home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tangan Licin Akibat Sering Berkeringat? Yuk, Intip 6 Cara Menghilangkannya di Sini

Tangan Licin Akibat Sering Berkeringat? Yuk, Intip 6 Cara Menghilangkannya di Sini

Biasanya, tangan mulai berkeringat ketika Anda cemas atau sedang tertekan akan sesuatu. Namun ternyata, pada sebagian kasus tangan berkeringat tak hanya disebabkan oleh cemas saja. Tangan bisa tiba-tiba mengeluarkan keringat meski Anda sedang bersantai. Bila Anda tidak nyaman dengan kondisi ini, ada beberapa cara alami dan mudah untuk mengatasi telapak tangan yang berkeringat.

Apa penyebab telapak tangan sering berkeringat?

Telapak tangan yang berkeringat secara berlebihan bisa membuat Anda kerepotan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Tak hanya itu saja, tangan yang basah juga dapat menurunkan kepercayaan diri jika Anda harus berjabat tangan dengan orang lain.

Anda mungkin bertanya-tanya, apakah kondisi ini disebabkan oleh kebersihan diri yang kurang terjaga? Jawabannya, belum tentu.

Berkeringat sebenarnya adalah hal yang sangat wajar, tetapi ketika tubuh, termasuk telapak tangan, memproduksi keringat secara berlebihan adalah kondisi yang perlu mendapat perhatian lebih.

Dalam dunia medis, produksi keringat berlebih disebut dengan hiperhidrosis.

Primary focal hyperhidrosis

Menurut Mayo Clinic, jenis hiperhidrosis yang paling sering memengaruhi produksi keringat di telapak tangan dan kaki adalah primary focal hyperhidrosis.

Kondisi ini membuat saraf penghasil keringat menjadi jauh lebih sensitif dibanding pada tubuh orang normal.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab telapak tangan berkeringat pada primary focal hyperhidrosis.

Kondisi ini kemungkinan dapat diturunkan alias bersifat genetik.

Secondary hyperhidrosis

Secondary hyperhidrosis alias hiperhidrosis sekunder adalah produksi keringat berlebih yang terjadi akibat kondisi medis tertentu.

Meski sangat jarang ditemukan, hiperhidrosis sekunder juga bisa mnejadi penyebab telapak tangan basah pada sebagian orang.

Berikut adalah kondisi medis yang sering dikaitkan dengan hiperhidrosis sekunder:

  • Diabetes
  • Masalah pada kelenjar tiroid
  • Gula darah rendah
  • Infeksi
  • Serangan jantung
  • Gejala menopause (hot flashes)
  • Kelainan sistem saraf
  • Merasa terlalu emosional (marah, senang, atau sedih berlebihan)
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Cara mengatasi telapak tangan yang sering berkeringat

Tidak perlu khawatir, telapak tangan yang basah dapat Anda atasi dengan cara-cara di bawah ini:

1. Pakai produk antiperspiran

deodoran menghilangkan bau badan

Zat kimia ini biasanya memang sering ditemui pada deodoran. Fungsinya pun untuk mengatasi masalah keringat berlebih, baik ketiak basah maupun keseluruhan badan yang berkeringat.

Nah, bagi Anda yang mengalami kondisi telapak tangan sering berkeringat, dianjurkan untuk mengaplikasikan antiperspiran ke telapak tangan. Mulailah dengan produk yang bisa dibeli di toko terdekat.

Namun, jika Anda sudah menggunakannya dan tidak ada efek apapun, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan antiperspiran yang ada di apotek.

Sebelum memakainya, ikuti dahulu bagaimana memakaikan produk ini ke telapak tangan Anda:

  • Pakai antiperspiran sebelum tidur
  • Pakaikan ke kulit yang kering
  • Disarankan untuk tidak memakai sarung tangan ataupun benda yang bisa menutupi tangan Anda. Hal itu bisa menyebabkan tangan Anda iritasi kulit.

2. Memanfaatkan daun sage

manfaat daun sage

Tanaman sage biasanya sering digunakan sebagai pengharum pada produk sabun atau kosmetik.

Akan tetapi, ternyata daun sage pun dipercaya bisa menjadi salah satu cara mengatasi telapak tangan yang sering berkeringat.

Anda bisa menambahkan daun ini ke teh atau makanan Anda. Zat yang terkandung di dalam daun sage mampu mengurangi produksi minyak berlebih pada kulit dan mencegah timbulnya keringat pada telapak tangan.

  • Masukkan segenggam daun sage ke air
  • Rendam tangan Anda ke dalam air tersebut selama 20 menit

Selain merendamkan tangan ke dalam air daun sage, Anda juga bisa meminumnya.

Akan tetapi, sebelum mengonsumsi tanaman herbal seperti daun sage, akan lebih baik jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

3. Menjalani terapi iontophoresis

anemia ke dokter apa

Jika cara-cara rumahan di atas tidak kunjung membuahkan hasil, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Dokter mungkin akan menyarankan Anda menjalani terapi medis yang disebut dengan iontophoresis. Terapi ini dapat membantu mengurangi produksi keringat berlebih sebanyak 81%.

Biasanya, terapi ini dianjurkan bagi pasien yang sudah mencoba antiperspiran namun tak mengalami perubahan yang signifikan.

Selama terapi ini berlangsung, Anda akan diberikan stimulasi listrik oleh tenaga medis yang sudah ahli sehingga keamanannya terjamin.

Stimulasi listrik tersebut bertujuan agar kelenjar keringat dapat mengurangi produksi keringat berlebih.

4. Melakukan suntik Botox

tripenem

Selain iontophoresis, penanganan medis lain yang dianjurkan bagi pemilik telapak tangan sering berkeringat adalah suntik Botox.

Anda mungkin sering mendengar suntik Botox untuk kecantikan kulit. Ternyata, prosedur ini juga efektif mengurangi produksi keringat berlebih pada pengidap hiperhidrosis.

Menurut situs International Hyperhidrosis Society, suntik Botox efektif mengurangi produksi keringat berlebih sebanyak 82-87%.

5. Mengonsumsi obat-obatan

Tak hanya dengan penanganan medis di atas, Anda juga mungkin perlu menggunakan obat-obatan yang diresepkan dokter.

Umumnya, kondisi telapak tangan berkeringat dapat diatasi dengan obat antikolinergik.

Obat antikolinergik akan memengaruhi kinerja saraf di kelenjar keringat. Dengan demikian, produksi keringat berlebih akan menurun.

6. Menjalani operasi

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, cara-cara di atas tidak berhasil mengurangi produksi keringat di telapak tangan.

Apabila hal ini terjadi pada Anda, pilihan terakhir adalah prosedur bedah alias operasi.

Operasi dilakukan dengan memotong saraf yang memberikan sinyal produksi keringat di telapak tangan.

Itulah berbagai penyebab serta cara mengatasi telapak tangan yang sering berkeringat.

Jika Anda mengalami kondisi ini, tidak perlu ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai, terutama jika telapak tangan basah sudah sangat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sweaty Hands – International Hyperhidrosis Society. (n.d.). Retrieved April 12, 2021, from https://www.sweathelp.org/where-do-you-sweat/sweaty-hands.html 

Natural Remedies – International Hyperhidrosis Society. (n.d.). Retrieved April 12, 2021, from https://www.sweathelp.org/hyperhidrosis-treatments/alternate-therapies.html 

Iontophoresis – International Hyperhidrosis Society. (n.d.). Retrieved April 12, 2021, from https://www.sweathelp.org/hyperhidrosis-treatments/iontophoresis.html 

OnabotulinumtoxinA Injections (Botox®) – International Hyperhidrosis Society. (n.d.). Retrieved April 12, 2021, from https://www.sweathelp.org/hyperhidrosis-treatments/botox.html 

Hyperhidrosis: Who Gets and Causes – American Academy of Dermatology Association. (2021). https://www.aad.org/public/diseases/a-z/hyperhidrosis-causes 

Hyperhidrosis: Diagnosis and Treatment – American Academy of Dermatology Association. (2021). Retrieved April 12, 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/hyperhidrosis-treatment 

Hyperhidrosis – Mayo Clinic. (2020). Retrieved April 12, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperhidrosis/symptoms-causes/syc-20367152 

Sage – PeaceHealth. (2015). Retrieved April 12, 2021, from https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-2158004 

Hamidpour, M., Hamidpour, R., Hamidpour, S., & Shahlari, M. (2014). Chemistry, Pharmacology, and Medicinal Property of Sage (Salvia) to Prevent and Cure Illnesses such as Obesity, Diabetes, Depression, Dementia, Lupus, Autism, Heart Disease, and Cancer. Journal of traditional and complementary medicine, 4(2), 82–88. https://doi.org/10.4103/2225-4110.130373 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 12/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.