Punya Hipertensi Paru, Bolehkah Pakai Pengobatan Herbal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hipertensi paru atau hipertensi pulmonal adalah kondisi tingginya tekanan di dalam pembuluh darah yang berasal dari jantung menuju paru‐paru. Gejala-gejala hipertensi paru bisa diatasi dengan obat-obatan dari dokter. Namun, tak sedikit juga orang yang lebih memilih untuk memanfaatkan pengobatan herbal untuk penyakit ini. Apakah aman menggunakan obat herbal untuk hipertensi paru? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dari dokter spesialis jantung sekaligus pakar hipertensi paru berikut ini.

Mengenal hipertensi paru dan pengobatannya

tanda hipertensi paru

Penyakit hipertensi paru berbeda dengan hipertensi sistemik atau hipertensi yang umum dikenal banyak orang. Bila hipertensi sistemik berkaitan dengan jantung kiri, hipertensi paru terjadi pada jantung kanan seseorang.

Hipertensi paru terjadi ketika arteri pulmonal yang membawa darah kurang oksigen dari jantung ke paru-paru terhambat. Hambatan ini terjadi karena dinding arteri pulmonal yang menyempit dan menebal sehingga aliran darah tidak lancar dan tekanan di dalam arteri paru-paru meningkat.

Penyebab hipertensi paru memang tidak pernah jelas. Namun, National Heart, Lung, and Blood Institute menyebut, kondisi ini umumnya terjadi karena faktor genetik atau kondisi medis tertentu, seperti bronkitis kronis, fibrosis paru, penyakit ginjal, atau penyakit lainnya.

Seseorang yang mengalami hipertensi paru kerap merasakan beberapa gejala, yang umumnya mengarah pada masalah pernapasan, Beberapa gejala hipertensi paru yang sering dirasakan, seperti sesak napas, nyeri dada, atau mudah terengah-engah saat beraktivitas.

Ketika ditemui di Hotel Raffles Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (24/9), spesialis jantung sekaligus ahli hipertensi paru dari Rumah Sakit Harapan Kita, Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP(K), Fascc, FAPSC, FACC, menjelaskan sampai saat ini, memang belum ada obat yang bisa menyembuhkan hipertensi paru sepenuhnya. Oleh karena itu, penyakit ini disebut tidak bisa sembuh total. Apalagi jika sudah masuk tahap yang cukup parah.

“Tujuan pengobatan hipertensi paru yaitu perbaikan kualitas hidup pasien supaya bisa beraktivitas dengan lancar sehari-hari serta untuk meningkatkan kesintasan (harapan hidup) pasien supaya lebih panjang umur,” papar Prof. dr. Bambang.  

Menurut Prof. dr. Bambang yang juga menjabat sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hipertensi tergolong sebagai penyakit kronis progresif. Artinya, penyakit ini akan terus bertambah parah secara perlahan-lahan seiring berjalannya waktu.

Oleh karena itu, pasien hipertensi paru mungkin awalnya hanya diresepkan satu jenis obat saja. Namun, lama-lama pasien bisa membutuhkan kombinasi dua sampai tiga jenis obat yang berbeda untuk melawan efek berbahaya dari penyakit ini. Obat-obatan yang diberikan biasanya meliputi beraprost dan sidenafil. 

Bolehkah pakai obat herbal untuk hipertensi paru?

mengatasi disfungsi ereksi

Obat atau suplemen herbal merupakan produk yang berasal dari tanaman, yang umumnya diambil dari akar, biji, atau bunga pada tanaman tersebut. Jenis obat ini telah digunakan selama berabad-abad dan diyakini memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Pengobatan herbal mungkin kesannya lebih ramah bagi tubuh dan minim efek samping. Akan tetapi, Prof. dr. Bambang memiliki pandangan yang berbeda soal obat herbal bagi penyakit hipertensi paru.

“Hati-hati dengan pengobatan herbal. Tanpa sadar, obat-obatan herbal justru berisiko menyebabkan kerusakan pada organ ginjal atau bahkan mengarah pada keganasan alias kanker. Banyak orang yang merasa obat herbal itu aman, sehingga terus-terusan dikonsumsi tanpa memerhatikan bahayanya,” ungkap Prof. dr. Bambang.

Lebih jauh, Prof. dr. Bambang menguraikan bahwa pengobatan herbal itu berbeda dengan pengobatan dengan dokter spesialis. “Kalau berobatnya di dokter, dokter akan mengecek terus kadar ureum dan kreatinin pasien untuk melihat reaksi ginjal pasien terhadap pengobatan. Lagipula, obat-obatan dari dokter itu telah diuji klinis dan diteliti manfaat dan risikonya melalui proses yang sangat panjang sehingga jauh lebih aman.”

