Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Virus Nipah Kembali Mewabah di India, Apa Gejala dan Penyebabnya?

Virus Nipah Kembali Mewabah di India, Apa Gejala dan Penyebabnya?

Belakangan ini di Asia, kasus virus nipah muncul kembali. Virus ini diketahui dibawa oleh binatang seperti kelelawar. Di India, sudah banyak korban akibat wabah virus ini, khususnya di wilayah Kerala, India Selatan. Banyak yang menjadi korban jiwa hingga beberapa pasien harus dikarantina agar virus ini tidak menyebar. Sebenarnya apa itu virus nipah? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu virus nipah?

Dilansir dari laman CDC, yaitu pusat pengendalian penyakit di Amerika Serikat, virus nipah adalah salah satu virus yang bisa menginfeksi manusia dan menimbulkan penyakit yang cukup berat. Virus ini dikenal juga dengan infeksi mematikan yang dibawa kelelawar pemakan buah.

Infeksi virus ini menyebabkan berbagai dampak dari yang gejala biasa seperti demam, infeksi pernapasan, bahkan sampai radang otak. Virus ini menular dan mematikan. Sekitar 80 persen kasus infeksi virus nipah ini berakhir dengan kematian.

Virus ini kebanyakan terjadi di daerah benua Asia, dan dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius.

Penularan virus nipah

membunuh virus dalam tubuh

Virus nipah ditularkan lewat banyak hal. Pertama, virus ini bisa ditularkan dari kelelawar ke binatang peliharaan lalu ke manusia. Binatang yang paling rentan menularkan virus ini adalah kelelawar pemakan buah.

Kelelawar yang membawa virus nipah tidak terlihat sakit, sehingga sangat sulit membedakan mana kelelawar yang membawa virus ini dengan yang tidak. Kelelawar selanjutnya menularkan virus ini ke binatang lainnya, seperti ternak babi.

Babi pun akan sakit setelah terinfeksi virus tersebut. Selain babi, hewan atau ternak lainnya juga bisa ditularkan virus ini, misalnya domba. Dari hewan inilah, manusia yang merawatnya bisa tertular virus mematikan ini.

Kedua, virus ini juga bisa langsung menularkan dari kelelawar ke manusia secara langsung jika ada kontak dengan kelelawar.

Selanjutnya, virus yang berada di dalam tubuh manusia bisa ditularkan ke orang lainnya. Penyebaran dari orang ke orang akan terjadi melalui droplet atau butiran air liur, butiran air dari hidung, urine, atau darah. Virus ini sangat mudah menyebar dalam satu keluarga atau dengan orang serumah.

Makan buah yang terkontaminasi kotoran, urine, dan air liur kelelawar yang terinfeksi nipah juga bisa menularkan ke manusia.

Penularan nipah dari pertama terinfeksi hingga timbul gejala memakan waktu sekitar 4-14 hari. Dalam beberapa kasus juga bisa sebanyak 45 hari masa inkubasinya. Dengan kata lain, bisa saja selama sebulan Anda sudah kemasukkan nipah, hanya belum muncul dan terasa gejala-gejalanya saja.

Apa saja gejala virus nipah?

kena demam berdarah dan tipes sekaligus

Gejala yang dialami sebenarnya cukup mirip dengan kondisi infeksi pada umumnya, seperti:

  • Demam
  • Otot-otot terasa sakit
  • Sakit tenggorokan
  • Muntah-muntah
  • Pusing
  • Terjadi infeksi saluran pernapasan akut

Gejala yang umum ini membuat orang dengan infeksi nipah terlambat ditangani. Ini juga membuat diagnosis dokter mudah meleset, sebab gejalanya tidak menandakan satu ciri khas tertentu yang mudah dideteksi.

Dalam kasus yang parah, bisa terjadi radang otak (ensefalitis). Tanda-tanda timbulnya adanya radang otak pada infeksi yakni mengantuk terus-terusan, sakit kepala, linglung, penurunan kesadaran, dan kejang yang bisa berlangsung selama 24-48 jam. Kondisi ini bisa mengarah pada koma hingga kematian.

Pengobatan infeksi nipah

Hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan infeksi ini. Belum ditemukan antivirus khusus untuk melawan infeksi virus nipah pada manusia. Belum ada juga vaksin khusus untuk mencegah infeksi virus ini.

Sekarang ini para ahli mengatakan untuk lebih fokus ke pencegahannya, dan bagaimana cara mengurangi keparahan gejala yang muncul. Misalnya mengatasi demamnya, muntah-muntah, atau infeksi saluran pernapasannya, atau radang otak yang terjadi.

Pencegahan yang bisa dilakukan

Untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus ini, sebaiknya:

  • Hindari makan buah atau makanan lainnya yang telah mengalami kontak langsung dengan binatang seperti kelelawar atau babi.
  • Cuci bersih buah dan kupas kulitnya.
  • Jika sejak buah dipanen sudah ditemukan seperti ada bekas gigitan, jangan dikonsumsi.
  • Gunakan sarung tangan, masker, dan baju pelindung saat merawat hewan yang sakit atau saat memotong hewan.
  • Kurangi kontak langsung dengan hewan jika sedang terjadi wabah di daerah sekitar Anda.
  • Jaga kebersihan kandang hewan.
  • Waspada terhadap keberadaan kelelawar pemakan buah di sekitar Anda.
  • Selalu cuci tangan setelah kontak dengan binatang meskipun sudah pakai sarung tangan, serta setelah mengunjungi orang yang kena infeksi.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Davis Charles Patrick. 2018. Nipah Virus Infection. [Online] Tersedia pada: https://www.medicinenet.com/nipah_virus_infection/article.htm#nipah_virus_infection_niv_facts (Diakses 27 Julin 2018)

Rettner Rachael. 2018. What Is Nipah Virus? Outbreak in INdia Kills at Least 10. [Online] Tersedia pada: https://www.livescience.com/62627-nipah-virus-outbreak-india.html (Diakses 27 Juli 2018)

WHO. 2018. Nipah Virus. [Online] Tersedia pada: http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/nipah-virus (Diakses 27 Juli 2018)

CDC. FAQ: Nipah Virus. [Online] Tersedia pada: https://www.cdc.gov/vhf/nipah/resources/faq.html (Diakses 27 Juli 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 08/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x