Makanan dan Minuman yang Membantu Menurunkan Panas Demam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa saat demam, tubuh membakar kalori dan kehilangan cairan lebih banyak? Oleh karena itu, Anda disarankan untuk makan dan minum lebih banyak saat sedang demam, sehingga Anda lebih cepat pulih.

Menjaga keseimbangan cairan dan ion, dapat mencegah dehidrasi yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Makanan yang Anda makan ini akan menghasilkan energi yang diperlukan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Lalu, apa saja makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi untuk menurunkan demam lebih cepat?

1. Makan banyak buah segar

Selain mengandung banyak cairan, buah-buahan, seperti jeruk, stroberi, semangka, nanas, kiwi, dan blewah, juga mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat demam. Pilihlah buah-buahan yang kaya akan vitamin C, vitamin E, dan betakaroten (vitamin A). Nutrisi-nutrisi ini mengandung antioksidan yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.

Buah-buahan juga banyak mengandung ion yang diperlukan bagi tubuh saat demam. Salah satu contohnya adalah pisang yang mengandung kalium. Kalium merupakan salah satu ion yang hilang melalui keringat saat demam.

2. Konsumsi makanan yang mengandung probiotik

Makanan berprobiotik merupakan salah satu makanan yang dapat menurunkan demam. Probiotik merupakan bakteri baik yang dapat menjaga keseimbangan bakteri di usus. Hal ini kemudian dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Dilansir dari Livestrong, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan probiotik secara teratur, yang mengandung bakteri hidup bermanfaat, dapat menurunkan demam pada anak. Beberapa contoh makanan yang mengandung probiotik adalah yogurt, kimchi, sauerkraut (acar kubis), dan tempe.

3. Konsumsi makanan sumber protein

Protein juga merupakan salah satu nutrisi yang diperlukan tubuh saat demam. Protein dapat mensuplai energi untuk membantu kekebalan tubuh dalam melawan infeksi. Sehingga, banyak mengonsumsi makanan sumber protein saat demam dapat membantu mempercepat pemulihan. Pastinya, Anda dapat dengan mudah menemukan makanan sumber protein, seperti ayam, daging, ikan, tahu, tempe, susu, telur, keju, dan lainnya.

4. Cairan sangat diperlukan untuk menurunkan demam

Demam membuat suhu tubuh Anda meningkat, sehingga Anda mungkin akan mengeluarkan keringat lebih banyak dari biasanya. Demam juga meningkatkan insensible water loss alias kehilangan cairan yang berkelanjutan namuntidak disadari, dari kulit (evaporasi), paru-paru (respirasi), dan metabolisme.

Hal ini membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan ion, sehingga risiko mengalami dehidrasi akan meningkat. Jika terjadi dehidrasi, demam pun bisa semakin memburuk.

Untuk itu, Anda disarankan untuk mengonsumsi banyak cairan saat demam agar terhindar dari dehidrasi. Konsumsi banyak cairan dapat membantu menjaga hidrasi tubuh saat demam, sehingga juga dapat mempercepat pemulihan. Banyak minum saat demam juga dapat membantu Anda tetap nyaman, meski suhu tubuh meningkat.

Namun yang penting diperhatikan bukan hanya jumlah cairan yang dikonsumsi melainkan juga jenis minuman yang dipilih. Saat demam, tubuh tidak hanya kehilangan cairan melainkan juga ion di tubuh yang hilang akibat berkeringat saat tubuh sedang demam.

Untuk mengembalikan ion yang hilang Anda bisa mengonsumsi minuman yang mengandung ion, sehingga keseimbangan ion di dalam tubuh Anda tetap terjaga. Menjaga hidrasi dan keseimbangan ion tubuh dapat membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Demam Anak yang Ampuh untuk Menurunkan Panas

Demam merupakan hal yang umum terjadi walaupun Anda sangat memerhatikan kesehatannya. Apa saja obat demam yang bisa diberikan untuk anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Xerostomia (Mulut Kering)

Xerostomia adalah kondisi mulut yang kering. Cari tahu gejala, penyebab, faktor risiko, dan cara pengobatan xerostomia di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Demam Scarlet

Demam scarlet atau juga dikenal eritema disebabkan oleh berkembangnya bakteri pada penderita angina. Penyakit ini biasa menyerang anak kecil.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Sarcoidosis

Sarcoidosis merupakan salah satu penyakit peradangan yang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
bayi lahir caesar

Benarkah Anak atau Bayi yang Lahir Caesar Rentan Sakit? Baca Ini, Yuk, Bu!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makanan probiotik

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
stomatitis adalah

Stomatitis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Keracunan Matahari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit