backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Patent Foramen Ovale

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 18/06/2024

Patent Foramen Ovale

Beberapa kondisi yang memengaruhi jantung terkadang tidak disadari oleh pengidapnya, seperti patent foramen ovale (PFO). Lantas, bagaimana kondisi ini bisa terjadi? Apakah PFO berbahaya? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu patent foramen ovale?

Patent foramen ovale atau PFO adalah suatu lubang yang terdapat di antara serambi kanan (atrium kanan) dan serambi kiri (atrium kiri) pada jantung.

Lubang ini selalu ada pada jantung saat janin masih berada di dalam kandungan. Fungsinya adalah sebagai jalur bagi aliran darah untuk melewati paru-paru yang belum berfungsi.

Lubang yang disebut foramen ovale ini akan menutup sendiri setelah bayi lahir. Namun, pada sekitar satu dari empat orang, lubang ini akan tetap terbuka alias “patent“.

Adanya lubang du antara atrium jantung ini kerap disalahartikan sebagai atrial septal defect (ASD).

Berbeda dari PFO yang merupakan sisa lubang normal pada jantung yang gagal menutup, ASD adalah lubang yang berkembang secara abnormal pada dinding jantung alias septum.

Patent foramen ovale sering kali tidak berbahaya. Perawatan medis umumnya diperlukan ketika pengidap kondisi ini mengalami komplikasi atau gangguan jantung lainnya.

Tanda dan gejala patent foramen ovale

Penyebab Migrain Anak; Cara Mengobati Migrain Anak

Kebanyakan orang dengan patent foramen ovale tidak merasakan gejala sama sekali. Kondisi ini umumnya baru diketahui setelah pemeriksaan jantung.

Dikutip dari Cleveland Clinic, PFO kemungkinan bisa menimbulkan tanda dan gejala berikut ini.

  • Migrain. Beberapa penelitian menemukan pengidap PFO lebih sering mengalami sakit kepala sebelah alias migrain, terutama migrain dengan aura.
  • Hipoksia. Kadar oksigen yang rendah di dalam tubuh bisa menyebabkan kesulitan bernapas, pusing, dan tekanan darah tinggi.
  • Stroke. PFO dapat meningkatkan risiko stroke pada orang dewasa muda, yang ditandai dengan kelemahan pada satu sisi tubuh dan kesulitan berbicara.
  • Transient ischemic attack (TIA). Gangguan yang juga disebut stroke ringan ini mampu menimbulkan gejala mirip stroke, tetapi akan hilang dalam hitungan menit atau jam.
  • Sindrom platypnea-orthodeoxia (PO). Kondisi langka yang dapat menyebabkan sesak napas dan kadar oksigen rendah saat berdiri tegak, tetapi membaik saat berbaring.

Gejala patent foramen ovale pada bayi

Pada kasus yang sangat langka, bayi dengan PFO dapat mengalami perubahan warna kulit menjadi kebiruan (sianosis) saat menangis dan buang air besar. Kondisi ini biasanya terjadi bila PFO juga disertai dengan penyakit jantung lainnya.

Penyebab patent foramen ovale

Patent foramen ovale adalah salah satu penyakit jantung bawaan yang umum terjadi. Meskipun begitu, para peneliti belum tahu mengapa lubang ini tetap terbuka setelah lahir.

Selama janin berkembang di dalam rahim, ada sebuah lubang kecil di antara dua serambi jantung yang disebut sebagai foramen ovale.

Fungsi lubang ini yakni mengalirkan darah kaya oksigen dari tubuh ibu. Darah ini akan mengalir dari serambi kanan ke serambi kiri, lalu ke bilik kiri untuk diedarkan ke seluruh tubuh janin.

Setelah bayi lahir dan paru-parunya mulai bekerja, tekanan di dalam jantung biasanya membuat foramen ovale menutup dengan sendirinya.

Terkadang, penutupan ini mungkin memakan waktu satu atau dua tahun. Pada beberapa orang, penutupan tidak pernah terjadi sama sekali sehingga mengakibatkan PFO.

Faktor risiko patent foramen ovale

Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, beberapa faktor diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap kelainan jantung bawaan ini.

  • Genetik. Beberapa ahli menduga bahwa PFO mungkin disebabkan oleh genetik meski hal ini belum sepenuhnya dipahami.
  • Riwayat keluarga. Apabila orangtua, saudara, atau kerabat dekat Anda mengidap PFO atau kelainan jantung lainnya, Anda mungkin sedikit lebih berisiko.
  • Kelahiran prematur. Bayi yang lahir sebelum waktu semestinya, yakni kurang dari usia kehamilan 37 minggu, berkemungkinan lebih besar untuk mengalami PFO.
  • Kondisi medis tertentu. PFO kadang dapat terjadi bersamaan dengan kondisi jantung lainnya, seperti atrial septal aneurysm (ASA) atau Chiari network (CN). 