Menggunakan obat herbal untuk mengatasi hipertensi paru juga berbahaya bila diminum bersamaan dengan obat yang diresepkan dokter. Hal ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius karena adanya interaksi obat.

Oleh karena itu, Prof. dr. Bambang mengatakan sebaiknya pasien hipertensi paru berhati-hati dan tidak sembarangan menggunakan pengobatan herbal yang belum jelas izin edar atau efeknya. Jangan sampai efek dari pengobatan herbal justru merugikan dan menghabiskan lebih banyak biaya lagi pada akhirnya.

Jika Anda sedang menjalani pengobatan hipertensi paru, sebaiknya rutin konsultasikan kesehatan Anda dengan dokter spesialis. Beri tahu dokter apabila Anda ingin mengonsumsi obat atau suplemen herbal agar terhindar dari efek samping atau reaksi yang berbahaya.

Jenis obat herbal untuk hipertensi paru dan bahayanya untuk tubuh

Obat dan suplemen herbal memiliki beragam bentuk dan jenis. Ada yang berbentuk cairan, teh, tablet dan kapsul, atau berbentuk minyak untuk diminum. Untuk mengobati hipertensi paru, ada beberapa obat herbal yang telah dikenal bisa mengatasinya. Berikut beberapa jenis obat herbal tersebut dan bahayanya bagi tubuh bila dikonsumsi:

1. Dong quai

Doang quai atau Angelica sinensis merupakan tanaman keluarga seledri yang akarnya telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional China. Obat herbal ini umumnya digunakan untuk mengobati sejumlah masalah kesehatan, seperti alergi, sembelit, ejakulasi dini, beberapa gejala menopause, dan gejala pramenstruasi (PMS).

Selain untuk mengatasi kondisi-kondisi tersebut, obat herbal ini juga disebut dapat mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi serta hipertensi paru. Meski demikian, kebenaran tersebut belum sepenuhnya terbukti pada manusia.

Di sisi lain, penggunaan dong quai justru dapat menimbulkan masalah kesehatan lain bila dikonsumsi bersamaan dengan obat hipertensi paru yang diresepkan dokter, yaitu antikoagulan dan coumadin atau warfarin.

Dong quai dilaporkan dapat memperlambat pembekuan darah. Adapun antikoagulan dan coumadin juga digunakan untuk memperlambat pembekuan darah. Bila keduanya dikonsumsi bersamaan, ini dapat meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan yang berbahaya bagi tubuh Anda.

2. Bawang putih

Sebuah penelitian pada tikus dengan hipertensi paru menemukan bahwa senyawa allicin dalam bawang putih dapat membantu memperlebar pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Meski demikian, hal ini belum sepenuhnya terbukti pada manusia.

Justru, dalam Cleveland Clinic disebutkan, penggunaan obat herbal bawang putih pada pasien hipertensi paru dapat menyebabkan pendarahan berlebihan. Hal ini bisa terjadi bila pasien tersebut menggunakan bawang putih bersamaan dengan obat yang diresepkan dokter, seperti antikoagulan dan coumadin.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu berkonsultasi dengan dokter bila ingin menggunakan obat-obatan herbal. Salah dalam mengonsumsi obat justru dapat membahayakan tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cantiknya Bunga Telang dengan 4 Manfaatnya untuk Kesehatan

Siapa yang mengira bahwa bunga telang dengan warna biru putih yang cantik ini menawarkan segudang manfaat untuk kesehatan Anda? Temukan jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 05/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 28/02/2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Sehat dan Tepat Menyimpan Daun Salam di Rumah

Daun salam tersedia dalam bentuk segar, kering, dan bubuk. Cara menyimpan daun salam tentunya berbeda-beda tergantung bentuknya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/01/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Pilihan Obat Asma Alami yang Aman untuk Anak-anak

Asma anak dapat diredakan dengan menggunakan obat-obatan herbal yang ada di dapur. Ssst.. obat asma anak tradisional ini sudah dikenal sejak zaman dulu lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Health Centers 19/12/2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat maag alami herbal asam lambung

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Obat tradisional COVID-19

Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Unair Obat Herbal COVID-19 dari Daun Ketepeng dan Benalu

LIPI Uji Obat Herbal COVID-19 dari Daun Ketepeng dan Benalu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Herbavid-19 COVID-19

Menilik Kandungan Herbavid-19, Ramuan Herbal untuk Pengobatan COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . Waktu baca 6 menit