Benarkah Minum Teh Panas Meningkatkan Risiko Kanker Kerongkongan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Banyak orang yang mengawali harinya dengan secangkir teh panas. Terlebih bagi Anda yang sedang sakit tenggorokan, minum teh panas bisa menjadi pilihan yang cocok untuk membantu melegakan tenggorokan yang terasa gatal dan serak sekaligus menghangatkan tubuh. Di balik segudang manfaat minum teh untuk kesehatan, sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa minum teh panas dapat memicu kanker kerongkongan. Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya.

    Kaitan antara minum teh panas dengan risiko kanker kerongkongan

    obat radang tenggorokan

    Teh tidak hanya menjadi sajian minuman yang menemani sarapan atau sore santai Anda, tetapi juga menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan. Ini karena teh mengandung senyawa polifenol, sejenis antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Selain dalam kondisi dingin alias pakai es, teh juga dapat disajikan dalam kondisi panas yang dapat membantu menghangatkan dan menenangkan tubuh. Namun, sebuah penelitian terbaru dari Peking University di Tiongkok menemukan bahwa suhu penyajian teh dapat memengaruhi kesehatan, bahkan ternyata memberikan efek buruk bagi kesehatan.

    Dalam penelitian yang diterbitkan pada jurnal Annals of Internal Medicine tersebut, Jun Lv dan para ahli lainnya mengungkapkan bahwa minum teh panas dapat meningkatkan risiko kanker esofagus atau kanker kerongkongan. Menurut World Cancer Research Fund International, kanker kerongkongan adalah jenis kanker paling umum nomor delapan di dunia.

    Penelitian tersebut melibatkan 450.000 orang di Tiongkok selama 9 tahun untuk membuktikan hubungan antara minum teh panas, minum alkohol, dan risiko kanker yang lebih tinggi. Setelah 9 tahun, para peneliti menemukan bahwa terdapat 1.731 kasus kanker kerongkongan, 1.106 di antaranya adalah pria dan 625 orang wanita.

    Setelah ditelusuri, risiko kanker tenggorokan meningkat lima kali lebih tinggi pada orang yang suka minum teh panas disertai dengan kebiasaan minum 15 gram alkohol. Bahkan, risiko tersebut dapat terus naik hingga dua kali lipat pada mereka yang juga memiliki kebiasan merokok.

    Memang benar bahwa hasil tersebut tidak menunjukkan adanya kemungkinan kanker kerongkongan pada peserta yang hanya minum teh panas setiap hari. Walau begitu, para ahli mengungkapkan bahwa minum teh panas dapat melukai lapisan mukosa esofagus. Lama-lama, hal ini dapat memicu karsinogenesis atau perubahan sel normal menjadi sel kanker.

    The International Agency for Research on Cancer baru-baru ini mengungkapkan bahwa minuman yang bersuhu 65 derajat Celcius memiliki potensi karsinogenik pada tubuh manusia. Kabar baiknya, rata-rata masyarakat terbiasa minum teh panas di bawah suhu tersebut sehingga cenderung lebih aman.

    Lantas, bagaimana cara minum teh panas yang benar dan aman?

    minum teh

    Minum teh panas memang dapat melegakan tenggorokan lebih cepat daripada saat Anda minum teh hangat. Namun ingat, perlahan tapi pasti, suhu teh yang terlalu panas dapat menyebabkan peradangan pada lapisan esofagus dan memicu pertumbuhan sel kanker di kerongkongan.

    Untuk mengatasinya, sebaiknya tunggulah beberapa saat sampai teh panas berubah menjadi sedikit lebih hangat. Buatlah teh panas beberapa menit sebelum jadwal minum teh Anda, lalu barulah Anda bisa minum teh yang suhunya lebih hangat dan aman untuk tenggorokan Anda.

    Selain itu, hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol yang dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan lebih cepat. Dengan menerapkan pola hidup sehat, tubuh akan terlindungi dari berbagai penyakit sekaligus meraup manfaat menakjubkan dalam sajian secangkir teh.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

    Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

    Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

    Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang diminati banyak orang. Tapi, apakah Anda tahu apa saja manfaat yoga untuk kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fitriana Deswika
    Latihan Kelenturan, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

    Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

    Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bahaya pakai earphone saat tidur

    Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Thendy Foraldy
    Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
    Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

    Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
    luka gatal mau sembuh

    Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
    wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

    Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Satria Perdana
    Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit