormal. Meski penyebabnya tidak diketahui secara pasti, ilmuwan percaya bahwa kondisi tersebut ada kaitannya dengan genetik dan paparan lingkungan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah beredarnya kabar mengenai ikan lele yang mengandung sel kanker? Namun, benarkah demikian?

Benarkah ikan lele mengandung sel kanker?

ikan lele

Penyakit kanker menjadi penyebab banyak kematian. Kanker berasal dari sel-sel tubuh pada yang abnormal. Artinya, sel tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Normalnya, sel akan membelah, tumbuh, dan mati sesuai dengan kebutuhan. Namun pada orang yang mengidap kanker, sel terus membelah dan tumbuh tanpa henti, dan tidak mati padahal sel sudah menua atau rusak. Alhasil, terjadi penumpukan sel yang akhirnya membentuk tumor.

Tanpa perawatan, sel kanker akan terus berkembang, menyebar, dan menyerang jaringan atau organ sekitarnya. Termasuk organ vital, seperti otak dan paru-paru, yang menjadi penunjang kehidupan manusia.

Kabar beredar bahwa ikan lele mengandung zat yang bisa memicu munculnya sel kanker. Jika Anda mendengar informasi ini, jangan dulu telan mentah-mentah. Anda harus tahu fakta dan kebenarannya agar tidak menyebabkan kerugian karena mempercayai informasi yang salah.

Untuk membuktikan informasi tersebut, University of Pittsburgh Schools of the Health Sciences pada tahun 2007 mengadakan penelitian terkait hal tersebut.

Hasilnya menujukkan bahwa ikan lele yang terpapar limbah industri, mengandung zat yang bisa meniru hormon estrogen pada wanita. Hal ini dapat membuat sel-sel kanker payudara berkembang biak lebih cepat. Selain itu, konsumsi ikan yang terkontaminasi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah pada endokrin dan gangguan pertumbuhan.

Memang, penyebab kanker tidak diketahui, tapi paparan zat kimia yang masuk tubuh bisa meningkatkan risiko terjadinya mutasi atau perubahan pada DNA. Pada DNA, terdapat serangkaian perintah bagi sel untuk berfungsi secara normal. Ketika mutasi terjadi, perintah sel tersebut akan menjadi kacau sehingga membuat sel menjadi abnormal.

Nah, berdasarkan hal tersebut, bisa jadi zat kimia yang ada pada ikan lele yang terkontaminasi, masuk ke tubuh ketika Anda mengonsumsinya. Kondisi inilah yang memungkinkan risiko kanker dapat meningkat.

Sebenarnya tidak hanya ikan lele saja, makanan apa pun yang terkontaminasi limbah pabrik akan berdampak buruk bagi kesehatan jika Anda konsumsi.

Lantas, amankah makan ikan lele?

ikan lele

Meskipun penelitian menunjukkan hasil demikian, hingga kini belum ada studi yang terbukti bahwa ikan lele mengandung sel kanker.

Perlu Anda pahami bahwa efek karsinogenik yang ditemukan pada penelitian merujuk pada ikan yang terpapar zat kimia limbah pabrik. Itu artinya, tidak semua ikan lele bisa memicu terjadinya kanker pada orang yang mengonsumsinya.

Jadi, Anda tetap boleh mengonsumsi ikan lele untuk menu makan siang. Terlebih ikan menjadi salah satu sumber protein yang menyehatkan bagi tubuh dan Anda bisa mendapatkannya dengan mudah.

Kandungan protein pada ikan bisa membantu membangun sel-sel tubuh. Ikan lele juga mengandung asam lemak omega 3 yang bisa menurunkan tekanan darah. Tentu jenis ikan ini aman dikonsumsi penderita hipertensi dan penyakit jantung, yang sangat perlu mengelola tekanan darah mereka.

Melihat manfaat ikan lele yang melimpah ini, tentu sangat disayangkan jika Anda melewatkannya begitu saja, bukan?

Perhatikan hal ini jika Anda ingin mengonsumsi ikan

Terlepas dari kabar ikan lele yang mengandung sel kanker, mengonsumsi ikan lele atau tidak sebenarnya menjadi pilihan Anda.

Bila Anda merasa ragu, tidak mengonsumsinya tidaklah menjadi masalah. Masih banyak pilihan ikan lain yang bisa Anda nikmati, seperti ikan bandeng, ikan teri, atau ikan kembung. Namun jika Anda pecinta ikan lele, Anda perlu memperhatikan keamanan ikan yang Anda konsumsi.

Paling penting, pastikan jika ikan lele yang Anda beli tidak terkontaminasi limbah kimia pabrik. Anda bisa membeli ikan lele pada penambakan ikan yang terjamin kebersihan dan keamanannya, supermarket, atau pedagang ikan yang Anda percaya.

Jangan lupa untuk memperhatikan kesegaran ikan lele yang Anda beli. Selain lebih enak, ikan yang kondisinya masih segar mengandung nutrisi yang lebih lengkap.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Extracts of catfish caught in polluted waters cause breast cancer cells to multiply. (2007, November 09). Retrieved May 06, 2021, from https://www.sciencedaily.com/releases/2007/11/071107083910.htm.

Cancer. (2021, April 27). Retrieved May 06, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/symptoms-causes/syc-20370588.

Fish, raw, wild, channel, catfish. (n.d.). Retrieved May 06, 2021, from https://www.nutritionvalue.org/Fish%2C_raw%2C_wild%2C_channel%2C_catfish_nutritional_value.html.

Norris, C. (2020, January 06). The oily fish with blood pressure powers. Retrieved May 06, 2021, from https://www.bhf.org.uk/what-we-do/news-from-the-bhf/news-archive/2020/february/fish-oils-and-blood-pressure-powers

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x