Artikel terkait

Diagnosis patent foramen ovale

Patent foramen ovale (PFO) sering tidak terdiagnosis karena kebanyakan orang dengan kondisi ini tidak mengalami gejala apa pun. 

Namun, bila Anda mengalami stroke ringan, migrain, dan sesak napas yang penyebabnya tidak jelas, dokter dapat merekomendasikan sejumlah pemeriksaan untuk mendiagnosis kelainan jantung.

Beberapa tes yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosis PFO adalah sebagai berikut.

  • Transthoracic echocardiogram (TTE). Tes pencitraan menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur jantung. Dokter akan menempatkan transducer pada bagian dada untuk menangkap gambar jantung secara lebih jelas.
  • Transesophageal echocardiogram (TEE). Ekokardiografi dengan bantuan endoskopi. Transducer akan dimasukkan ke dalam kerongkongan untuk menghasilkan gambar jantung yang lebih jelas. Ini sering dilakukan untuk PFO yang berukuran lebih kecil.
  • Bubble study. Larutan garam atau saline yang berisi gelembung udara disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Jika terdapat PFO, gelembung udara akan muncul pada serambi kiri jantung tidak lama setelah Anda mendapatkan suntikan.
  • Tes pencitraan lain. Dokter dapat melakukan tes pencitraan lain, seperti CT scan atau MRI, untuk memperoleh gambaran jantung yang lebih baik berikut struktur di sekitarnya.
  • Pengobatan patent foramen ovale

    minum obat

    Kabar baiknya, kebanyakan orang dengan PFO tidak membutuhkan perawatan. Patent foramen ovale biasanya tidak menimbulkan masalah serius pada pengidapnya.

    Dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan bila Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau berrisiko tinggi untuk terkena komplikasinya, seperti stroke.

    Beberapa pilihan pengobatan untuk patent foramen ovale atau PFO adalah sebagai berikut.

    1. Obat-obatan

    Apabila Anda berisiko tinggi mengalami pembekuan darah, dokter bisa meresepkan obat antikoagulan atau pengencer darah, seperti asam asetilsalisilat dan warfarin.

    Obat-obatan ini dapat membantu mencegah pembentukan bekuan darah. Bekuan darah berpotensi melewati PFO pada jantung dan bergerak ke otak sehingga menyebabkan stroke.

    2. Kateterisasi

    Prosedur ini melibatkan kateter, yakni tabung panjang dan tipis, yang dimasukkan ke pembuluh vena pada pangkal paha untuk diarahkan ke jantung Anda.

    Selanjutnya, perangkat penutup kecil akan dipindahkan melalui kateter dan diposisikan pada PFO untuk menutup lubang pada jantung secara permanen.

    Kateterisasi biasanya dianjurkan untuk mengobati PFO bagi pasien berusia di bawah 60 tahun.

    3. Operasi jantung

    Operasi jantung dapat dilakukan untuk menutup PFO jantung bila kateterisasi tidak efektif atau Anda membutuhkan pengobatan untuk penyakit jantung lainnya.

    Dokter bedah akan membuat sayatan pada dada untuk mengakses jantung. Kemudian, dokter akan menggunakan jahitan khusus untuk menutup patent foramen ovale.

    Dokter merekomendasikan tindakan ini untuk dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan prosedur lain, seperti operasi bypass jantung.

    Patent foramen ovale sering tidak disadari karena jarang menimbulkan gejala yang signifikan. Namun, PFO bisa meningkatkan risiko kondisi serius, seperti migrain kronis dan stroke.

    Jika Anda mengalami gejala yang dicurigai sebagai PFO, konsultasikanlah dengan dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

    Kesimpulan

    • Patent foramen ovale (PFO) adalah lubang yang terletak antara serambi kanan dan serambi kiri jantung. Lubang ini seharusnya menutup ketika bayi lahir.
    • PFO sering kali tidak bergejala dan berbahaya, tetapi dapat meningkatkan risiko migrain kronis, stroke, dan kadar oksigen yang rendah dalam tubuh (hipoksia).
    • Pengobatan PFO dapat berupa penggunaan obat pengencer darah, kateterisasi, atau operasi jantung, tergantung pada gejala dan risiko komplikasi yang dialami oleh pasien.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 18/06/2024

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan