Beberapa kondisi yang memengaruhi jantung terkadang tidak disadari oleh pengidapnya, seperti patent foramen ovale (PFO). Lantas, bagaimana kondisi ini bisa terjadi? Apakah PFO berbahaya? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Beberapa kondisi yang memengaruhi jantung terkadang tidak disadari oleh pengidapnya, seperti patent foramen ovale (PFO). Lantas, bagaimana kondisi ini bisa terjadi? Apakah PFO berbahaya? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Patent foramen ovale atau PFO adalah suatu lubang yang terdapat di antara serambi kanan (atrium kanan) dan serambi kiri (atrium kiri) pada jantung.
Lubang ini selalu ada pada jantung saat janin masih berada di dalam kandungan. Fungsinya adalah sebagai jalur bagi aliran darah untuk melewati paru-paru yang belum berfungsi.
Lubang yang disebut foramen ovale ini akan menutup sendiri setelah bayi lahir. Namun, pada sekitar satu dari empat orang, lubang ini akan tetap terbuka alias “patent“.
Adanya lubang du antara atrium jantung ini kerap disalahartikan sebagai atrial septal defect (ASD).
Berbeda dari PFO yang merupakan sisa lubang normal pada jantung yang gagal menutup, ASD adalah lubang yang berkembang secara abnormal pada dinding jantung alias septum.
Patent foramen ovale sering kali tidak berbahaya. Perawatan medis umumnya diperlukan ketika pengidap kondisi ini mengalami komplikasi atau gangguan jantung lainnya.

Kebanyakan orang dengan patent foramen ovale tidak merasakan gejala sama sekali. Kondisi ini umumnya baru diketahui setelah pemeriksaan jantung.
Dikutip dari Cleveland Clinic, PFO kemungkinan bisa menimbulkan tanda dan gejala berikut ini.
Patent foramen ovale adalah salah satu penyakit jantung bawaan yang umum terjadi. Meskipun begitu, para peneliti belum tahu mengapa lubang ini tetap terbuka setelah lahir.
Selama janin berkembang di dalam rahim, ada sebuah lubang kecil di antara dua serambi jantung yang disebut sebagai foramen ovale.
Fungsi lubang ini yakni mengalirkan darah kaya oksigen dari tubuh ibu. Darah ini akan mengalir dari serambi kanan ke serambi kiri, lalu ke bilik kiri untuk diedarkan ke seluruh tubuh janin.
Setelah bayi lahir dan paru-parunya mulai bekerja, tekanan di dalam jantung biasanya membuat foramen ovale menutup dengan sendirinya.
Terkadang, penutupan ini mungkin memakan waktu satu atau dua tahun. Pada beberapa orang, penutupan tidak pernah terjadi sama sekali sehingga mengakibatkan PFO.
Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, beberapa faktor diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap kelainan jantung bawaan ini.
Artikel terkait
Patent foramen ovale (PFO) sering tidak terdiagnosis karena kebanyakan orang dengan kondisi ini tidak mengalami gejala apa pun.
Namun, bila Anda mengalami stroke ringan, migrain, dan sesak napas yang penyebabnya tidak jelas, dokter dapat merekomendasikan sejumlah pemeriksaan untuk mendiagnosis kelainan jantung.
Beberapa tes yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosis PFO adalah sebagai berikut.

Kabar baiknya, kebanyakan orang dengan PFO tidak membutuhkan perawatan. Patent foramen ovale biasanya tidak menimbulkan masalah serius pada pengidapnya.
Dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan bila Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau berrisiko tinggi untuk terkena komplikasinya, seperti stroke.
Beberapa pilihan pengobatan untuk patent foramen ovale atau PFO adalah sebagai berikut.
Apabila Anda berisiko tinggi mengalami pembekuan darah, dokter bisa meresepkan obat antikoagulan atau pengencer darah, seperti asam asetilsalisilat dan warfarin.
Obat-obatan ini dapat membantu mencegah pembentukan bekuan darah. Bekuan darah berpotensi melewati PFO pada jantung dan bergerak ke otak sehingga menyebabkan stroke.
Prosedur ini melibatkan kateter, yakni tabung panjang dan tipis, yang dimasukkan ke pembuluh vena pada pangkal paha untuk diarahkan ke jantung Anda.
Selanjutnya, perangkat penutup kecil akan dipindahkan melalui kateter dan diposisikan pada PFO untuk menutup lubang pada jantung secara permanen.
Kateterisasi biasanya dianjurkan untuk mengobati PFO bagi pasien berusia di bawah 60 tahun.
Operasi jantung dapat dilakukan untuk menutup PFO jantung bila kateterisasi tidak efektif atau Anda membutuhkan pengobatan untuk penyakit jantung lainnya.
Dokter bedah akan membuat sayatan pada dada untuk mengakses jantung. Kemudian, dokter akan menggunakan jahitan khusus untuk menutup patent foramen ovale.
Dokter merekomendasikan tindakan ini untuk dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan prosedur lain, seperti operasi bypass jantung.
Patent foramen ovale sering tidak disadari karena jarang menimbulkan gejala yang signifikan. Namun, PFO bisa meningkatkan risiko kondisi serius, seperti migrain kronis dan stroke.
Jika Anda mengalami gejala yang dicurigai sebagai PFO, konsultasikanlah dengan dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Patent foramen ovale. (2022). Mayo Clinic. Retrieved June 11, 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/patent-foramen-ovale/symptoms-causes/syc-20353487
Patent foramen ovale (PFO): Symptoms, causes & treatment. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved June 11, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17326-patent-foramen-ovale-pfo
Patent foramen ovale (PFO). (2023). Nemours KidsHealth. Retrieved June 11, 2024, from https://kidshealth.org/en/parents/pfo.html
Patent foramen ovale. (2024). Boston Children’s Hospital. Retrieved June 11, 2024, from https://www.childrenshospital.org/conditions/patent-foramen-ovale
Patent foramen ovale (PFO). (2023). American Heart Association. Retrieved June 11, 2024, from https://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/about-congenital-heart-defects/patent-foramen-ovale-pfo
Yee, K., & Lui, F. (2023). Anatomy, Thorax, Heart Foramen Ovale. StatPearls. Retrieved June 11, 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545203/
Manerikar, A., & Malaisrie, S. C. (2021). Chiari network and patent foramen ovale associated with stroke. JTCVS techniques, 11, 45–47. https://doi.org/10.1016/j.xjtc.2021.11.006
Snijder, R. J., Luermans, J. G., de Heij, A. H., Thijs, V., Schonewille, W. J., Van De Bruaene, A., Swaans, M. J., Budts, W. I., & Post, M. C. (2016). Patent Foramen Ovale With Atrial Septal Aneurysm Is Strongly Associated With Migraine With Aura: A Large Observational Study. Journal of the American Heart Association, 5(12), e003771. https://doi.org/10.1161/JAHA.116.003771
Versi Terbaru
18/06/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro