Parvovirus pada Manusia (Parvovirus B19)

Parvovirus pada Manusia (Parvovirus B19)

Parvovirus selama ini dikenal sebagai virus yang lebih banyak ditemukan pada anjing dan kucing. Ternyata, ada varian berbeda dari virus ini yang dapat menyerang manusia, yaitu parvovirus B19.

Apa itu parvovirus B19?

Parvovirus B19 adalah virus yang menyebabkan penyakit erythema infectiosum atau fifth disease. Penyakit ini menyebabkan ruam merah pada pipi hingga nyeri sendi.

Umumnya, infeksi virus parvo terbilang tidak berbahaya. Namun, jika menyerang orang dewasa, khususnya ibu hamil, parvovirus B19 dapat menimbulkan masalah kesehatan serius pada janin.

Semua kelompok usia dapat terinfeksi virus ini. Akan tetapi, kasusnya lebih sering ditemui pada anak-anak dengan rentang usia 5 hingga 15 tahun.

Perbedaan parvovirus pada manusia dengan yang menyerang anjing dan kucing

Parvovirus tidak hanya dapat menyerang manusia, tetapi juga anjing dan kucing, Namun, jenis virus yang menginfeksi anjing dan kucing berbeda dengan manusia.

Varian virus yang menyerang manusia adalah B19. Sementara itu, varian yang menyerang hewan merupakan Canine parvovirus.

Tidak seperti manusia, infeksi virus parvo pada hewan sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan gejala kesehatan serius. Anjing dan kucing yang terinfeksi dapat mengalami masalah seperti:

  • tubuh terasa lemas,
  • kehilangan nafsu makan,
  • demam,
  • hipotermia,
  • sakit perut,
  • muntah dan diare parah yang terkadang bercampur darah, hingga
  • syok septik.

Canine parvovirus lebih banyak menyerang anjing dan kucing di bawah usia empat bulan. Untuk mengurangi risiko infeksi, vaksinasi Parvo perlu diberikan.

Infeksi parvovirus pada anjing dan kucing tidak dapat menular ke manusia. Begitu juga sebaliknya, penularan tidak bisa terjadi dari manusia ke hewan.

Tanda dan gejala infeksi parvovirus B19

virus parvo

Gejala infeksi parvovirus pada anak-anak dan orang dewasa berbeda. Dikutip dari Cleveland Clinic, gejala yang umum terjadi pada anak-anak meliputi:

  • kelelahan,
  • demam ringan,
  • sakit kepala,
  • rasa tidak nyaman pada perut, dan
  • muncul ruam merah di pipi.

Sementara, infeksi virus ini pada orang dewasa jarang menimbulkan gejala. Namun, Anda tetap berpotensi mengalami kondisi seperti berikut.

  • Radang sendi.
  • Pembengkakan sendiri.
  • Ruam disertai nyeri dan pembengkakan pada tangan atau kaki.

Gejala pada masing-masing orang dapat berbeda. Jika Anda mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

Penularan infeksi parvovirus B19

Parvovirus B19 bisa menular lewat air liur, dahak, dan lendir hidung. Penularan virus ini juga dapat terjadi lewat transfusi darah.

Jika virus menginfeksi ibu hamil, janin dalam kandungan juga berisiko terinfeksi. Infeksi virus parvo selama kehamilan dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius pada janin.

Maka dari itu, ibu hamil yang terinfeksi virus harus segera memeriksakan diri ke dokter. Penanganan sedini mungkin mengurangi risiko kondisi bertambah parah.

Komplikasi infeksi virus parvo

Infeksi parvovirus B19 dapat mengakibatkan komplikasi serius pada orang-orang dengan kondisi medis tertentu. Berikut sejumlah risiko komplikasi yang dapat terjadi.

  • Ibu hamil: menyebabkan anemia pada janin dan meningkatkan risiko keguguran atau bayi lahir mati.
  • Orang dengan sistem imun yang lemah: menyebabkan anemia berat, khususnya pada pengidap HIV atau orang yang sedang menjalani perawatan kanker.
  • Pengidap anemia: menghentikan produksi sel darah merah, yang akan memperparah anemia.

Jika Anda memiliki kondisi di atas dan mengalami gejala infeksi virus ini, periksakan diri ke dokter. Penanganan perlu segera dilakukan sebelum kondisi Anda bertambah parah.

Diagnosis infeksi parvovirus B19

Untuk mendiagnosis infeksi virus ini, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter juga akan bertanya seputar gejala yang dirasakan serta riwayat konsumsi obat.

Umumnya, dokter jarang melakukan tes karena infeksi parvovirus B19 lebih sering terjadi tanpa gejala. Namun, jika Anda memiliki risiko komplikasi tinggi, tes darah mungkin akan dilakukan.

Cara mengatasi infeksi virus parvo

cara mengatasi parvovirus B19

Infeksi parvovirus B19 sebenarnya tidak perlu mendapat perawatan. Ini lantaran gejala infeksi virus parvo umumnya ringan dan bisa hilang dengan sendirinya.

Namun, jika gejalanya mulai mengganggu aktivitas, Anda bisa mengatasinya dengan:

  • mengonsumsi paracetamol untuk meredakan sakit kepala dan demam,
  • minum ibuprofen untuk meredakan nyeri dan pembengkakan sendi,
  • mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih, dan
  • beristirahat dengan cukup.

Pencegahan infeksi parvovirus B19

Tidak ada tindakan khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus ini. Akan tetapi, Anda dapat mengurangi risikonya dengan menerapkan beberapa tips sederhana berikut.

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun.
  • Tidak menyentuh wajah dengan tangan secara langsung.
  • Menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit.
  • Tidak berbagi makanan atau minuman dengan orang lain.

Fakta seputar parvovirus pada manusia

  • Merupakan penyebab fifth disease.
  • Varian virus yang menyerang pada manusia dengan anjing dan kucing berbeda.
  • Pada anak dapat menimbulkan gejala ruam pada pipi, sementara orang dewasa akan mengalami nyeri atau pembengkakan sendi.
  • Penularan umumnya terjadi lewat dahak, air liur, dan lendir hindung.
  • Dapat mengakibatkan komplikasi serius pada orang-orang sistem imun tubuh lemah, pengidap anemia, dan ibu hamil.
  • Bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan, kecuali pada orang dengan kondisi medis tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan